Belenggu Derita

Belenggu Derita
Terpaksa menikah


__ADS_3

Setelah puas dimaspun mengantarkan aku pulang ke mess, aku sudah berusaha untuk menolak, tapi dimas bersikukuh untuk mengantarkan pulang.


Aku bingung pasti bibi kaget melihat dimas, dan aku harus menjelaskan gimana sama bibi.


Walau berat hati terpaksa aku menuruti dimas, sampai di mess sudah malam dan bibi terlihat menungguku di depan mess, dia terkejut melihatku turun dari mobil dengan dimas, bibi menatapku dan dimas tajam tanpa berkedip.


" Hai wit apa kabar, lama sekali kita ga ketemu ya" Sapa dimas sok ramah


" Ya lama sekali, bahkan sampai lupa kalau kita itu teman akrab" Jawab bibi ketus.


" Hehehe tapi tenang wit, bentar lagi kita jadi bibi dan ponakan kok, seminggu lagi kami akan nikah" Kekeh dimas ga tau malu, bibi terlihat kaget sampai matanya melotot, aku hanya bisa menundukkan kepalaku.

__ADS_1


" Ros apa benar yang di bilang manusia satu ini??" Hardik bibi.


" Tentu saja wit ups bibi, orang tua kami sudah merestui, dan sudah mempersiapkan pernikahan kami di kampung, nanti 3 hari lagi rosita aku jemput, hmm bibi juga harus ikut ya" Dimas yang menjawab.


" Aku pamit pulang dulu ya sayang, kamu siap siap 3 hari lagi aku jemput" Pamit dimas dan diapun mengecup keningku, tingkahnya yang sok manis membuatku muak, tapi aku tak berdaya aku hanya bisa menganggukkan kepalaku saja.


Dimas pun pulang sambil melambaikan tangannya padaku dan bibi, aku bergegas masuk ke kamar di ikuti bibi yang terlihat masih syok dengan pernyataan dimas tadi.


" Ada apa dengan semua ini ros, coba kamu jawab dengan jujur, tentang hubungan kamu dan juga rencana pernikahan kamu sama dimas" Tanya bibi lunak, ku hembuskan nafasku kasar, tak terasa airmataku mengalir deras tanpa bisa ku bendung lagi.


Ku ceritakan semua apa yang terjadi padaku dan juga ancaman2 dimas, bibi terlihat marah sangat marah tapi dia masih diam menyimak ceritaku sampai selesai.

__ADS_1


" Begitulah bi yang terjadi padaku" Pungkasku sendu.


" Dasar manusia la***t ga punya perasaan, berani2nya dia memperlakukan kamu begitu ros, terus kamu mau saja nikah sama laki2 du****a itu??" Tanya bibi geram


" Iya bi, aku terpaksa harus mau daripada nanti ibu tau yang sebenarnya, bisa2 ibu syok aku takut ibu nanti sakit bi" Jawabku sambil terisak.


" Terus andi gimana, apa ga sebaiknya kamu cerita yang sejujurnya, siapa tau dia bisa membantumu, kulihat andi sangat tulus sama kamu ros?" Tanya bibi


" Ga bi jangan sampai andi tau, resikonya sangat besar, iya saja kalau andi mau menerimaku bi, kalau ga akibatnya fatal, aku ga mau ambil resiko bi, ga apa2 bi mungkin ini sudah nasibku, semoga alloh ngasih jalan yang terbaikku buayku ke depannya bi" Jawabku lirih.


Bibi terdiam membisu mendengar semua penjelasanku, aku tahu bibi juga pasti bingung menghadapi situasiku yang sekarang ini.

__ADS_1


Karena kelelahan dengan semua yang terjadi padaku, akupun tertidur dalam fikiran yang semrawut, kubawa semua beban masalahku ke alam mimpi, hidupku yang acak2an ga karuan, ga tau akan gimana akhirnya nanti, entahlah aku hanya bisa pasrah sama yang kuasa, akan kujalani hidup ini dengan ikhlas dan tegar, biarlah alloh swt yang menentukan akhirnya akan seperti apa.


__ADS_2