Belenggu Derita

Belenggu Derita
Cerita yuli


__ADS_3

Selesai sarapan yuli duduk di sampingku sambil nonton tv, tak lama bi nani datang membawa minuman dan cemilan, setelah itu bi nani pamit mau belanja ke pasar.


Tinggal kami berdua di rumah, yuli dan aku ngobrol sambil sesekali tertawa bersama, beruntung aku di temani yuli membuatku tidak merasa jenuh di rumah.


" Ros, ada hal penting yang mau aku bicarakan ma kamu" Ucap yuli sambil menatapku, aku pun menoleh ke arah yuli sambil mengernyitkan dahiku.


" Hal apa yul, kok perasaanku jadi ga enak?" Tanyaku was2.


" Eemm anu ros, ini soal andi" Jawab yuli ragu2.


" Bicaralah jangan ragu2" Ucapku serius.


" Waktu kita habis nonton itu, besoknya andi datang ke rumah ros, dia menanyakan tentang kehamilanmu" Tutur yuli.


" Terus?" Tanyaku penasaran.

__ADS_1


" Dia bilangg, katanya anak yang kamu kandung itu kemungkinan besar anak andi" Ujar yuli sambil menatapku, mataku melotot saking kaget dengar kabar dari yuli itu, karena akupun merasa begitu, tapi aku ga mungkin mengiyakan karena itu akan menjadi masalah yang sangat besar dan berbahaya.


" Akupun merasa begitu yul, tapi seandainya iya aku ga mungkin jujur pada andi ataupun dimas, itu semua sangat berbahaya yul, aku ga mau sampai dimas mengetahui terus sampai ke telinga ibuku, entah apa yang akan terjadi nanti" Ucapku dengan bibir bergetar, tak terasa butir2 air mata bergulir di pipiku.


Yuli langsung memelukku dan akupun tak kuasa menahan tangisku, ku tumpahkan tangisku dalam pelukan yuli.


" Iya ros aku tahu sangat tahu, kamu yang sabar ya, insya alloh suatu saat pasti akan ada jalan buat semua permasalahanmu ini" Hibur yuli.


" Semoga saja yul" Ucapku masih terisak.


" Iish kamu itu dasar kampret, orang lagi sedih malah di katain astrajingga" Teriakku dengan menahan tawa, kesedihanku mulai sedikit lumer dengan candaan yuli.


" Haha tapi bener kan, muka mu jadi jelek kalau lagi nangis gitu" Ledek yuli, membuatku makin gemas dengan tingkahnya, kamipun kembali bercanda ria sampai tak terasa sudah waktunya makan siang, bi nani menghampiri kami dan mengatakan bahwa makan siang sudah siap.


Aku dan yuli bergegas menuju meja makan di dapur, segera ku ambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk, begitupun yuli melakukan hal yang sama.

__ADS_1


" Bi nani sudah makan belum?" Tanyaku pada bi nani.


" Belum neng, nanti saja bibi lagi tanggung ngeberesin belanjaan tadi" Jawab bi nani yang sedang sibuk memasukan sayuran dan lainnya ke dalam kulkas.


" Nanti saja bi beres2nya, sini makan dulu bareng kita" Ucapku sambil menatap bi nani.


" Iya bi biar tambah nikmat kalau makan ramean mah" Timpal yuli.


" Ga ah neng ros neng yuli, kalian makan duluan saja, nanti bibi mah" Tolak bi nani, aku mengerti mungkin bi nani merasa ga enak makan satu meja dengan aku dan yuli.


Akupun bangkit dan menghampiri bi nani, ku pegang tangannya dengan lembut.


" Kalau anakku yang pengen bibi ikut makan gimana, apa bibi masih menolak?" Tanyaku sambil mengusap perutku, bi nani tampak berfikir lalu menganggukkan kepalanya.


" Nah gitu dong bibiku sayang" Seruku riang karena senang akhirnya bi nani mau ikut makan bareng kami, ku rangkul bahu bi nani dan ku tuntun menuju meja makan.

__ADS_1


Kami bertiga pun makan bersama, aku bahagia sekali karena aku merasa seperti di rumahku dulu di kampung, yang selalu makan bareng ibu, kakak dan adik2ku.


__ADS_2