Belenggu Derita

Belenggu Derita
Mabuk


__ADS_3

Aku sudah banyak minum tapi aku merasa terlepas dari semua beban yang selama ini menghimpitku, aku lupa akan rumah tanggaku dan perempuan itu, kehadiran andi yang kucintai di tambah aku mabuk membuatku hilang kendali.


" Ndi bawa aku pergi jauh ndi sekarang" Racauku sambil memeluk leher andi.


" Kamu sudah terlalu banyak minum ros, yul ayo kita pulang gue anter kalian sekarang" Ucap andi sambil melirik ke arah yuli.


" Ok ndi, kepala gue juga pusing banget nih, anterin ke rumah gue saja" Jawab yuli dengan sempoyongan membantu andi memegang tubuhku yang mabuk berat.


Andi memasukkan aku dan yuli di jok belakang mobilnya, karena biar aku bisa di pegangin yuli, andi lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" Yul alamat lu nya dimana?" Tanya andi, diam tak ada jawaban, andi pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat yuli sudah ngorok di sampingku.


" Astaghfirulloh yuliiii lu juga sama mabuk" Ucap andi dengan menepuk jidatnya.


" Ya sudah terpaksa di bawa ke rumah saja kalau begini" Gumam andi pasrah, andi lalu membelokkan mobilnya menuju sebuah rumah yang megah, gerbang pun di buka oleh sekurity penjaga rumah.


" Udah pulang den?" Sapa sekurity itu dengan ramah.

__ADS_1


" Iya mang, tolong bilang ke bi mumun siapkan kamar tamu, saya bawa teman yang mabuk" Perintah andi.


" Siap den" Jawab sekurity itu lalu dengan berlari masuk ke dalam rumah.


sampai depan rumah sudah menunggu dua orang perempuan yang satu paruh baya dan yang satu masih agak muda.


" Tolong bantu teman saya bi antarkan ke kamar tamu" Perintah andi dengan menunjuk yuli.


" Iya den" Jawab mereka serempak lalu dengan cepat memapah yuli di bawa masuk, andi lalu menoleh ke arahku diraihnya tubuhku lalu dengan sekali tarik tubuhku sudah berada dalam gendongannya, andi membawaku ke kamar tamu yang satunya lagi, lalu membaringkanku di atas tempat tidur.


" Kamu istirahatbdi kamar ini ya ros, tolong lepasin dulu tanganmu, biar bibi bisa mengganti baju mu" Bisik andi, aku semakin terbuai mendengar bisikan andi.


" Jangan tinggalin aku sendirian sayang, aku mau kamu di sini" Racauku, ku ciumi wajah andi dan bibir andi penuh hasrat.


Andi kewalahan menghadapi tingkahku yang mulai liar, efek minuman membuatku tak bisa mengendalikan hasratku.


" Jangan sayang, kamu istri orang, aku tidak boleh menyentuhmu" Tolak andi dengan menahan hasratnya yang sudah mulai terpancing olehku.

__ADS_1


" Aku ga peduli sayang, aku rindu kamu aaaku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku" Racauku, kubuka kancing kemeja andi satu persatu, ku belai dadanya yang bidang, lalu ku ciumi dengan penuh gairah.


" Ah shit aku tak kuasa menolakmu sayang" Andi yang juga sedikit mabuk akhirnya terpancing juga, dia membalas ciumanku.


Aku serasa terbang ke langit yang paling tinggi, cinta dan kerinduan tercampur menjadi satu dengan gelora dan gairah cinta kami yang lama terpendam.


Aku tertidur dalam pelukan andi, andi lalu mengecup keningku lalu bangkit dan memakai kembali semua pakainnya yang berserakan di lantai, di selimutinya tubuhku yang tanpa sehelai benangpun.


" Aaaaaarrrgggggh apa yang sudah aku lakukan padamu ros" Geram andi, dia menjambak rambutnya sendiri dengan penuh amarah.


" Harusnya aku yang bisa mengendalikan, tapi aku malah terbuai dan melakukannya" Rintih andi parau, lalu di ambilnya pakainku lalu membawanya keluar.


" Bi tolong cuci baju ini dan keringkan langsung, nanti antarkan ke kamar tamu yang sebelahnya, oh iya teman saya yang tadi bbi bawa gimana?" Perintah andi sambil bertanya.


" Iya den, teman aden itu dari semenjak bibi bawa ke kamar tidur den sampai sekarang" Jawab bi mumun, andi manggut2 lalu beranjak kembali ke kamar tempatku tidur.


" Maafkan aku ros" Ucap andi lirih, andipun tidur di sofa samping tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2