Belenggu Derita

Belenggu Derita
Semakin mencintaimu


__ADS_3

Sudah hampir setahun aku berpacaran sama andi, malam ini aku akan kencan karena kebetulan malam libur kerja jadi aku bisa keluar tanpa di buru2 oleh waktu.


Seperti biasa andi menjemputku, kami pergi ke puncak tempat kencan pavorit kami, seperti biasa kami duduk sambil melihat pemandangan malam yang sangat indah, kerlap kerlip lampu kota dari kejauhan sungguh sangat menakjubkan.


Kusandarkan bahuku di dada bidang andi dan andipun memelukku erat.


"Ros" Bisik andi pelan di telingaku


" Hmm" Jawabku.


"Lusa aku ada kerjaan mendadak ke luar kota" Ucap andi, kuangkat kepalaku dan ku tatap andi.


" Berapa lama ndi, jangan lama2 ninggalin akunya dong" Tukasku manja


"Paling sebulan ros, bisa jadi 2 bulan, tergantung kerjaanku beres ga nya, tapi akan aku usahain secepatnya" Ucap andi sambil membelai rambutku, kecupnya pucuk kepalaku.


" Lama juga ndi" Ucapku lirih, mataku mulai memanas, ku tahan jangan sampai menangis.


"Percayalah ros aku akan kembali, setelah itu kita akan menemui orang tuamu, aku ingin secepatnya meresmikan hubungan kita" Janji andi meyakinkanku.


"Benarkah ndi?" Tanyaku, andipun menanggukkan kepalanya dan tersenyum manis, dikecupnya keningku dengan lembut.

__ADS_1


" Ya sudah aku percaya sama kamu, setelah beres kerjaannya segeralah kembali, aku pasti akan merindukanmu" Tukasku pasrah


" Aku janji ros, ini juga demi buat masa depan kita" Ucap andi dibelainya wajahku penuh kasih sayang, mataku berbinar bahagia mendengar kata2 andi, kembali kusandarkan kepalaku di dada andi, aku merasa nyaman ketika andi memelukku.


" Dan kamupun harus janji untuk menungguku ros" Ucap andi lagi sambil menatapku.


" Iya ndi aku janji, apapun yang terjadi aku akan selalu menunggumu" Tukasku, andipun tersenyum bahagia dan kembali memelukku, di angkatnya daguku hingga nafas nya terasa hangat menerpa wajahku, kupejamkan mataku dan kupeluk leher andi, kami tenggelam dalam manisnya cinta, entah berapa lama kami saling berpelukan setelah akhirnya kami melepaskan pelukan masing2 dengan nafas yang terengah, andi menatapku lembut dengan penuh cinta, aku tertunduk malu setelah akitifitas yang barusan kami lakukan.


" Jadilah ibu dari anak2ku ros" Pinta andi.


"Iya ndi, cepatlah kembali nanti" Jawabku


Aku tak mampu berkata kata, kupeluk andi dengan penuh rasa bahagia.


" Sudah malam ros kita pulang" Ajak andi


"ya sudah" Jawabku enggan, andi tersenyum melihatku yang masih betah


" Sabar sayang nanti kalau kita sudah menikah ga akan ada jarak lagi di antara kita, dan kita bebas saling melepas rindu" Ucapnya mengerlingkan mata menggodaku


"Apaan sih ndi" Ucapku tersipu malu.

__ADS_1


" Aku juga masih kangen sama kamu, tapi waktu yang tidak memungkinkan, aku ga mau orang2 mess menganggap kamu perempuan yang suka pulang malam" Ucap andi


" Iya ndi aku juga faham, ya sudah yuk kita pulang" Ujarku, andipun bangkit berdiri kamipun bergegas menuju parkiran mobil dengan bergandengan tangan juga canda tawa bahagia.


Kami tak menyadari di ujung jalan yang gelap ada sepasang mata yang mengawasi kami sampai kami masuk mobil, tatapan penuh kemarahan terlihat dari sorot matanya yang berapi api.


Setelah masuk ke mobil dimas perasaanku ga nyaman, aku merasa ada yang sedang memperhatikan kami, kulihat sekeliling tapa semua ga ada yang aku kenal, ah mungkin cuma perasaanku saja bhatinku.


" Kenapa ros kok kamu kaya gelisah"? Tanya andi heran


" Entahlah ndi, aku merasa seperti ada yang memperhatikan kita" Jawabku gusar


" Apa ada yang kamu kenal tadi orang2 yang di parkiran itu?" Tanya andi, aku menggelengkan kepalaku karena memang ga ada yang aku kenal


" Mungkin itu cuma perasaan kamu saja karena memikirkan akan aku tinggal lama" Kekeh andi.


Kutatap andi dengan kesal kucubit tangannya karena sudah menggodaku.


" Ampun ros ampun ga lagi2 deh" Gelak andi, aku semakin cemberut dengan tingkahnya yang terus2an menggodaku


" Iya iya sayang maaf habisnya kamu ngegemesin cup" Ucap andi sambil di kecupnya bibirku, aku sungguh kaget menerima kecupannya yang tiba2 itu, mukaku terasa panas aku tersipu malu tapi aku sangat bahagia dengan kemesraan yang andi tunjukkan, mobilpun melaju pelan meninggalkan puncak menuju arah pulang

__ADS_1


__ADS_2