Belenggu Derita

Belenggu Derita
Acara ulang tahun


__ADS_3

Swlepas maghrib aku dan yuli segera bersiap diri, aku memakai gaun merah selutut lengan panjang, dan yuli gaun hitam selutut dengan lengan panjang juga.


Aku make up sederhana dengan rambut yang di gerai, aku ga terlalu suka make up jadi aku make up yang natural, selesai make up aku nelpon taksi lalu kami pun pergi dengan naik taksi.


" Kemana neng tujuannya?" Tanya supir taksi.


" Ke klub xxx pak" Jawab yuli, aku diam saja karena aku ga tau apa itu klub malam, tak lama kami sampai di sebuah klub malam, kami masuk ke klub itu nampak lampu yang kerlap kerlip riuh rendah dengan banyak orang yang hadir.


" Rame amat sih yul tempatnya, lampunya juga bkin pusing" Bisikku pada yuli.


" Karena temanku ngadain acaranya di klub ini ros, ga apa2 kita nikmatin saja" Jawab yuli sambil berbisik juga.


Aku menuruti saja semua perkataan yuli yang menarikku duduk di sebuah meja yang bundar dengan kursi yang tinggi.


" Mana yang ultahnya yul, kok ga kelihatan?" Tanyaku setengah berteriak karena bisingnya musik yang bikin memekakkan telinga.

__ADS_1


" Nanti ros, belum keluar orangnya" Teriak yuli, tak lama acaranya di mulai, keluar seorang perempuan bergaun putih yang gemerlap terlihat mewah, aku terpukau melihatnya kagum, acaranya sangat meriah sekali akupun ikut larut menikmati acara pestanya.


Selesai acara tiup lilin tiba saatnya acara pesta yang sesungguhnya, semua pada berjoget ria mengikuti hentakan house musik yang meriah.


Setelah cape aku mengajak yuli duduk di kursi yang kata yuli bartender namanya.


" Haus yul, minum dulu" Ucapku.


" Iya ros sama, nih minum coktail mantap rasanya" Tukas yuli sambil menyodorkan minuman yang berwana biru, langsung ku teguk habis rasanya segar sekali.


Ketika sedang menikmati minuman aku menangkap siluet seseorang yang aku kenal, aku berusaha melihat dengan jelas orang itu, dan dia pun sedang menatap tajam ke arahku.


Tiba2 orang itu berjalan mendekatiku, deg deg deg jantungku berdebar dan tebuhku gemetar, semakin dekat semakin jelas aku serasa mau pingsan melihatnya.


Tiba2 yuli berteriak dengan setengah mabuk menarik tangan orang itu.

__ADS_1


" Haaai siapa ini yang datang, aku kira lu ga datang ndi" Teriak yuli.


" Gue dari tadi juga udah disini yul, cuma tadi lagi ngobrol sama teman dulu" Jawab Andi, ya andi ternyata andi pria yang selama ini selalu aku rindukan, aku benar2 gugup tak tahu harus gimana.


" Gue kira lu masih di luar kota ndi, eh kenalin nih sahabat gue rosita, ros kenalin temanku andi" Ucap yuli sambil mengenalkan andi padaku, aku gugup segera ku ambil segelas wine lagi dan ku teguk sampai habis.


" Ga perlu lagi kenalan yul, gue udah kenal kok sama sahabatmu ini" Ucap andi sambil menatapku tajam, aku menatap andi nanar lidahku kelu tak mampu bicara sepatah katapun.


Jantungku berdegup kencang, aku yang sudah mulai mabuk kembali mebgambil segelas wine lagi, kuteguk lagi sampai habis.


" Kenapa kamu minum banyak2 ros, sudah jangan minum lagi" Ucap andi lembut, di ambilnya gelas kosong di tanganku.


" Aakku eeehhh aakku gaaa banyak mmminumm kok" Jawabku dengan terbata bata.


Ingin aku menghilang dari pesta itu biar bisa menghindar dan sembunyi dari andi.

__ADS_1


__ADS_2