
Sambil menunggu pesanan bakso datang kami ngobrol asyik sambil tertawa tawa
" Nanti kalau libur kerja nonton lagi ya bi, seru banget bi sumpah" Ujarku senang
" Yo'i tenang saja haha, minggu depan cuzz kita nonton lagi" Ucap bibi sambil tertawa.
Tak lama pesanan kami datang, tercium wangi bakso yang harum sekali pasti lezat fikirku.
Setelah meracik baksoku dengan sambel dan saus langsung kusantap dengan lahap, begitupun bibi juga sama.
Cuma beberapa menit bakso kami ludes ga bersisa plus kuahnya pun habis, kusedot es jerukku hmmm terasa nyeesss di tenggorokan
" Alhamdulillah enak banget bi baksonya, tambah lagi minumnya es jeruk tambah nikmat bi" Ucapku antusias
" Iya lah, udah makan bakso yang pedas minumnya es jeruk, kenikmatan yang hakiki" Jawa bibi ga mau kalah
" Baksonya lebih enak dari bakso mas paijo ya bi, kirain yang enak cuma bakso mas paijo doang" Ucapku polos
__ADS_1
" Ya iyalah ros, secara ini kan di kota sayangku yang dodol" Jawab bibi gemas, aku tersipu malu menyadari kalau aku ini kampung banget
" Ya sudah yuk pulang ngantuk" Ajak bibi
"Hayu bi" Jawabku, setelah membayar semua pesanan bakso radi kamipun melangkah keluar.
Tiba2 aku melihat seseorang yang sangat aku kenal turun dari mobil, di ikuti oleh seorang perempuan berambut sebahu kulutnya sawo matang, kuperkirakan usianya sekitar 35tahunan, perempuan itu bergelayut manja di lengan orang yang kukenal itu.
Mataku terbelalak ga percaya dengan apa yang kulihat, bibipun sama kagetnya kaya aku.
" Di dimas bi" Ucapku lirih menahan sesuatu yang sangat sakit menusuk nusuk hatiku, mataku memerah menahan tangis dan amarah juga sakit hati, tubuhku bergetar dan kakiku terasa lemas
Ya orang itu adalah dimas, cowok yang selama ini aku tunggu dan menghilang tiada kabar, akhirnya aku bertemu dengannya tapi dengan situasi yang sungguh sangat menyakitkan.
Dimaspun nampak terkejut melihat kami, tapi kemudian dia pura2 tidak melihat kami dan membuang muka, perempuan itu pun melihat ke arahku dan mengernyitkan dahinya melihatku yang sedang menahan tangis
" Bebs kamu kenal mereka" Tanyanya curiga
__ADS_1
" Ga lah aku ga kenal, udah yuk ga penting juga hany" Jawab dimas, sungguh jawaban yang terdengar seperti ledakan bom di hatiku, seperti ribuan jarum yang menusuk nusuk ke relung hatiku.
Sakitnya ya tuhan membuatku seperti berhenti bernafas, ternyata dimas sekejam itu bahkan dia menganggapku orang lain, tangis yang kutahan tahan akhirnya pecah juga.
Bibi langsung menyetop taksi dan membawaku pergi dari situ.
" Bi kenapa dimas sekejam itu padaku, apa salahku bi sampai dia tega mengkhianatiku seperti ini" Ratapku di sela isak tangisku
" Kamu harus kuat ros, cowok br*****k kaya dia ga pantes kamu tangisi" Ucap bibi sambil memelukku, aku semakin larut dalam tangisku.
Sesampainya di mess bibi membawaku ke kamar, lalu mengambilkanku minum
" Minum dulu ros biar kamu agak tenang, insya alloh cowok yang ga punya hati kaya dia pasti dapet balasannya, kamu yang sabar ya yang kuat, inget keluargamu yang sangat menyayangimu" Disodorkannya gelas ke mulutku, langsung kuteguk sampai habis.
Aku rebahkan tubuhku di kasur, tubuhku terasa lemas seperti tak bertulang, airmata tak henti2nya terus mengalir.
Bibi memandangku prihatin dan ikut menangis juga, terasa tangannya yang membelai rambutku.
__ADS_1
Membuatku terasa nyaman, setelah puas ku menangis dan merasa lelah akhirnya akupun tertidur juga.