
Tak terasa sudah mau enam bulan aku kerja di bu mimin, alhamdulillah aku betah karena semua orang2 disitu baik semua termasuk bu mimin.
Sedikit2 aku mulai menabung uang gaji yang tersisa aku kumpulkan tak lupa juga tiap bulan aku kirim buat ibu, aku berniat suatu hari nanti pengen buka usaha sendiri di kampung.
Aku sudah melupakan dimas, meski aku sudah tak suci lagi tapi aku percaya tuhan memiliki rencana yang lebih baik buatku.
Semua yang telah terjadi antara aku dan dimas aku jadikan pelajaran yang berharga dalam hidupku.
Malam ketika aku sudah selesai kerja, aku tiduran di kamar bareng bibi
" Ros besok kita jalan2 yuk, besok kan hari libur kita" Ajak bibi
" Kemana bi?" Tanyaku
" Ke mall belanja baju buat oleh2 pulang ke kampung nanti, bentar lagi kita kan di kasih cuti sebulan ros, setiap per enam bulan kita kerja ada cuti satu bulan buat pulang" Jawab bibi
" Aku sebenarnya ga mau dulu pulang bi, aku masih pengen lebih banyak nabung lagi, buat bikin usaha nanti di kampung" Tukasku mengutarakan keinginanku pada bibi
__ADS_1
" Tapi apa kamu ga rindu ma ibu kamu dan adik2mu di kampung ros?" Tanya bibi lagi
" Rindu atuh bahkan sangat2 rindu, tapi aku pengen ketika aku pulang nanti aku sudah mengumpulkan buat modal usaha bi" Jelasku
"Jadi kamu ga akan pulang dulu ke kamoung ros?" Bibi kembali bertanya sambil menatap mataku
"Iya bi, demi cita2 dan keinginanku" Jawabku lirih
" Ya sudah aku juga ikut kamu saja ros ga pulang" Ucap bibi
" Kenapa bi?" Tanyaku heran
" Ooooh ngono toh haha, ya sudah ga usah pulang atuh kalau gitu mah, mending besok kita jalan2 tapi jangan ke mall ah" Ungkapku tertawa lucu melihat muka bibi yang lagi sewot
" Ketawanya biasa aja kaleee ga ada yang lucu" Protes bibi melihat ulahku yang ngetawain dia
" Okeh okeh bibiku sayang, jangan marah2 mulu ntar manisnya ilang, rencana mau kemana nih besok?" Tanyaku
__ADS_1
" Udah manis dari lahir kaleee, hmm gimana kalau ke bioskop nonton, kamu belum tau bioskop kan?" Ucap bibi sambil melirikku
" Ide bagus bi, pengen tau juga aku ini bioskop itu kaya apa, biasa nonton kan di tv" Jawabku polos
" Makanya aku ajak kamu kesana besok biar kamu ga kuper haha" Ledek bibi
" Balas dendam ceritanya haha" Balasku sambil tertawa
" Ros kamu udah lupa kan sama si dimas?" Tiba2 bibi bertanya padaku, aku agak kaget mendengar pertanyaan bibi yang tiba2, kutarik nafasku biar sebelum menjawabnya
" Alhamdulillah sudah bi, aku sudah ga mengharapkan apa2 lagi dari dimas, mungkin ini yang terbaik buat aku bi" Jawabku santai
"Serius ros?" Tanya bibi lagi
" Serius bi, pernahkah aku bohong sama bibi dari dulu, bibi yang tau gimana2 aku" Jawabku serius, kudengar helaan nafas yang panjang dari bibi
" Syukurlah ros itu yang bibi mau, bibi tau tanpa perlu bertanya, tapi bibi mau lebih yakin lagi gimana hati kamu sekarang, karena bibi ga mau ngeliat kamu terpuruk memikirkan orang yang ga pernah sedikitpun mikirin kamu" Ujar bibi panjang kali lebar
__ADS_1
" Tenang bi aku sudah mengambil pelajaran dari yang kualami dulu, pengalaman adalah guru yang paling berharga buatku, semua kejadian yang kualami aku jadikan cermin dalam hidupku bi, aku ga mau menoleh lagi ke belakang. tapi aku mau memulai lagi dari awal tanpa bayang2 masa laluku yang menyedihkan" Tukasku panjang kali lebar juga
" Ya sudah kita sekarang tidur, ngumpulin tenaga buat besok jalan2" Ucap bibi sambil memunggungiku, aku terseyum dan memejamkan mataku karena akupun sudah merasakan kantuk yang sejak tadi kutahan tahan karena menemani bibi ngobrol