
Aku tak dapat mengungkapkan bagaimana perasaanku saat ini, kusandarkan kepalaku di bahu andi sambil menatap bulan dan bintang juga kerlap kerlip lampu kota yang semakin membuat suasana sangat romantis.
Dibelainya rambut penuh kasih sayang, membuatku terasa nyaman, bagai mimpi aku yang cuma gadis desa di cintai dengan tulus oleh seorang cowok yang mapan dari kota.
" Udah jam 10 malam ros, aku antar kamu pulang sekarang ya" Ucap andi, akupun teringat kalau aku harus bangun dini hari.
" Iya ndi" Ujarku, padahal aku masih betah berlama lama di situ, apalagi ditemani sama cowok tampan yang sekarang menjadi kekasihku.
Andi sepertinya tau kalau aku masih betah di situ, dibelainya rambutku dengan tatapan lembutnya yang terasa meneduhkan hatiku.
" Kalau kamu udah berhenti kerja kita bisa semalaman disini" Bisiknya di telingaku
" Ga mungkin ath ga kerja mah, kasian ibu dan adik2ku" Tukasku
__ADS_1
" Kalau kamu mau berhenti kerja berhentilah ros, urusan keluargamu nanti aku yang nanggung" Ucap andi sambil mengecup keningku.
" Ga ndi aku ga mau seperti itu, kita baru sebatas pacaran biar aku tetap bekerja, aku ga mau nanti ada kesalah fahaman aku manfaatin kamu" Aku menolak secara halus.
" Ya sudah kalau itu mau kamu ros, tapi nanti kalau sudah jadi nyonya andi tentu saja aku melarangmu kerja" Ucap andi sambil mencubit hidungku gemas.
" Tentu saja, semoga kita ini berjodoh ndi" Tukasku
" Insya alloh ros, nanti kalau aku dapet cuti aku mau mengunjungi orang tuamu" Ucap andi
" Serius ros, demi kebahagiaanku buat apa aku ga serius" Jawab andi, aku tatap matanya disana nampak kejujuran andi, mataku berkaca kaca ku peluk andi sebagai ungkapan rasa bahagia ini.
" Tatap mataku ros, pasti akan kamu lihat keseriusan dan kejujuran dari semua ucapanku" Pinta andi sambil mengangkat daguku, kami saling bertatapan aku tau andi serius, akupun tersenyum menganggukan kepalaku, wajah andi makin mendekat ke wajahku, deegghh jantungku serasa berhenti berdetak, kupejamkan mataku ketika bibir andi mencium bibirku lembut, aaaaahh hatiku semakin berdebar debar manis sekali yang kurasa, andi melepaskan ciumannya dan membelai wajahku penuh kasih sayang.
__ADS_1
" Yuk kita pulang sekarang" Ajaknya, akupun menganggukkan kepalaku, kami berjalan menuju parkiran dengan bergandengan tangan.
Andi memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, tak lama kamipun sampai di mess dengan berat hati kubuka sabuk pengaman dan beranjak mau membuka pintu mobil, tiba2 tanganku di pegang andi.
" Aku ga bisa nganter kamu sampe dalam mess ros, aku ga mau orang2 berfikir yang negatif, ga apa2 kan cuma sampai depan doang?" Tanya andi
" Iya ndi ga apa2" Jawabku, andi pun tersenyum manis di usapnya rambutku dan cuup keningku di kecup andi.
" Ya sudah kamu masuk langsung tidur istirahat, mimpi yang indah" Ucap andi, aku anggukkan kepalaku, kubuka pintu mobil lalu bergegas masuk ke mess, setelah melihatku masuk andipun melajukan mobilnya.
Di kamar kulihat bibi sudah terlelap, setelah membersihkan badanku dan salin baju aku merebahkan tubuhku perlahan di samping bibi.
Hhmmm indah sekali malam ini, aku tersipu malu kala teringat saat tadi bersama andi, aku semakin kagum dengan kedewasaan andi, hhhhh sudah tampan, baik, ramah, dewasa, sungguh sempurna di mataku.
__ADS_1
Akupun tertidur dengan senyum bahagia terukir di bibirku, kubawa bayangan andi ke dalam mimpiku yang indah