Belenggu Derita

Belenggu Derita
Kecurigaan dimas 2


__ADS_3

Sesampainya di rumah aku langsung naik ke kamarku di lantai atas, badanku terasa lengket ingin secepatnya mandi.


Selesai mandi aku segera turun ke bawah dan pergi ke dapur untuk membuat teh manis dan kopi, tapi ketika melewati ruangan tv tidak ada siapa2, kulirik kamar dimas tertutup rapat.


Aku segera pergi ke dapur mungkin dimas lagi di meja makan, tapi di dapurpun dimas ga ada, yang ada cuma bi nani yang lagi sibuk masak.


" Bi dimas kemana ya, kok sepi sih ?" Tanyaku heran.


" Oh aden neng, tadi setelah neng ros naik ke atas den dimas pergi lagi" Jawab bi nani, aneh kok langsung pergi lagi, bhatinku.


Sampai waktu makan malam pun dimas belum pulang, akhirnya aku pun makan duluan karena perutku sudah lapar dan ingin segera tidur istirahat.


" Bi nanti kalau dimas pulang bilangin aku ya" Pesanku pada bi nani.


" Iya neng" Jawab bi nani.


Selesai makan akupun naik lagi ke kamarku, mataku sudah terasa berat dan ngantuk, ku baringkan tubuhku di kasur.


Tak lama terdengar ketukan di pintu dan suara bi nani memanggilku.


" Neng ini bi nani" Panggilnya.

__ADS_1


" Masuk saja bi" Sahutku, pintu kamarku pun terbuka dan bi nani masuk dengan membawa segelas susu.


" Minum dulu neng susunya baru tidur" Ucapnya, kuraih gelas susu dan ku minum sampai habis.


" Makasih bi" Ucapku lalu ku letakkan gelas kosongnya di meja.


" Neng mau di bikinin apa takut laper nanti malam, biar bibi buatin?" Tanya bi nani.


" Ga bi, saat ini aku lagi ga pengen apa2" Jawabku.


" Ya sudah, nanti kalau neng butuh bibi panggil saja" Ucap bi nani, ku anggukkan kepalaku.


Bi nanipun keluar dari kamarku, mataku yang sudah sangat mengantuk membuatku tertidur dengan cepat.


" Oh kamu sudah pulang dimas?" Tanyaku, kutatap dimas dengan tanda tanya di hatiku.


" Sudah ros" Jawab dimas singkat.


" Kamu dari mana gitu tadi?" Tanyaku lagi, dimas diam tak menjawab pertanyaanku.


" Sudah makan belum" Aku kembali bertanya.

__ADS_1


" Sudah tadi bareng teman" Jawab dimas, tercium bau alkohol yang menyengat keluar dari mulut dimas.


" Kamu habis minum ya"? Tanyaku .


" Iya tadi di rumah teman" Jawabnya, akupun malas bertanya lagi dan diam.


Dimas mulai meraba raba tubuhku dan mencium bibirku, aku yang mencium bau alkohol dari mulutnya membuatku pusing dan mual, akupun berusaha menepis tangan dimas.


" Mulutmu bau dimas, membuatku pusing dan mual" Rintihku.tak tahan mencium bau alkohol dari mulut dimas.


Dimas menatap tajam ke arahku dengan marah, aku menjadi ketakutan melihatnya.


" Aaaku gga bermaksud bbegitu, sungguh aku ga tahan mencium bau alkohol" Ucapku dengan terbata bata.


" Kamu nolak aku kenapa ros, apa karena laki2 itu hah??!!" Teriak dimas penuh kemarahan.


Aku semakin gemetar takut melihat kemarahan dimas, kuringkukkan tubuhku di kasur tanpa berani menatap dimas.


Dimas yang melihatku ketakutan segera memelukku dengan erat.


" Maafkan aku ros, aku khilaf karena kebanyakan minum" Ucapnya lembut sambil membelai rambutku, wajahku yang sudah pucat pasi dan gemetar mulai agak sedikit tenang, kenapa dimas tiba2 marah begitu gumamku dalam hati.

__ADS_1


" Maafkan aku sayang, tolong maafkan aku" Ucap dimas sambil mengecupi bibirku, aku hanya menanggukkan kepalaku karena tubuhku terasa lemas.


Dimas memeluk tubuhku dengan erat, dan akupun balas memeluknya, aku masih berfikir apa dimas curiga dengan keberadaan andi tadi, segala pertanyaan menumpuk di kepalaku tanpa ada jawaban yang membuatku tenang.


__ADS_2