
Tengah malam aku terbangun karena haus, aku bangkit dan menuju dispencer yang terletak di samping ranjangku, ku reguk sampai habis air putih terasa menyegarkan tenggorakanku.
Aku pun duduk bersandar di ranjangku, ku ambil mangga muda yang terlihat menggiurkan, rasa asam dan pedas dari sambelnya terasa segar dan nikmat di mulutku, setelah puas dengan mangga muda perutku terasa lapar rasa2nya pengen bikin mie instan cabe rawit yang banyak dan di kasih jeruk limau.
Membayangkannya aku sungguh2 ga tahan, segera aku turun menuju dapur, ku ambil bahan2 yang ku butuhkan untuk membuat mie instan dambaanku tadi.
Sedang asyik masak aku di kagetkan dengan suara orang yang berjalan dengan tergesa gesa.
" Aduuuh neng kok masak sendiri, kenapa ga bangunin bibi" Ucap bi nani panik.
" Ga apa2 kok bi kasihan bibi capek, lagian aku nya sudah laper banget bi hehe" Kekehku.
" Tapi nanti ketahuan den dimas mah bibi di marahin" Ucap bi nani dengan wajah yang cemas campur takut.
" Ga apa2 kan ga tau ini, lagian aku nya juga lagi ga pusing bi" Ucapku sambil menuangkan mie instan ke mangkuk, lalu aku duduk di meja makan, hmmm wangi dari jeruk dan cabe rawitnya membuatku tak sabar untuk segera menyantapnya.
" Bibi kalau mau bikin saja sendiri ya, aku makan duluan udah laper banget" Ucapku, langsung kulahap mie instan yang tadi ku buat, lezat terasa di lidahku.
Bibi memperhatikanku yang sedang makan dengan lahap sambil tersenyum geleng2 kepala.
__ADS_1
" Pelan2 neng itu masih panas" Ucap bi nani cemas melihatku, aku hanya terkekeh dan kulanjutkan makanku sampai habis tak bersisa beserta kuah2nya.
" Alhamdulillah kenyang bi" Ucapku puas, bi nani menyodorkan segelas air putih dan langsung ke teguk habis.
" Habis ini neng mau cemilan apa, biar bibi buatin sekarang?" Tanya bi nani, aku pun berfikur bikin cemilan apa takut nanti laper lagi.
" Apa ya bi, hmmm mangga muda masih ada banyak di kamar, oh iya aku pengen roti bakar keju susu saja bi" Ujarku setelah agak lama berfikir.
" Ya sudah bibi buatkan sekarang, neng istirat lagi saja nanti bibi anterin ke atas" Ucap bi nani.
" Oke deh bi makasih" Sahutku, lalu akupun pergi kbali ke kamar, kurebahkan tubuhku di kasur dengan senyum puas, hhh kenyang sudah nih perut gumamku.
Mataku terasa berat efek dari kekenyangan dan tak lama akupun tertidur dengan pulas.
" Masuk bi ga di kunci" Ucapku dengan mata yang masih terpejam.
" Ini roti bakarnya neng sudah bibi buatin" Terdengar suara bi nani, hmm tercium aroma roti bakar yang menggugah seleraku, mbuat mataku kembali segar, akupun lalu bangkit dan mengambil roti bakar di atas meja.
" Bibi mau nyicip ga" Tawarku sambil menggigit roti bakar.
__ADS_1
" Ga neng, bibi mah kalau makan yang manis2 itu suka pusing" Ujar bi nani.
" Ya sudah aku habisin saja ya bi" Ucapku dengan terkekeh.
" Atuh harus neng, kan sengaja buat neng ros" Ujar bi nani dengan tersenyum.
" Bibi tadi bingung minumnya belum bibi bikin, neng mau minumnya apa? Tanyanya lagi.
" Teh tarik saja bi" Jawabku sambil mengunyah roti bakar.
" Ya sudah bibi ke bawah dulu" Pamitnya, lalu bi nani keluar menuju dapur, tak lama kembali lagi dengan membawa segelas teh tarik di nampan.
" Ini neng teh tariknya" Ucap bi nani.
" Iya bi, sekarang bibi kembali istirahat saja, aku juga habis ini mau tidur lagi" Ujarku kadihan melihat mata bi nani yang kelihatan masih mengantuk.
" Iya neng bibi pamit istirahat, kalau mau makan lagi bangunin bibi saja ya" Ucap bi nani.
" Asyiaaap bi" Ucapku dengan tersenyum manis, lalu bi nani pun keluar dari kamarku.
__ADS_1
Kembali ku lanjutkan menyantap roti bakarku, setelah habis ku raih dan ku reguk teh tarik hangatnya, hmmm nikmat sekali gumamku.
Perutku terasa benar2 sangat kenyang membuat mataku terasa berat, akhirnya aku kembali tertidur bahkan sekarang tidurku sangat pulas.