
Setelah puas jalan2 akhirnya kami pulang menjelang sore hari, tak lupa kami mampir dulu ke rumah makan untuk mengisi perut yang keroncongan.
Dimas memarkirkan mobilnya di sebuah rumah makan lesehan, sengaja atas permintaanku yang pengen makan masakan khas sunda.
" Kalian masuk duluan cari tempat yang paling nyaman, aku mau ke ATM dulu" Ucap dimas.
" Okres deh, yuk ros" Sahut yuli dengan semangat di tariknya tanganku untuk mencari tempat duduk.
" Kayanya di situ enak yul" Tunjukku pada satu tempat yang menurutku sangat bagus, di depannya terdapat kolam yang di penuhi ikan mas, membuat suasana terasa adem.
" Iya bener ros, pinter banget kamu milih tempatnya, sekali lirik langsung dapet yang mantul" Sahut yuli girang, dengan bergandengan tangan aku dan yuli pun memilih tempat itu.
Tak lama pelayan datang dengan membawa menu di tangannya.
" Selamat sore, ini menu nya teteh yang cantik" Sapanya ramah.
" Sore juga, tapi nanti ya kami pesannya, lagi nunggu suami datang dulu" Sahutku dengan ramah juga.
Tak lama dimas datang dan langsung duduk di sebelahku, diambilnya buku menu itu lalu menoleh ke arahku.
" Kalian sudah pesan?" Tanya dimas.
" Belum, kita kan lagi nunggu kamu datang dulu" Jawabku.
" Ya sudah pesan saja, terserah kamu dan yuli mau makan apa, kalau buat aku terserah istirku saja yang pilih" Ucap dimas sambil memberikan buku menunya padaku.
__ADS_1
Aku dan yuli pun sibuk menulis makanan yang akan kami pesan, setelah selesai ku berikan pada pelayan yang sedang menunggu tadi.
" Baik silahkan di tunggu, makanannya akan segera kami siapkan" Ucap pelayan itu sambil membungkukkan badannya dan berlalu pergi.
" Tadi pesan apa sayang?" Tanya dimas sambil menatapku.
" Tadi aku pesan nasi liwet beserta lauk pauknya, tapi makannya beralaskan daun pisang, aku kangen makan ala di kampung dulu" Jawabku lirih, dimas pun tersenyum lalu membelai rambutku dengan lembut.
" Kamu kangen pengen pulang ya?" Tanyanya lagi, aku menjawab dengan menganggukkan kepalaku.
" Perjalanan ke kampung cukup jauh ros, sedangkan kamu lagi hamil muda begitu, takut kenapa2 lho" Yuli pun ikut nimbrung.
" Benar kata yuli yang, atau nanti kita ke dokter periksa kandungan kamu, sambil konsultasi apakah boleh bepergian jauh" Ucap dimas.
" Semoga saja dokter membolehkannya" Ujarku penuh harap, dimas kembali membelai rambutku di kecupnya keningku penuh kasih sayang, yang entahlah itu tulus atau ga nya.
" Huh aku disini jadi obat nyamuk kalian deh" Ketus yuli.
" Makanya lu itu jangan ngejomblo terus yul, atau jangan2 lu ga laku2 lagi" Ledek dimas dengan terkekeh.
" Si***n lu dim kam***t doank, gue bukan ga laku, tapi gue kebanyakan pilihan bikin bingung" Sarkas yuli.
" Oke..oke gue percaya saja lah ma lu yul daripada bonyok" Ucap dimas cengengesan.
" Huuh sama saja lah itu mah" Ketus yuli pura2 ngambek, kami semua tertawa dengan penuh canda tawa.
__ADS_1
Sungguh aku senang banget dengan kebersamaan hari ini, hatiku sedikit tersentuh dengan sikaf dan perlakuan dimas yang jauh berbeda dengan sebelum2nya. Tak lama makanan yang kami pesan datang, para pelayan menatanya di meja dengan penuh hati2.
Sungguh pemandangan yang sangat indah melihat nasi liwet terhampar di daun pisang, di tambah dengan lauk pauk ala pedesaan membuatku sudah tidak sabar untuk segera menyantap makanannya.
" Waw jengkol goreng cooy sama ikan asin plus sambel, pake tumis kangkung juga lalapannya, makan besar kita" Pekik yuli girang.
" Ada sayur asemnya juga brooo, tarik siiis" Teriaknya lagi histeris, aku tertawa lucu melihatnya, ulah yuli memang selalu membuatku tertawa.
" Sudah..sudah sekarang kita makan, sikat sampai habis" Ucap dimas, kami bertiga makan dengan lahap, sungguh nikmat terasa, nasi liwetnya benar2 memanjakan lidah kami. Hanya butuh beberapa menit makanan pun sudah habis tak bersisa.
Kami semua duduk dengan bersandar kekenyangan, tak lupa aku meneguk habis teh hangatku, sungguh hari ini terasa sangat indah buatku.
" Mau nambah lagi yang?" Tanya dimas sambil menatapku, aku tak kuasa menjawab cuma bisa menggelengkan kepalaku saja.
" Lu yul?" Tanya dimas lagi.
" Hadeehh ga deh dimas, perut gue takut meledak nanti" Jawab yuli dengan terengah sambil mengusap perutnya yang kekenyangan.
" Ya sudah, gue ga maksa kok" Ucap dimas dengan terkekeh.
Entah kenapa hatiku tiba2 berdesir seperti ada yang memperhatikan kami, kulihat ke sekeliling ku, kuperhatikan satu2 pengunjung yang ada di situ tapi ga ada yang ku kenal.
" Kenapa sayang?" Tanya dimas ketika melihatku yang seperti gelisah.
" Ga ada kok ga ada apa2 dimas, aku cuma kekenyangan saja" Elakku. Dimaspun manggut2, ah mungkin cuma perasaanku saja tepisku dalam hati.
__ADS_1