
Selesai makan baso aku dan yuli menunggu dimas menjemput kami pulang, sebenarnya aku masih ingin jalan2 tapi dimas tidak mengijinkan.
Kami duduk di taman pinggir jalan depan mall sambil ngobrol.
" Lama amat sih dimas ya" Gerutuku, karena sudah lumayan lama aku dan yuli duduk di taman.
" Macet kali ros sabar, mungkin bentar lagi nyampe" Bujuk yuli.
" Kamu tunggu dulu sini yul, aku mau beli dulu es krim sebelah sana" Ucapku sambil menunjuk penjual eskrim, yulioun menganggukkan kepalanya.
Aku bergegas pergi untuk membeli eskrim kesukaanku, tiba di sana aku pesan rasa coklat, strawberry dan vanilla satu2.
Saat mau membayar eskrim pesananku tiba2 andi ada di sebelahku dan membayar eskrim yang ku beli.
" Sudah ros aku yang bayar, sekalian aku juga mau beli" Ujarnya santai, aku terkejut melihatnya.
" Ga usah ndi, aku juga ada kok" Ucapku pelan.
" Udah sana cepat pergi ros, suami kamu tuh udah datang, nanti dia melihat kita" Bisik dimas tanpa menoleh kearahku langsung berlalu pergi.
__ADS_1
Akupun menoleh ke arah taman, benar saja dimas sedang menatapku tajam, dan yuli kelihatan gugup memberi isyarat dengan matanya agar aku cepat2 kembali.
Kulangkahkan kakiku dengan cepat sambil membawa eskrim di tanganku, nampak dimas yang menatapku tajam penuh selidik.
" Kamu tadi ngobrol sama siapa??!!" Tegurnya dengan penuh penekanan.
" Ituu tadii orang yang iseng saja, dannn akupun ga tau siapa dia" Ucapku dengan gemetar takut dimas marah.
Dimas yang melihat tanganku gemetar seketika melunak wajahnya, lalu dengan tersenyum mengenggam tanganku.
" Ya sudah ga usah di bahas lagi, mungkin dia ga tau kamu sudah punya suami" Ucapnya lembut. di usapnya rambutku.
Kamipun masuk ke dalam mobil menuju arah pulang, karena waktupun sudah menjelang sore.
" Yul ini eskrim kamu, mau rasa apa?" Tanyaku pada yuli.
" Vanilla saja ros" Jawabnya, aku segera menyodorkan eskrim vanilla ke yuli, dengan riang yulipun menerima eskrimnya.
" Kamu mau eskrim ga?" Tanyaku pada dimas.
__ADS_1
" Boleh, aku mau nyoba dikit, tapi suapin" Jawab dimas dengan tersenyum nakal.
" Kaya anak kecil saja kamu tuh pengen di suapin" Cebikku, kusendok eskrim dan kusodorkan ke mulut dimas, dengan antusias dimas membuka mulutnya.
" Ehmm, ehmm duh so sweet banget, inget ya ada jomblo di belakang" Celetuk yuli dengan memasang muka pura2 cemberut, akuu dan dimas tergelak lucu melihatnya.
Setelah menurunkan yuli di depan rumahnya dimaspun melajukan mobilnya menuju arah pulang.
Selama perjalanan pulang dimas lebih banyak diam, aku cemas melihatnya, apakah tadi dimas melihat andi kah atau ahh aku jadi pusing sendiri.
" Aku tadi seperti pernah melihat cowok yang ngobrol sama kamu itu, tapi dimana ya" Ucap dimas memecah keheningan.
" Aku juga ga tahu siapa, atau mungkin iya kamu kenal atau pernah ketemu" Aku terpaksa berbohong, ya alloh semoga dimas tidak mengenali andi jeritku dalam hati.
" Mungkin juga, asal kamu tidak macam2 akupun ga akan marah" Ucap dimas sambil melirik ke arahku.
" Mana berani aku macam2 sama kamu, itu sama saja aku bunuh diri" Ucapku getir.
" Gadis pintar" Ucap dimas sambil mengacak rambutku dan kembali fokus menyetir, aku diam tak menjawab tapi bhatin dan fikiranku terus berkecamuk.
__ADS_1
Tanpa kusadari dimas melirik ke arahku dengan tersenyum sinis penuh ancaman.