Belenggu Derita

Belenggu Derita
Bibi mendapat panggilan kerja


__ADS_3

Sayup2 terdengar suara adzan subuh di telingaku, aku perlahan membuka mata kulihat bibi masih terlelap tidur, aku bangkit dari tempat tidur sambil ku geleng2kan kepalaku yang terasa pusing.


Dengan enggan kupaksakan mandi karna sebentar lagi ibu pasti manggil, selesai mandi kubangunkan bibi untuk segera mandi


" Bi.. bibi bangun udah subuh, cepetan mandi keburu ibu manggil" Kataku sambil ku guncang2kqn tubuh bibi, agak susah tapi akhirnya bangun juga.


" Hoooaaamms jam berapa ros" Tanya bibi


" Jam 4.40 bi, cepetan mandi nqnti di omelin ibu" Jawabku, dengan terkantuk kantuk bibi pergi untuk mandi.


Seperti biasa kami sekeluarga sholat subuh berjama'ah, setelah selesai sholat aku dan bibi membantu ibu masak di dapur


" Ros selesai masak ibu mau ke kampung sebelah dulu ya, mau ngebantu masak di tempat bu rina" Ujar ibu


" Emang ada acara apa bu" Tanyaku


" Kan anaknya bu rina lusa nikah sama orang kota ros, jadi kemungkinan ibu nginep disana, ibu titip adik2mu selama ibu disana" Ucap ibu

__ADS_1


" Iya bu tenang saja, ibu ga usah kuatir aku akan mengurus semua selama ibu ga ada" Jawabku


" Ya sudah, lagian disini masih ada wiwit yang nemenin, belum ada panggilan kan wit?" Tanya ibu sambil melirik bibi


" Belum teh" Jawab bibi


" Ya sudah kamu disini saja wit kebetulan nemenin rosita, ibu mau siap2 dulu ya ros, kamu siapin sarapan di meja" Tukas ibu


" Iya bu" Jawabku, selesai sarapan ibu pun berangkat ke kampung sebelah di antar kakakku, adik2ku pun sudah berangkat sekolah, tinggal yang tersisa aku sama bibi di rumah.


Lagi asyik ngobrol di kamar tiba2 handpone bibi berdering, lalu bibi mengangkat panggilan telponnya, setelah selesai menerima telpon bibi berteriak bahagia


" Alhamdulillah atuh bi akhirnya bibi kerja, kapan berangkatnya" Tanyaku


" Sekarang ros, aku mau beres2 dulu ya" Jawab bibi


"Cepet amat ya bibi dapet panggilan kerjanya, aku jadi ga ada temen curhat lagi deh" Kataku sendu

__ADS_1


" Tenang aja ros, insya alloh kalau aku lagi libur aku pasti pulang dulu kesini, kita jalan2 lagi deh puas2in ok" Tukas bibi menenangkan, setelah selesai ngepack barang2 bibi pun pamit di anter ojek, kulepas kepergian bibi dengan berat hati.


" Tolong sampaikan salam dan maaf aku ya ke teteh, aku harus cepat2 berangkat soalnya" Pamit bibi


" Iya bi nanti aku sampein ke ibu, ya sudah bibi hati2 di jalan, jangan lupa kabarin aku nanti ya" Jawabku


" Iya dong pasti ros, ya sudah assalamua'alaikum" Tukas bibi sambil mengucap salam


" Wa'alaikumsalam" Jawabku, kutatap kepergian bibi sampe hilang dari pandangan, aku masuk ke rumah dengan gontai.


" Ya sepi lagi deh ni rumah" Gumamku sambil berjalan ke kamar, ku rebahkan tubuhku di atas kasur, mataku menerawang jauh.


Terasa sepi yang kurasakan sekarang, setelah kejadian kemarin sekarang malah di tinggal bibi kerja.


Kutarik nafas yang terasa berat lalu kuhembuskan kuat2 agar bisa meringankan beban yang menggganjal di hati.


" Ya alloh apa yang harus aku lakukan setelah apa yang kualami ini" Bhatinku, aku semakin gelisah kepala pun terasa pecah memikirkan semua yang terjadi.

__ADS_1


Akhirnya akupun tertidur dan berharap semua yang telah terjadi bukan nyata tapi mimpi


__ADS_2