
Aku tertidur di ruang tv entah berapa lama, rbutku yang di belai dimas membuatku ngantuk akhirnya tertidur.
Aku terbangun ketika bi nani membangunkanku untuk makan siang, dengan enggan kupaksakan untuk bangun, kulihat kiri dan kanan dimas ga ada, aku pun bertanya pada bi nani yang sedang menuju dapur.
" Biii dimas kemana?" Tanyaku sedikit berteriak.
" Oh den dimas neng, tadi ada yang nelpon terus den dimas pergi, tapi sebelum pergi nitip pesan ke bibi, katanya aden pulangnya malam neng" Jawab bi nani.
Akupun hanya manggut2 setelah itu aku segera ke dapur untuk makan siang, karena perutku juga sudah terasa lapar.
Sampai selesai makan malam dimas tak kunjung pulang, akupun menunggu dimas pulang dengan menonton tv, kebetulan mataku belum ngantuk.
Malam sudah mulai larut mataku pun sudah ngantuk, kuputuskan untuk tidur saja toh nanti juga dimas pulang, kumatikan tv lalu aku beranjak menuju kamar.
Tiba2 terdengar bel pintu berbunyi, itu pasti dimas pulang gumamku, aku cepat2 berjalan ke pintu dan ku buka, ternyata benar dimas yang datang.
" Kamu belum tidur ros?" Tanya dimas sambil mengecup keningku.
" Aku baru saja mau tidur" Jawabku, dimaspun masuk lalu pergi ke kamarnya, akupun segera pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat buat dimas.
Nampak dimas sudah duduk di ruang tv sambil, ketika melihatku datang dimas pun tersenyum.
" Sini duduk dulu bentar ros, ada hal penting mau aku bicarakan" Ucapnya lembut, setelah meletakkan cangkir teh akupun duduk disamping dimas, ku tatap dimas dengan was2.
__ADS_1
" Apa yang mau kamu bicarakan itu?" Tanyaku heran, dimas kembali tersenyum di rengkuhnya tubuhku dengan lembut.
" Besok pagi aku mau ke luar negeri lagi ros, si tua menyuruhku kesana, tapi ga lama kok paling seminggu" Tutur dimas sambil tangannya membelai rambutku.
" Ya sudah pergilah, hati2 di jalan" Ucapku pelan, kutundukkan kepalaku karena hatiku ini terasa sakit mendengarnya.
" Jangan sedih sayang, ingat calon anak kita yang ada di perutmu itu, nanti juga aku akan mencari cara biar bisa terlepas dari si tua itu dan kita bisa hidup bahagia bersama anak2 kita kelak" Hibur dimas.
" Ya sudah aku ngantuk mau tidur" Ucapku tanpa menunggu dimas lagi aku langsung bangkit dan naik ke atas menuju kamarku.
Dimas mengikutiku dari belakang, tapi aku tak peduli segera ku rebahkan tubuhku, dan dimaspun ikut tidur di sampingku.
Aku tidur dengan membelakanginya, malas rasanya melihat muka dimas, tangan dimas memelukku dari belakang.
" Kamu sabar dulu ya sayang, aku janji ga akan lama lagi kok" Bisik dimas lirih di telingaku, aku diam malas untuk berbicara padanya.
Tapi dimas tak mempedulikan aku yang tidak meresfon tindakannya, nafasnya terdengar memburu tanda dimas sedang terbakar gairah, lalu dia melakukan penyatuan dari belakang, aku hanya diam sambil menahan perih di hatiku, tak ada kenikmatan yang kurasa hanyalah kepedihan yang menyiksa.
Setelah selesai dengan aktifitasnya dimas langsung tidur, aku bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah itu aku turun pergi ke dapur untuk minum, karena air di kamarku sudah habis di minum dimas.
Setelah minum aku duduk di meja makan sambil mengupas mangga, tiba2 bi nani muncul dari pintu dapur.
__ADS_1
" Aduuuh neng kenapa ga bangunin bibi atuh?" Tanyanya.
" Ga apa2 bi, aku ga tega bangunin bibi, lagian cuma ngupas mangga kok" Jawabku.
" Bi nani tidur lagi saja, bentar lagi juga aku selesai kok makan mangganya" Ucapku sambil makan mangga yang sudah ku potong2 di piring.
" Nanti bibi tidurnya, bareng ma neng ros saja, itu mangganya kurang ga neng?" Tanya bi nani sambil duduk di depanku.
" Ga bi sudah cukup, ini juga kebanyakan ga akan habis, bibi bantu ngabisin ya" Jawabku sambil kusodorkan piring mangga ke tengah meja.
" Ih jangan buat neng ros saja, bibi mah gampang neng" Jawab bi nani sambil menggelengkan kepalanya.
" Serius bi, si utun pengen bibi yang ngabisin mangganya, nanti kalau bi nani nolak anak aku ileran loh" Ucapku sambil ku elus perutku yang masih rata.
" Ya sudah neng bibi habisin nih mangganya" Akhirnya bi nani pun mengalah, di ambilnya piring mangga lalu memakan potongan mangga yang tinggal sedikit lagi.
" Nah gitu donk" Ucapku sambil terkekeh.
" Sudah neng habis, sekarang neng ros mau di bikinin apa?" Tanya bi nani sambil menaruh piring bekas mangga ke wastaffel.
" Ga bi aku udah kenyang, mau lanjut tidur saja hoaamms" Jawabku sambil menguap.
" Ya sudah neng istirahat tidur, bibi juga mau tidur" Ucap bi nani, kamipun sama2 pergi ke kamar tidur masing2.
__ADS_1
Kurebahkan tubuhku di samping dimas yang sudah terlelap, ku tatap wajah dimas yang sedang tidur terlihat tenang dan tampan, dulu aku sangat mencintaimu dimas, tapi sekarang cinta itu sudah mati setelah pengkhianatanmu di tambah kelakuanmu yang tak berakhlak itu dimas gumamku dalam hati.
Kupejamkan mataku mencoba untuk tidur, setelah susah payah akhirnya akupun tertidur juga.