
Semua belanjaan langsung ku tata di kulkas, ah penuh juga nih kulkas bhatinku, setelah selesai aku membuatkan kopi untuk dimas yang lagi nonton tv, ku bawa kopi dan cemilan ke ruang tv lalu ku letakkan di meja.
" Makasih sayang, kamu duduk sini temani aku nonton ya" Ucap dimas sambil menatapku lembut, aku sebenarnya tidak sudi duduk di ruang tv itu mengingat yang seminggu kemarun terjadi di ruang tv itu yang membuatku muak, tapi akhirnya aku mengalah melihat dimas yang berharap aku mau menemaninya.
" Iya dimas, bentar aku mau bikin dulu teh manis" Ucapku, dimas menganggukkan kepalany, dengan cepat aku balik ke dapur untuk membuat teh manis, lalu kuletakkan di meja, akupun duduk di samping dimas.
Dimas menarikku ke pelukannya aku hanya diam menuruti kemauannya, dikecupnya keningku dan bibirku sekilas.
" Aku sayang kamu istriku sayang" Bisiknya lembut, deeegh hatiku terasa bergetar miris mendengarnya, sedikitpun aku tak bahagia dengan semua ucapannya dimas, malah terasa sakit kurasakan.
" Makasih dimas" Ucapku dengan tersenyum, dimas menatapku penuh hasrat, tapi aku buru2 memalingkan muka ku ke tv, dimas menghela nafas melihatku sikafku yang tidak meresfonnya.
__ADS_1
" Sayang tolong ambilin rokok aku di kamar ya, ngopi ga merokok mah ga enak" Ucap dimas sambil membelai rambutku, aku angukkan kepalaku, tanpa curiga akupun pergi ke kamar dimas.
" Ini rokoknya dimas" Ucapku sambil menyerahkan rokok.
" Makasih sayang, ini baru pas kopi dan rokok" Ucap dimas dengan antusias, aku kembali duduk dan nonton tv sambil menyesap teh manisku, hmmm nikmat sekali bhatinku.
Tak terasa teh manisku sudah mau habis, aku taruh kembali di meja, tiba2 badanku kok serasa panas begini, aku melirik dimas yang lagi asyik merokok.
" Kamu masukkin apa ke minumanku dimas??" Tanyaku lirih, badanku gemetar semua.
" Tidak kamu jangan pergi ros, temani aku disini" Bisiknya di telingaku, ada perasaan aneh yang terasa ketika bibir dimas menyentuh telingaku.
__ADS_1
Entah kenapa aku tak bisa menahan hasrat yang menggebu ini, sekuat tenaga kutahan semakin kuat gairah yang kurasakan, dimas tersenyum licik melihatku dengan sengaja dia menyentuh dan mengusap telingaku.
Dikecupnya pipi, kening dan bibirku.
" Aaassshh kamu keterlaluan dimas" Ucapku dengan nafas yang tersengal.
" Jangan di tahan sayang" Bisik dimas semakin membuatku ga karuan, dilumatnya bibirku dengan lembut dan tangannya mer***s d**aku, aku tak sanggup lagi menahan kubalas semua cumbuan dimas dengan gairah yang sudah di ubun2, aku membutuhkan pelepasan segera.
Diruang tv itu aku menjadi liar dan dimas dengan tertawa bahagia melayaniku, entah berapa kali penyatuan itu terjadi, aku minta dan meminta lagi.
" Aku capek banget dimas, tapi kenapa gairah ini masih ada" Ucapku lirih
__ADS_1
" Sekali lagi sayang pasti gairahmu akan turun" Bisik dimas lalu kembali mencumbuku, aku semakin terbakar gairah lagi, semua cumbuan dan sentuhan dimas mwmbuat gairahku menggila.
Kali ini ini dimas melakukan penyatuannya dengan agak kasar, tapi entah kenapa aku menyukainya bahkan sangat menikmatinya, dimas memasukkan perangsang dengan dosis yang tinggi sehingga membuatku menggila