
Aku duduk di teras rumah nungguin yuli datang, rasanya kaya sudah berjam jam nungguin tapi ga datang2.
Sebuah taksi berhenti depan rumah, aku berdiri karena itu pasti yuli, yesss ternyata benar sorakku dalam hati.
" Widih pasti lagi nungguin yah?" Sapa yuli sumringah.
" Iya lah, lama ga datang2" Gerutuku sebal, yulipun tertawa melihatku yang cemberut.
" Ya sudah cuss langsung kita memasak" Ucap yuli sambil berjalan masuk dan langsung menuju dapur, akupun ikut di belakang yuli dengan tidak sabar.
Dengan cekatan yuli segera menyiapkan semua bahan2 dan mulai memasak, aku duduk manis menunggu seublaknya matang.
" Masih lama ya yul?" Tanyaku tak sabar.
" Ga kok, bentar lagi mateng" Jawab yuli sambil sibuk mengaduk aduk masakannya.
" Taraaaa jadi deh" Ucap yuli sambil menghidangkan seublak satu panci penuh, tercium aroma seublak yang sangat menggiurkan, membuatku tak sabar untuk segera melahapnya.
" Tunggu di sini aku ambilkan piring ma sendok dulu ya" Ujar yuli menyuruhku duduk ketika megglihatku mau bangkit, akupun duduk kembali.
__ADS_1
Yuli dengan cepat membawakan piring dan sendok lalu menyodorkannya padaku, segera aku menuangkan seublak ke piring dan melahapnya, yuli menatapku sambil tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya.
" Kamu ga makan yul?" Tanyaku heran.
" Mau dong, aku terkesima melihat makan kamu yang kaya seminggu belom makan" Jawab yuli, aku hanya terkekeh dan melanjutkan makanku.
" Mau pake nasi ga neng?" Tanya bi nani tiba2.
" Ga bi, lagi ga pengen makan nasi, bibi sini ikut makan" Ajakku.
" Ga neng ah, duhh padti pedes itu, ga kuat bibi mah" Tolak bi nani sambil bergidik ngeri, aku dan yuli tertawa melihat mimik lucu bi nani.
Yuli sudah selesai makan seublaknya, sedangkan aku masih makan dengan lahap, kuhabiskan seublak buatan yuli sampai habis tak bersisa.
" Sumpah enak yul, nikmat pake banget, cuma kurang pedes dikit" Ujarku, yuli yang lagi minum hampir tersedak mendengar kurang pedes.
" Gila kamu tuh rooos, segitu pedesnya gini, sampe lidahku kaya mati rasa" Pekik yuli dengan mata yang melotot.
Aku tertawa lucu melihatnya, sedangkan yang kurasakan cuma pedas biasa.
__ADS_1
" Minum susu ya yul, kasian mukamu merah begitu" Tawarku, kasihan melihat yuli yang kepedasan.
" Iya ros, gila makin lama makin pedas nih, bibirku serasa jontor begini" Ucap yuli sambil menahan pedas.
" Bii, bi nani!" Panggilku.
" Iya neng" Sahut bi nani.
" Tolong abilin susu di kulkas buat yuli, kasihan kepedesan" Pintaku, dengan cepat bi nani mengambilkan susu di kulkas.
" Di minum neng susunya, sampe ngeringet gitu" Ucap bi nani sambil menyodorkan susu ke yuli.
" Iya bi makasih, sssss haahhh pedas gila ini" Desah yuli sambil menerima susu dan langsung meneguknya sampai habis.
" Hahaha yulii yuli, kamu yang bikin kamu yang kepedasan sendiri" Ejekku sambil tertawa, yuli mendelikkan matanya sambil melihat ke arahku, aku makin tertawa geli melihatnya.
" Bibi mah ngeri melihat kuahnya juga sampe merah begitu" Ucap bi nani sambil bergidik.
" Iya bi, nih anak yang minta cabenya banyak, dasar orang ngidam" Gerutu yuli.
__ADS_1
" Tapi sungguh enak banget yuli sayang seublak buatanmu itu, bikin nagih sumpah" Pujiku dengan tulus.
" Iyaa ya dengan senang hati nanti aku akan siap masak lagi untukmu" Ucap yuli dengan terkekeh.