
Setelah sampai rumah aku langsung istirahat di kamarku, dimas masih setia menemaniku di kamar.
Aku tatap wajah dimas dengan segudang pertanyaan dalam hatiku, kenapa kemarin itu dia minta aku datang menjemputnya kalau ternyata dia datangnya bersama nyonya tati, dimas yang tahu arti tatapan mataku tersenyum manis dan membelai rambutku.
" Jangan terlalu banyak fikiran, istirahatlah dulu" Ucapnya lirih.
" Aku ga ngantuk" Tukasku lalu kupalingkan mukaku ke arah lain.
" Maafkan atas kejadian kemarin, aku tahu kamu pasti sakit hati, tapi itu semua kemauan si tua yang minta aku untuk menghubungimu biar datang menjemput, si tua sengaja melakukannya setelah tahu kamu hamil, dan aku terpaksa menurutinya, sekali lagi aku minta maaf" Tutur dimas, dengan tatapan penuh harap di genggamnya tanganku.
" Aku tahu semua itu pasti ulahnya dia, tapi yang lebih sakit lagi, kamu ga ada sedikitpun pembelaan padaku" Ucapku dengan terisak.
" Iya ros aku tahu aku salah, tapi sumpah untuk saat ini aku belum bisa menolak keinginan si tua, ada masanya nanti aku bisa terlepas dari belenggu si tua" Ujar dimas.
__ADS_1
Aku sudah menebak jawaban itu yang akan dimas katakan, aku sudah terlalu sakit dan lelah menghadapi semua ini, karena lagi2 dalam masalah ini aku yang harus mengalah dan tersakiti.
Dan yang lebulih menyakitkan lagi ternyata nyonya tati itu adalah mamanya andi orang yang aku cintai selama ini, ya alloh cobaan apalagi yang aku hadapi ini jeritku dalam hati.
" Akupun ga tahu kalau ternyata si tua itu adalah ibu dari mantanmu" Ucap dimas dengan dingin.
Aku terperangah mendengar ucapan dimas barusan, kenapa dimas tahu kalau andi mantan aku bhatinku.
" Aku tahu dari kamu pacaran sama si br*****k itu ros, makanya aku ga rela ngebiarin kamu lama2 sama dia" Ucap dimas dengan penuh penekanan.
" Gadis pintar" Ucap dimas dengan terkekeh.
" Kenapa kamu tega dimas, kamu nikahin aku tapi untuk kamu sakiti, lebih baik lepaskanlah aku dimas, aku ga sanggup lagi menahan semua ini" Ratapku pilu.
__ADS_1
" Aku ga rela kamu di miliki orang lain, dan urusan si tua aku sudah jelaskan berulang kali, melepasmu itu suatu hal yang tidak akan pernah aku lakukan" Kecam dimas.
" Tapi aku sudah ga sanggup lagi dimas ku mohon" Bisikku lirih.
" Diam jangan pernah kamu berniat untuk pergi dariku!!!" Bentak dimas sambil menatap tajam padaku seakan ingin merkamku, rahang nya mengeras menahan amarahnya.
Aku terperanjat kaget mendengar bentakkan dimas, ketakutan yang luar biasa melandaku, ku benamkan wajahku di atas bantal dengan masih terisak.
Dimas lalu bangkit dan keluar dari kamarku, terdengar bunyi pintu yang di banting sangat keras.
Braaaaakkk!!!
Membuatku kaget setengah mati, jantungku berdegup dengan sangat kencang, keringat dingin membasahi seluruh tubuhku, aku benar2 takut dengan kemarahan dimas.
__ADS_1
Aku hanya bisa meratapi nasibku yang malang ini, entah sampai kapan semua derita ini akan berakhir, aku sungguh2 tak sanggup lagi, apa aku kabur saja fikirku, tapi tidak bagaimana nanti jika ibu tahu karena dimas pasti akan mengadu pada ibu, aaaaarggh aku semakin frustasi memikirkan semua ini.