Belenggu Derita

Belenggu Derita
Semakin menjadi 2


__ADS_3

Aku terbangun ketika kurasakan sebuah tangan membelai rambutku, samar2 kulihat dimas duduk di samping tempat tidur.


" Maaf ros aku ga bermaksud membangunkanmu" Ucapnya lembut tapi terdengar sangat memuakkan buatku, kupalingkan wajahku tak sudi melihat mukanya.


" Kamu belum makan ros, aku bawakan kesini kamu makan ya" Ucap dimas lagi


" Ga mau aku ga lapar, sana kamu ngapain kesini, nanti mak lampir bangun melihat kamu disini aku yang kena imbasnya" Ketusku


" Hhh si tua ga akan bangun ros, sudah kuberi obat tidur dosis tinggi, kamu makan ya ros" Ujar dimas lirih, aku menggelengkan kepalaku .


" Ros kamu pilih makan atau puaskan aku malam ini" Ucap dimas dengan menyeringai licik, buru2 aku bangun lalu ku ambil piring makan yang dibawakan oleh dimas, dengan cepat aku memakan habis semuanya.

__ADS_1


" Istriku memang pintar, nih minumnya" Ucap dimas lembut, dengan cepat kuraih gelas di tangan dimas ku tenggak sampai habis, dimas tersenyum melihat tingkahku, aku ingin cepat2 suami ga berahklak ini pergi dari hadapanku makanya secepatnya kuhabiskan semua.


" Sudah habis semua makanannya, silahkan kamu keluar tinggalkan aku sendiri!!" Tegasku, tapi dimas hanya duduk santai sambil menatapku, aku makin geram di buatnya tanpa banyak bicara lagi kubaringkan tubuhku di kasur, kuselimuti seluruh tubuhku sampai ke kepalaku kubalikkan tubuhku menghadap jendela, aku ga sudi di tatap olehnya.


Dimas masih duduk di tempatnya tanpa bergeming, aku semakin kesal di buatnya tapi untuk mengusirnya juga percuma, setelah beberapa saat tubuhku terasa gerah, ada hawa panas yang menjalar ke seluruh tubuhku, aku semakin resah sebuah hasrat yang membuatku gelisah, aku berusaha menahannya sampai mukaku memerah, kubuka selimutku karena hawa semakin panas, kulihat dimas tersenyum melihatku.


" Apa yang sudah kamu perbuat padaku dimas??" Pekikku tertahan karena tubuhku bergetar hebat menahan gairah yang tiba2 datang.


Bibir dimas ******* bibirku dengan penuh gairah akupun membalasnya, entahlah aku benar2 sudah menggila dengan gairah yang tiba datang ini,


Aku bercinta dengan dimas sampai subuh, tak ada penolakkan dariku yang ada aku melayaninya dengan gairah yang memuncak.

__ADS_1


Akhirnya kami tumbang dan akupun terkulai lemas, dimas memelukku lalu mencium keningku.


" Aku mencintaimu ros" Bisiknya lembut, aku pejamkan mataku rasa sakit itu kembali datang.


" Pergilah keluar dari kamar ini, tinggalkan aku sendiri" Ucapku lirih


" Aku tau hatimu pasti sakit ros, tapi aku terpaksa menuruti si tua itu, setiap mau melayaninya aku minum obat kuat dulu agar bisa memuaskannya, karena kalau ga begitu gairahku ga ada ros" Ujar dimas sambil memelukku, di kecupnya keningku dan bibirku.


" Makanya tadi aku kasih si tua itu obat tidur karena aku kangen kamu, tapi kamu pasti mati2an menolakku, ga ada cara lain aku masukkan perangsang ke minumanmu, biar aku bisa bercinta kaya tadi ros, sungguh nikmat terasa" Ujar dimas sambil terkekeh.


Aku malas menanggapinya apalagi dimas memakai cara licik biar aku ga menolaknya, hatku semakin perih dan nyeri mendengar kejujuran dimas.

__ADS_1


__ADS_2