Belenggu Derita

Belenggu Derita
Perpisahan membawa petaka 2


__ADS_3

Kutarik tangan dimas dengan cepat, antara sadar dan tidak aku memeluk dimas dengan erat.


" Jangan ninggalin aku dim, aku takut kepalaku pusing" Kataku


"Ta tapi ros" Sergah dimas, dia kelhatan canggung ketika aku merebahkan kepalaku di dadanya, ku selusupkan mukaku ke dada dimas sambil tetap ju peluk erat tubuhnya, pengaruh alkohol memang gila, akal sehatku sudah ga bisa berfikir.


Dimas kaget ketika wajahku yang dekat dengan wajahnya, akhirnya dimas yang tadinya mwrasa risih ga mampu menahan lagi, di lumatnya bibirku dengan penuh gairah, aku yang dalam pengaruh mabuk cuma pasrah, aku merasakan sebuah sentuhan2 yang baru pertama kali aku rasakan, aku semakin terlena dan ga tau lagi apa yang terjadi.


Aku terbangun dengan kepalaku yang terasa sakit, akupun mencoba untuk duduk tapi kurasakan perih dan sakit di area sensitifku, aku pun berteriak ketika menyadari tubuhku sudah polos tanpa ada sehelai benangpun menutupi.


" Aaaaarrggh mmmhhh" Tapi tiba2 sebuah tangan membungkam mulutku, ku lihat ternyata dimas yang berada di sampingku dengan keadaan sama kaya diriku polos tanpa sehelai benangpun


" Apa yang kamu lakukan dimas, a apa yang terjadi di antara kita hiks hiks" Tanyaku sambil menangis

__ADS_1


" Suuuuttt jangan keras2 yang lain takut terbangun, ga apa2 ros aku sayang kok sama kamu, kita kebablasan akibat mabuk, dan kamu juga yang ga mau aku tinggal hingga membuat aku ga bisa nahan" Jawab dimas sambil membelai rambutku menenangkan.


Aku makin tersedu mahkota yang selama ini kujaga hancur sudah dalam sekejap


" Ta tapi gimana hidup aku kedepannya dim, apa yang harus kukatakan sama ayah dan ibu hik hiks" Ucapku dengan berurai airmata


" Sssttt jangan menangis sayang, kamu jangan dulu bilang ma orang tua kamu, nanti kalau aku udah siap dan punya kerjaan tetap, baru kita bilang berdua, ok" Jawab dimas, beribu2 kata rayuan yang dimas ucapkan membuat aku percya, akupun setuju untuk tidak dulu bilang sama ayah dan ibu.


Dimas kembali menciumku dengan lembut, akupun menikmatinya juga, sentuhan2 dimas membuat aku terlena akhirnya kami melakukannya lagi, kali ini dengan aku yang sudah tersadar dari mabuk, madih terasa sakit tapi dimas berhasil membuat aku merasa melayang layang ke langit ke tujuh.


" Yuk keluar, bentar lagi bibimu datang" Ajak dimas, aku cuma menganggukan kepala dengan malu mengingat apa yang sudah terjadi barusan.


Ku berjalan agak sedikit ngilu, tapi kupaksakan dan berusaha berjalan normal, di luar kamar nampak teman2 aku sudah pada meler semua, kulihat yuli tertidur di sofa.

__ADS_1


Tak lama terdengar suara motor ternyata dedi dan bibiku sudah datnag


" Woyy udah pada tepar gimana sih, ini masih ada banyak kalian udah K.O" Teriak dedi


" Udahlah ded kita2 aja yang masih kuat yang minum mah, iya ga ros ?" Jawab dimas smbil melirik ke arahku


" Hmm oh i iya dim" Jawabku gugup


" Udah sadar kamu ros" Tanya bibi


" Emang rosita gila wit" Dimas yang menjawab


" Hadehhh tadi kan dia mabuk dim, gimana sih kamu itu" Jawab bibi sambil mencebikan bibirnya

__ADS_1


" Udah ga sekarang mah bi" Aku yang menjawab


" Ya sudah kita lanjut lagi berempat, biarin yang lain mah" Seru dedi sambil menuangkan minuman ke empat gelas kosong, akhirnya kami lanjut lagi minum sambil ngobrol ketawa ketiwi, bibi udah mulai mabuk dia menyandarkan tubuhnya ke tubuh dedi


__ADS_2