
Sudah 2 minggu lebih aku ga ikut ceu romlah ke pasar dan selama itu ga ada hal2 yang mencurigakan, akupun mulai ikut lagi ke pasar karena kasihan ceu romlah kerepotan bawa belanjaannya.
Aku melakukan rutinitasku kembali ke pasar selama sebulan ini tak ada tanda2 kemunculan dimas.
" Ros mau ikut nonton ga nanti siang?" Tanya bibi karena hari ini hari jum'at hari libur kerja.
" Mau ikut bi, sama siapa2 saja?" Jawabku sambil bertanya balik.
" Aku, kamu ros, reni, iceu sama si winda, ramean lah biar seru" Jawab bibi semangat.
" Jam berapa berangkatnya?" Tanyaku lagi
" Habis dzuhur aja biar pulang sore" Jawab bibi, aku manggut2 lalu bergegas mandi karena sebentar lagi dzuhur.
Habis dzuhur kami semua kumpul lalu memesan taksi online menuju mall, canda tawa riang tak luput dari kita semua.
" Mau pada nonton apa nih semua?" Tanya bibi.
__ADS_1
" Gimana kalau horror?" Tanya winda
"Setuju!!" Kami semua kompak menjawab dan kamipun tertawa riang, aku sejenak melupakan kejadian sebulan yang lalu yang bikin aku syok.
Setelah sampai di mall kami semua langsung masuk ke bioskop untuk nonton film horror, tak lupa kami membeli cemilan juga minuman untuk menemani kami nonton.
Saking tegangnya film yang aku tonton membuatku kebelet pengen buang air kecil, aku pamit pada bibi yang duduk di sebelahku untuk ke toilet.
" Bi aku mau ke toilet dulu ya" Ucapku
" Ga usah bi sebentar doang kok" Jawabku, aku bergegas menuju toilet karena sudah ga kuat nahan pengen buang air kecil.
Aahhh leganya gumamku, selesai buang air kecil akupun keluar dari toilet, tiba2 ada yang narik tanganku dan membekap mulutku, aku sontak kaget dan gemetar ketakutan.
" Diam kamu jangan berteriak, aku cuma mau bicara sama kamu!!" Terdengar suara laki2 yang sangat aku kenal, dimas yaaa itu suara dimas jeritku dalam hati.
" Kalau kamu teriak aku ga akan segan nyakitin kamu" Ancam dimas, akupun mengangguk patuh, lalu dimaspun melepaskan bekapannya dari mulutku dan menatap tajam ke arahku, aku gemetar semakin takut melihat dimas yang penuh amarah padaku.
__ADS_1
" Dengar ros jangan pernah sekalipun kamu menghindariku ok, atau semua yang udah terjadi sama kita dulu aku ceritakan sama keluargamu, apa kamu mau begitu?" Ucap dimas dengan penuh penekanan, aku sontak menggelengkan kepalaku.
" Jangan dimas kumohon, kasihan ibu pasti kecewa sama aku" Dengan berlinangan air mata aku memohon pada dimas, sungguh menjijikan dimas tersenyum licik melihatku.
" Ok aku ga akan bicara apa2 sama keluargamu, tapi kamu harus patuh jangan membantah apalagi menghindar, FAHAM!!!" Tegas dimas, aku anggukan kepalaku
" Berapa no ponsel kamu, biar nanti aku yang telpon kamu" Tanya dimas lagi, akupun menyebutkan no ponselku dan dimas mencatatnya.
" Udah jangan nangis jangan sampai yang lain tau apalagi bibi kamu kalau kita ketemu disini" Ucap dimas dengan nada lembut, aku kembali menganggukkan kepalaku.
" Aku ga akan menyakiti perempuan yang kucintai, sudah kembali ke teman2mu dan hapus air matamu, nanti aku hubungi kamu ada beberapa hal yang harus aku jelaskan sama kamu" Bisik dimas di telingaku, akupun berusaha tenang seperti tidak terjadi apa2, kulirik dimas dan dimas mengisyarakanku untuk pergi.
Tak ku sia2kan aku langsung melangkahkan kakiku dengan cepat ke tempat duduk aku, karena gelap dan asyik nonton bibi tidak menyadari kondisi wajahku yang habis menangis.
" Kok lama sih ros di toiletnya?" Tanya bibi tanpa melihatku matanya asyik nonton film.
" Itu bii aku sakit perut tadi" Jawabku agak gugup, bibipun kembali fokus pada tontonan filmnya, aku sama sekali ga menikmati film yang ku tonton, hatiku resah memikirkan kata2 dimas tadi, ya alloh cobaan apalagi ini??? jeritku dalam hati
__ADS_1