Biarlah Aku Berdosa

Biarlah Aku Berdosa
Karma untuk Diki


__ADS_3

Jadi Zuhra pacarnya Diki juga? , kak Rania juga? . Batin Tiara hampir tidak percaya.


Kenapa aku tidak sadar Tiara ini kekasihnya Diki?. Pantas saja saat melihatnya tadi sepertinya aku merasa tidak asing, ternyata Tiara adalah wanita yang difoto waktu itu aku temukan. Terka Rania.


Apa yang akan Ayah dan Ibu lakukan padaku jika tau aku anak perempuan yang mereka bangga-banggakan ternyata hanyalah gadis kotor murahan seperti yang kak Diki katakan. Aku benar-benar bodoh!. Tak luput Zuhra pun ikut mengutuki dirinya sendiri.


Sesaat setelah Diki pergi, mereka semua saling diam. Tidak ada tawa lagi. Sampai akhirnya Tiara angkat bicara.


"Jadi Zuhra dan kak Rania ini mengenal Diki juga?. " Dengan mata sendu Tiara memberanikan diri mencari jawaban atas rasa penasarannya.


"Iya. Diki mantan suamiku. Kita menikah tak lebih dari 5 bulan. Dan dia meninggalkanku saat tau kamu akan kembali dari luar negeri. " Rania menutup wajahnya dengan tangan, Haris merangkulnya.


"Dan aku berpacaran dengan kak Diki tiga bulan lalu. Beruntungnya aku bertemu kak Rania yang memberi tahu ku kalau Diki laki-laki gila kemudian aku memutuskannya. " Zuhra turut memberikan saksi betapa gilanya seorang Diki.


"Ya.Aku Tiara. Wanita yang sejak dibangku SMA sudah berpacaran dengan Diki. " Air mata Tiara berlinang.


"Setelah lulus SMA aku ikut Papa untuk kuliah diluar negeri. Sampai 4 tahun disana kami berkomunikasi dengan baik. Sampai pada akhirnya aku kembali ke Indonesia. Cinta sudah membutakan hatiku. Hiks. " Tiara terus menangis.

__ADS_1


"Dengan bodohnya aku tetap mencintai Diki dan sama sekali tidak menyangka dia sebaj*ng*n ini. Sampai akhirnya aku hamil dan dia tidak mengakuinya. Aku benar-benar ingin mati saja!!!!!!. " Tiara memukuli perutnya, beruntung Apri disebelah Tiara dan langsung mencekal tangan Tiara.


Rania dan Zuhra ikut menangis. Meskipun mereka tersakiti oleh laki-laki yang sama tapi tidak separah Tiara yang harus menanggung kehamilannya sendirian.


Dengan penuh dukungan Rania dan Zuhra memeluk Tiara. Hingga malam tiba, akhirnya mereka semua tidur di rumah Rania.


Perempuan tidur dikamar dan laki-laki tidur dikursi ruang tamu.


Paginya, setelah Devi berangkat sekolah. Rania membangunkan teman-temannya untuk sarapan.


Padahal Rania sudah sibuk sejak subuh tadi tapi tak ada satupun yang terbangun lalu membantunya.


"Terimakasih Rania. " Ucap Haris, disusul ucapan dari yang lainnya.


"Dan mulai saat ini, aku pasti akan menikmati setiap makanan yang Rania masak. Karena kita akan segera menikah dan tidak akan berpisah kecuali maut menghampiri satu diantara kita. " Haris menatap dalam mata Rania yang berkaca-kaca itu.


"Woah senangnya, kakak akan menikah. " Zuhra kesengsem.

__ADS_1


"Terimakasih mas. " Balas Rania.


"Habis ini, aku antar Tiara kerumahnya ya. " Apri mengusulkan.


"Aku kira Tiara hamil sama kamu Pri, untung kemarin nggak langsung aku jotos tuh mukamu. " Haris tergelak.


"Enak aja. Gini-gini hati ku baik. " Tergelak juga.


Di apartemennya, Diki masih tidur dengan keadaan yang sama parahnya seperti sore kemarin. Karena frustasi, Diki menghabiskan berbotol botol minuman keras.


Sampai akhirnya mabuk berat.


Kebanggaan Diki akan ketampanan dan hartanya yang berlimpah sudah berakhir sekarang. Diki menjalani kehidupannya dengan susah setelah perusahaan yang dia kelola perlahan bangkrut.


Dan akhirnya menjadi karyawan kafe ditempat om Arga. Kehidupannya berubah drastis setelah Papa membawa mama dan adik-adiknya keluar negeri.


Suatu saat Diki akan dianggap anak lagi setelah dia bisa memahami arti hidup yang sebenarnya. Om Arga membantunya, agar menjadi laki-laki baik dan bertanggung jawab.

__ADS_1


Sekarang Diki merasakan bagaimana hidup susah. Punya duit harus nunggu gajian dulu. Kalau lama melayani pelanggan kena marah. Dihina, direndahkan. Diki sudah mendapat karmanya.


____Tunggu bab terakhir, author akan segera up.____


__ADS_2