
Tak terasa usia kehamilanku sudah menginjak 5 bulan, selama itu dimas semakin ketat mengawasiku, aku semakin tidak di perbolehkan kemana2 kecuali sama dia.
Aku kangen sama yuli sahabatku, bahkan yuli main ke rumah pun tidak di ijinkan oleh dimas, dan itu membuatku stres dan jatuh sakit, dimas memanggil dokter ke rumah untuk memeriksaku, selesai memeriksaku dokter pun memberikan resep obat buat di tebus di apotik.
" Ini jangan lupa di tebus resep nya pak" Ucap dokter sambil menyerahkan resep ke dimas.
" Iya dok, terima kasih" Sahut dimas.
" Dan juga jangan biarkan istri bapak banyak fikiran, ajak istri bapak untuk jalan2 untuk menyenangkan hatinya, biar istri bapak bisa rileks, karena kondisi psikologis yang tertekan bisa mengganggu pertumbuhan bayi dalam kandungannya" Tutur dokter panjang lebar.
" Iya dok, terima kasih atas sarannya" Sahut dimas.
" Sama2 pak, saya pamit" Ucap dokter sambil tersenyum ramah, lalu dimas pun mengantar dokter sampai ke pintu, setelah itu dia balik lagi ke kamarku.
" Kamu mau jalan2 ros?" Tanyanya lembut sambil duduk di sebelahku.
" Mau jalan2 atau ga tetap saja sama ga ada beda nya, jadi aku ga ada keinginan untuk jalan2" Jawabku ketus, dimas menarik nafas nya dengan kasar.
__ADS_1
" Apa yang kulakukan ini semua demi kebaikanmu....." Ucap dimas tertahan.
" Sudahlah ga usah di bahas" Potongku dengan cepat, segera kubalikkan badanku menghadap tembok, malas aku untuk berdebat dengan dimas, karena hasil nya tetap tidak akan berubah.
Krieeeeettt.... Bruuuukk
Terdengar suara pintu kamarku yang di buka dan di tutup dengan kasar, aku menarik nafasku dengan lega akhirnya dimas keluar juga.
Tok..tok..tok
Suara ketukan di pintu terdengar, aku tahu itu pasti bi nani yang mengetuk pintu.
" Ini neng bibi bawakan bubur ayam buat sarapan" Ucapnya.
" Taruh saja di meja bi" Sahutku malas.
" Neng harus makan, biar sehat lagi" Bujuk bi nani.
__ADS_1
" Ga bi aku belum lapar" Tolakku, dengan tersenyum manis bi nani duduk di sampingku, mata nya menatap lembut padaku.
" Neng harus mau makan, kasihan si dede bayi nya nanti, meski neng ros lagi ada masalah tetap dede bayi harus di perhatikan" Tuturnya lembut, aku termenung mendengarnya, ku usap perutku yang sudah mulai sedikit membuncit, tak terasa air mataku menetes.
" Maafkan ibu nak" Ucapku lirih, bi nani mengelus tanganku penuh kelembutan seorang ibu, tak kuasa lagi aku menahan tangisku, ku peluk bi nani sambil menangis.
" Neng yang sabar ya, neng harus kuat demi dede yang ada di perut neng" Bisik bi nani lirih, aku hanya menganggukkan kepala karena aku masih belum puas menangis.
Setelah agak tenang ku lepaskan pelukanku, dan kembali bersandar di ranjangku.
" Bibi suapin ya neng makannya" Ucap bi nani.
" Iya bi" Sahutku, bi nani pun dengan sigap menyuapiku bubur, aku merasa bahagia setidak nya aku merasa sedang di perhatikan dan di rawat ibuku, selesai sarapan bi nani pamit ke bawah untuk melanjutkan pekerjaannya.
" Nanti tolong bikinin aku asinan mangga ya bi" Pesanku sebelum bi nani pergi.
" Iya neng, akan bibi buatin yang paling enak biar si neng nya ga sedih lagi" Sahutnya dengan tersenyum.
__ADS_1
Aku merebahkan tubuhku yang masih lemas, ya aku harus kuat demi si buah hati yang masih di dalam kandunganku ini, fikiranku terasa plong dan itu membuatku tertidur dengan lelap.