
Kami siap2 untuk pulang, setelah semuanya beres kami berjalan menuju parkiran, dimas menggandeng tanganku dengan erat. Sesampainya di parkiran dimas melepaskan tanganku dengan kening yang mengernyit heran.
" Perasaan tadi ban mobil baik2 saja, kenapa sekarang jadi kempes?" Gumam dimas, aku dan yuli pun saling pandang heran juga.
" Coba di periksa dimas, kok bisa kempes" Sahutku, dimas lalu berjongkok memeriksa ban mobilnya.
" Sial kena paku" Rutuknya.
" Terus gimana dong, aku lihat sekitar sini ga ada bengkel" Ucapku lemas, karena pasti ga bisa cepat2 pulang.
" Lu memang ga ada ban serep dimas?" Tanya yuli.
" Ada tapi cuma satu, sedangkan yang kempes kan dua yul" Jawab dimas, tiba2 salah satu pelayan menghampiri kami.
" Ada yang bisa kami bantu pak?" Tanyanya sopan.
" Ban mobil kamoli kena paku kang, apa bengkel di sini jauh ga?" Jawab dimas sambil balik bertanya.
" Ada pak tapi lumayan agak jauh, tapi disini disediakan mobil derek jadi bapak bisa membawanya ke bengkel" Jawab pelayan itu, dimas menoleh padaku dan yuli.
__ADS_1
" Kalian naik taksi saja ya takut sudah lelah" Ucapnya, aku ga tega juga ninggalin dimas di situ.
" Ga dimas, aku dan yuli nunggu kamu saja di sini, kita kan bisa pesan lagi minuman dan juga cemilan sambil nunggu kamu" Sahutku.
" Ya sudah kalian pesan lagi saja apa yang kalian mau, kang tolong panggilkan mobil dereknya" Ucap dimas, pelayan itu dengan cepat berlalu pergi.
Aku dan yuli kembali ke tempat semula dan memesan minuman juga beberapa kudapan manis juga cemilan. Aku menikmati minumanku dan kudapan yang terasa lezat dan legit di lidahku, aku merasa badanku terasa aneh, jantungku berdebar agak cepat dan rasa sedikit panas menjalari tubuhku. Aku pamit ke toilet dulu ma yuli, cepat2 aku berjalan mencari toilet, ketika sedang mencari toilet seorang pelayan wanita menghampiriku.
" Ada yang bisa kami bantu?" Sapanya ramah.
" Saya nyari toilet, sebelah mana ya?" Sahutku.
Tiba2 sebuah tangan memelukku dari belakang, sontak aku terpekik kaget segera ku balikkan badanku menghadapnya.
" ANDIII!!" Pekikku kaget.
" Apa kabar kamu sayang, aku sangat merindukanmu?" Ucap andi sambil memelukku, aku berusaha melapaskan pelukannya karena aku takut dimas datang.
" Jangan peluk aku ndi lepasin, aku lagi sama dimas" Ujarku panik.
__ADS_1
" Tenang saja sayang, si br*****k itu lama kembalinya" Sahut andi , di kecupnya seluruh mukaku dengan tatapan penuh kerinduan, dan entah kenapa aku tak bisa menolak sentuhan2 andi, desahan2 pun lolos dari mulutku. Andi semakin tak terkendali begitu juga aku, sampai tak terasa pakaian2 kami pun sudah terlepas dari tubuh kami.
Pergulatan panaspun terjadi di kamar itu, aku sangat menikmatinya bahkan sangat2 menikmatinya, andi terkulai lemas di sampingku, seketika aku tersadar dan cepat2 berdiri lalu memakai lagi pakaianku, aku sangat tak mengerti apa yang terjadi padaku, andipun lalu memakai pakaiannya kembali lalu tersenyum manis padaku.
" Kenapa kamu bisa ada di sini ndi, aku harus cepat2 keluar kasihan yuli pasti kelamaan nunggu, dan takut dimas datang" Ucapku dengan panik, andi lalu berdiri dan menghampiriku.
" Tenang sayang, si br*****k itu masih agak lama datangnya" Ucapnya lembut, aku semakin tidak mengerti kenapa andi bisa tahu, tapi aku ga ada waktu lagi untuk mencari jawabannya, aku harus segera keluar dari kamar itu.
Dengan perlahan aku mundur dan dengan cepat berbalik menuju pintu, kubuka dan setengah berlari aku menuju tempat dimana yuli sedang menunggu.
" Hei kenapa kamu lari2 begitu ros" Tanya yuli panik sambil memegang tanganku, segera aku duduk dengan nafas yang masih memburu.
" Ini minumlah dulu ros, lalu kamu ceritakan kenapa sampai berlari kaya " Ucap yuli sambil menyodorkan air mineral padaku, dengan cepat ke teguk sampai habis, kupejamkan mataku agar nafasku kembali normal.
" Dimas sudah datang belum yul?" Tanyaku was2.
" Belum, tadi kata pelayan kamu katanya muntah2, lalu lagi di urut dulu sama ibunya pelayan itu kebetulan tukang urut katanya, gimana sekarang keadaan kamu?" Sahut yuli sambil bertanya padaku.
" Akuu udah baikan kok sekarang mah" Jawabku agak gugup.
__ADS_1
" Syukurlah, tadi aku mau nyamperin kamu tapi takut dimas datang" Ucap yuli, syukurlah yuli ga curiga bhatinku.