
"Mas Kevin, aku mau duduk saja didepan tukang sate sana. Mas bisa ikut main sama Haris dan Yura. " Rania tampak sangat frustasi, dengan tatapan mata sayu dia menunjuk lapak sate kaki lima yang kemarin dia datangi dengan Yura.
"Oh oke aku ikut kamu saja. " Kevin mulai melangkahkan kakinya, Rania terus mengikuti.
"Mas nggak pengen naik itu?. " Menoleh, memperhatikan Yura dan Haris yang masih mengantri dipintu loket.
BRUG!
Rania menabrak Kevin karena tidak melihat kalau Kevin berhenti.
"Maaf mas. "
"Duduk sini saja, aku tidak suka aroma asap dari pembakaran sate. " Kevin menunjuk tempat duduk yang jaraknya tak jauh dari wahan kora -kora tersebut.
Keduanya duduk, tatapan Rania tertuju pada Haris dan Yura.
Pasti Yura sangat bahagia sekarang, semoga saja mas Haris bisa membahagiakan Yura. Bibir Rania tersenyum, padahal hatinya merasakan sakit.
Lima menit kemudian, terlihat beberapa orang mulai naik diatas kora-kora itu termasuk Haris dan Yura. Setelah dirasa cukup penuh, sang pengemudi kora-kora mulai menghidupkan mesin. Perlahan perahu besar yang melayang itu mulai berayun,semakin lama semakin kencang.
"Mas Hariiiiiiiissssssss... " Teriak Yura dengan kencangnya, hingga Rania samar-samar bisa mendengar.
Haris menunduk, menatap Yura yang sedang memeluknya dengan erat.
Kenapa Yura berteriak seakan akan dia ketakutan? padahal kemarin dia sangat menikmatinya, ah benar Yura kan sedang cari perhatian.Batin Rania, masih terus memperhatikan ayunan kora-kora itu.
Yura, andai saja kamu tetap menganggapku kakak, aku pasti akan meredakan rasa takutmu dengan membalas pelukanmu ini. Gumam Haris, dengan wajah datarnya memperhatikan Yura.
"Kak peluk aku kak, huuuaaaaaa kak Haris.... " Teriak Yura lagi saat intonasi ayunan kora-kora semakin kencang saja.
Haris tidak bergeming, malah menatap kedepan tanpa menghiraukan seruan Yura.
__ADS_1
Kak Haris kok cuek banget! gerutunya Yura dalam hati.
15 menit sudah akhirnya kora-kora itu berhenti, Yura menggenggam erat jari tangan Haris saat menuruninya.
"Terimakasih ya kak, kak kita masuk kesana yuk . " Yura menunjuk rumah hantu disebrang wahana kora -kora.
"Kita cari Rania dulu ya, barangkali dia mau ikut. " Keduanya berjalan bergandengan seperti sepasang kekasih, tapi sayangnya Haris tidak andil menggenggam tangan Yura juga.
"Itu mereka, " Yura menunjuk dimana Rania dan Kevin sedang duduk.
"Woah yang lagi mesra-mesra nih. " Canda Yura mencubit lengan Rania.
"Mungkin kalian deh yang lagi mesra-mesraan. " celetuk Rania melirik tangan mereka yang bergenggaman.
Haris reflek menarik tangannya, Yura menariknya lagi dan menggenggam lebih kuat. "Kita mau masuk ke rumah hantu. Kalian ikut ya?. "
"Tidak tidak, aku disini saja. " Sudah panik saja si Rania.
"Tidak terimakasih, aku disini saja ya?. "
"Ayok!. " Yura menarik lengan Rania dan Kevin membantu mendorong punggung Rania. Haris yang tau kalau Rania sebenarnya ketakutan, tidak bisa berbuat apa-apa. Toh ini juga kemauannya, untuk memberikan kebahagiaan untuk Yura walau sesaat.
Sudah didepan pintu masuk rumah hantu.
"Ini pasti seru!. " Yura memeluk lengan Haris dan menyandarkan kepalanya dilengan kekar itu.
"Ayo masuk!. " Kevin berjalan paling depan.
Yura menarik lengan Haris mengikuti langkah Kevin. Rania celingukan, ingin kabur saja meskipun harus pulang sendiri yang terpenting dia tidak gila karena ketakutan nantinya.
Yura tersadar kalau Rania tidak mengikuti, saat diambang pintu, Yura membalikkan badan dan benar saja Rania masih terpatung ditempat yang sama.
__ADS_1
"Mas Kevin, gandeng tuh Rania?!. " Yura menabok punggung Kevin lalu Kevin menoleh. Rania yang mendengar itu langsung saja berjalan cepat mendekat ke mereka.
"Rania, depan gih sama mas Kevin!. " pinta Yura, " aku dibelakang saja, ehe. " tersenyum garing.
"Ayo mas, jalan!. "
Perlahan Kevin membuka pintu, sontak saja semuanya kaget karena suara pintu berderet dengan kencangnya.
Yura sudah mencengkram lengan Haris dengan kuat. Rania yang ada dibelakang meremas ujung bajunya sendiri.
Langkah demi langkah mereka menelusuri setiap ruangan didalam rumah hantu itu. Setelah pintu utama, terdapat lorong panjang dengan beberapa kamar disisi -sisinya.
Kevin masih biasa saja karena memang belum terlihat satupun hantu palsu yang menampakkan diri .
Sunyi...
Hanya suara langkah sepatu yang bersentuhan dengan lantai. Dan deru nafas yang mulai terdengar ngos-ngosan.
"Ggghhhhooaaarrwwww!!!!! "
"Hhhhuuuuuaaaaaa!!!! Tolong!!! Kak!!! "
"Hwaaa!!!!! "
"Haaaa!!! lariiiiiiii!!!!!!!!!!!
Mereka berempat berhimpitan saling kejar saat tiba-tiba sesosok tubuh manusia dengan mulut, mata, dan wajahnya melorot penuh darah dan rambut gimbal. Berbaju putih, jari-jari tangan yang panjang dan kuku yang hitam dan panjang.
Mengejutkan mereka dengan erangan sangat mengerikan. Dan bergerak gerak seperti ingin menerkam mereka.
Kevin yang berada paling depan berhenti, Yura ,Haris dan Rania yang masih berlari menabrak Kevin dengan kencang sehingga Kevin jatuh tersungkur dan mereka bertiga juga ikut jatuh saling timpa..
__ADS_1
___Mohon like, koment, vote. Thanks 🙏🙏___