
Aku terus saja berlari menuju mess, fikiranku kacau ga karuan rasa takut yang amat membuat tubuhku gemetar, sesampainya di mess aku langsung terduduk di dapur dan menangis.
Ceu romlah yang kaget langsung menghampiriku dan memelukku erat, akupun semakin menangis dan kupeluk erat ceu romlah.
Setelah dilihatnya aku mulai tenang ceu romlah pun menuntunku duduk di kursi dan memberiku minum, ku teguk habis air putih itu sampai tak bersisa.
" Udah mulai tenang kan ros?" Tanya ceu romlah lembut, aku menganggukan kepalaku.
" Nah sekarang cerita sama ceuceu, kenapa dan ada apa sampai kamu seperti ini?" Tanya ceu romlah lagi, kutarik nafasku sedalam mungkin lalu ku hembuskan perlahan, lalu akupun menceritakan pertemuanku tadi dengan dimas dan ku ceritakan pula gimana tadi dimas mencengkram tanganku sampai membuatku kesakitan dan takut melihat tatapan matanya yang tajam seolah menyiratkan sesuatu.
Ceu romlah pun tampak terkejut mendengar ceritaku itu, di usapnya rambutku pelan.
" Mulai besok kamu jangan ikut ke oasar ros untuk sementara waktu" Ucapnya pelan
" Iya ceu aku takut, tapi nanti ceu romlah repot kalau pergi sendiri mh" Jawabku bingung.
__ADS_1
" Ga apa2 ros cceu ga akan kerepotan kok, keselamatan dan ketenanganmu lebih penting sekarang" Tegas ceu romlah, aku cuma bisa pasrah dan menganggukan kepala menyetujui usul ceu romlah.
" Ya sudah ceuceu mau mulai masak, kamu istirahat saja sana, biar urusan dapur ceuceu yang beresin" Ucap ceu romlah.
" Ga ceu aku masih sanggup kok kerja, justru kalau aku diem di kamar yang ada fikiranku tambah kalut ceu" Tukasku lirih.
" Yakin ros?" Tatap ceu romlah
"Yakin ceu" Jawabku mantap.
Beres masak aku mandi terus makan duluan, aku makan sedikit karena ga berselera, selesai makan aku merebahkan tubuh d kasir kamarku.
Tak lama bibi datang lalu menghampiriku dan duduk didekatku.
" Kamu istirahat ros, jangan terlalu banyak fikiran"Ucap bibi.
__ADS_1
" Aku tau tadi dari ceu romlah, sudah jangan kamu fikirkan lagi semoga besok2 dia ga ketemu ma kamu lagi" Ucap bibi lagi, aku bangun dari rebahanki ku peluk bibi dengan terisak.
" Aku takut bi, dimas ga ngomong apa2 tapi tatapannya itu membuatku takut, dia mengcengkeram tanganku sangat kuat bi, kenapa dia itu ga ada puasnya nyakitin aku bi" Isakku pilu
"Entahlah ros bibi juga ga ngerti apa maunya si dimas itu, ya sudah kamu istirahat ya usahakn tidur, jangan mikirin yang macam2 insya alloh dimas ga akan nemuin kamu" Bujuk bibi.
Aku anggukkan kepalaku dan kembali aku berbaring, kenpa semua ini harus terjadi padaku ya alloh bhatinku.
Kupejamkan mataku untuk menghilangkan semua yang ada dikepalaku, aku sungguh sangat membenci dimas, laki2 yang sudah menghancurkan masa depan dan mimpiku.
Laki2 yang sudah tega dan kejam mencampakkanku, kenapa dia harus muncul lagi di hadapanku ya alloh jeritku dalam hati.
Aku menangis sepanjang malam itu, aku sungguh takut jika dimas menemukanku dan berbuat lebih dari yang tadi, sudah cukup hati dan jiwaku yang terluka karena ulahnya.
Jangan di tambah lagi dengan luka fisik, jauhkanlah saya dari orang2 yang jahat ya alloh do'aku dalam hati
__ADS_1