Belenggu Derita

Belenggu Derita
Penantian


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan tak terasa sudah mau 3 bulan tapi dimas ga ada kabar sama sekali, jangankan pulang sebulan sekali seperti janjinya, ngasih kabar pun ga.


Aku sudah bertanya sama bapaknya tapi bapaknya bilang sudah biasa dimas seperti itu.


" Nanti juga pulang neng, pernah satahun ga ada kabar, bapak mh udah ga aneh lagi" Ujar bapak dimas


" Iya pak makasih, nanti kalau ke bapak ada kabar tolong kasih tau saya ya pak" Kataku sendu


" Iya, neng rosita jangan khawatir nanti juga pulang anak itu mah" Ucap bapak dimas menenangkan aku


" Ya sudah pak saya pamit pulang dulu, assalamu'alaikum" Aku pamit pulang


" Wa'alaikumsalam" Bapak dimas menjawab salamku dengan memandangku prihatin.


Akupun melangkah pergi, aku putuskan ga dulu pulang ke rumah, aku pengen nenangin fikiranku yang lagi gundah gulana.


Akhirnya aku sampai di tempat biasa aku nongkrong dulu.


Aku duduk sambil melamun, kemana kamu kok ga ada kabar sama sekali sih dimas bhatinku, tiba2 ada yang menepuk bahuku dari belakang.

__ADS_1


Aku kaget karena lagi melamun, kutengok ke belakang ternyata yuli sahabatku yang lagi nyengir


" Aduuuuh yuli kamu itu ngagetin aku doang, jantungku kaya mau copot tau" Teriakku sebal


" Hahaha habisnya kamu itu melongo aja, sampe aku lewat aja kamu ga ngeliat, hadehhh kesurupan apa sih sampe begitu ros" Ucap yuli sambil ketawa


" Aku lagi galau yul, dimas udah mau 3 bulan ga ada kabar " Kataku sendu


" Huh dasar tuh cowok bikin frustasi anak orang aja" ucap yuli


" Sebelum dia berangkat bicara apa aja ma kamu ros" Tanya yuli


" Hadeeehh emang dasar keterlaluan tuh orang, udah kamu yang sabar ya ros, mungkin ada satu hal yang membuat dimas ga bisa pulang" Jawab yuli menghiburku, aku cuma menggedikan bahuku tanda ga tahu.


" Yuk mending pulang saja ros, kamu istirahat di rumah" Ajak yuli, aku anggukan kepala menyetujui saran yuli.


Akhirnya aku pulang di antar yuli, sesampainya di rumah aku langsung pergi ke kamar untuk merebahkan tubuhku yang terasa lelah.


Kucoba untuk tidur untuk melupakan sejenak kerisauan hatiku yang ga karuan, setelah susah payah akhirnya bisa juga aku tidur.

__ADS_1


" Teh bangun udah jam 4 sore sekarang, teteh belum sholat ashar nanti keburu akhir" Terdengar suara adikku mella, aku menggeliat dengan mata masih terasa ngantuk.


" Jam berapa sekarang mel" Tanyaku


" Jam 4 sore teh" Jawab mella cepat


" Waduh aku belum sholat ashar nih" Teriakku, bergegas aku ke kamar mandi untuk mandi dan wudhu.


Dalam sholat aku berdo'a semoga segera aku mendapat kabar gimana kabarnya sekarang, sungguh aku khawatir dan tanda tanya apa gerangan yang terjadi padanya.


Setelah selesai sholat hatiku sedkit agak tenang, kupasrahkan segalanya pada yang maha kuasa.


Sudah hampir setengah tahun tapi dimas masih juga belum ada kabar.


Akupun menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan bersama sahabatku yuli, hanya untuk sekedar pelampiasan dari rasa gundahku akibat memikirkan dimas.


Rindu yang kurasakan terasa semakin menyiksaku, badanku semakin kurus karena memikirkan dimas yang tak kunjung pulang.


Hidupku terasa hampa, fikiranku kacau balau entah sampai kapan aku seperti ini, menanti kepulangan dimas yang entah dimana keberadaannya sekarang

__ADS_1


__ADS_2