
"Pulang sekarang ya?. " Ujar Rania sembari melirik Yura yang masih menatap langit malam.
"Ayo . Ran, janji ya kamu mau bantu aku. " Pinta Yura memandang Rania penuh harap.
"Aku akan bantu Yura, tenang saja. "
"Yey, terimakasih. Yuk pulang. " Yura mengambil dompet di slingbag nya lalu mengambil selembaran uang lima puluh ribu kemudian membayarkan nya pada tukang sate.
"Yura ini aku bayar.. " Rania pun menyodorkan uang.
"Udah nggak usah. Kaya sama siapa aja. Yuk. "
"Emm makasih. " Rania menyimpan uangnya lagi.
Sambil berjalan pulang, Rania juga membelikan permen kapas untuk Devi.
Setelah itu mereka naik motor dan segera pulang mengingat malam sudah mulai larut.
Sesampainya mengantar Rania, Yura berpamitan pulang kerumahnya.
Rania melihat rumah om nya sudah gelap, mungkin saja sudah tidur.
Dengan sangat hati2 Rania membuka pintu, agar tidak membangunkan om atau tantenya. Dia segera berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Rasa kasihan menyelinap dihati Rania saat melihat Devi sudah tidur. Merasa sangat bersalah karena tidak memeluk dan menceritakan dongeng sebelum tidur.
Permen kapas yang tadi dibelinya pun ia taruh diatas laci.
Setelah membersihkan dirinya, Rania segera menarik selimut lalu menutup tubuhnya hingga sangat rapat.
" Yura menyukai mas Haris, disaat aku mulai mencintai lagi. " Batin Rania.
Karena memikirkan Yura terus, Rania akhirnya begadang semalaman. Rasa kantuk menyelimuti matanya di pagi hari.
Setelah sampai mengantar Devi ke sekolahnya, Rania langsung pergi ke kafe. Setelah memarkirkan motornya dengan benar, Rania masuk kedalam kafe yang pintunya sudah dibuka oleh satpam.
"Pagi pak. " Sapa Rania kepada pak Mufid, satpam penjaga kafe.
"Pagi mbak. Tumben mbak pagian?. "
"Iya nih. Masuk dulu ya pak. " Ucap Rania sambil berlenggang meninggalkan pak Mufid.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Yura pun sampai. " Tumben nih Rania sudah datang. " Batin Yura ketika melihat motor Rania.
"Pagi pak Mufid. "
"Pagi Mbak Yura. " balas pak satpam dengan ramahnya.
"Rania.... dih pagi banget datang nya. " Yura tersenyum, saat melihat Rania sudah mulai merapikan meja dan kursi di kafe.
"Iya dong sekali - sekali biar nggak kena marah terus. " Rania memasang wajah cerianya.
"Bagus." Yura menyimpan tas kedalam lokernya, lalu mengambil peralatan pel dan sapu.
"Semalam tidur jam berapa?. " tanya Yura.
"Langsung tidur kok, habisnya dingin banget. " jawab Rania ramah seperti biasa.
"Aku juga. Oh ya semalam aku langsung chat kak Haris. Dia bilang, lusa baru bisa pergi ke PM bareng. "
"Ya sudah kita tunggu saja ya. "
"Iya.Ah aku nggak sabaran deh pengen cepet2 jalan sama kak Haris. " Yura mengatupkan tangannya dan mendongak keatas dengan senyum lepas. Yura sangat bahagia membayangkan saat dia bisa berpacaran dengan Haris.
"Jangan lupa loh bantu aku. Rania, kamu udah pernah pacaran belum?. "
"Iya iya.... Yura, kita kerja aja dulu, nanti bos kita lihat. "
"Mana sih kan belum datang. "
"EHEM!. " Suara deheman tiba2 mengagetkan Rania dan Yura.
"Eee mas udah datang. " Sapa Yura dengan sedikit malu.
Tanpa menjawab, Kevin langsung saja masuk ke ruangannya. Berjalan melewati Yura dan Rania begitu saja.
Yura dan Rania saling tatap lalu bersamaan mengangkat bahunya. Kemudian kembali melanjutkan acara bersih- bersih pagi di kafe.
Hari itu, pengunjung kafe lumayan banyak. Rania pun sibuk mengemudikan motor nya mengantar orderan.
Hingga siang menjelang sore, mereka kembali merapikan meja dan kursi kafe. Mencuci semua perabot yang kotor. Sampai semuanya terlihat bersih dan rapi, baru mereka pulang.
__ADS_1
Sesampainya dirumah, Rania mengajak Yura untuk mampir. Ini pertama kalinya Yura main ketempat Rania. Biasanya hanya menunggu saja didepan gerbang.
"Om, tante... " Rania salim dengan om dan tantenya yang sedang bersantai didepan teras . Lalu Yura ikut salim juga. " om, tante, selamat sore. " sapa Yura.
"Sore, wah temannya Rania ya?. Cantik sekali. " ucap tante.
"Terimakasih tante. "
"Ya udah Ran, ajak dia masuk. "
"Iya, permisi ya om, tante. "
"Maaf ya, kamarnya berantakan. " Rania mempersilahkan Yura masuk kekamarnya.
"Rapi begini juga. Eh siapa ini cantik banget, Devi ya?. " Yura langsung menghampiri Devi yang sedang belajar.
"Iya. Kak Yura ya?. "
"Kok tau? . "
"Mba Rania selalu cerita tentang kak Yura. Kak Yura beneran cantik deh. "
"Emmm bisa aja. Gemes. " Mencubit pipi gembul Devi.
Yura pun berjalan, duduk ditepi tempat tidur. Rania ijin kebawah karena akan mengambil minuman.
"Devi kelas berapa?. " Kelas tiga kak.
"Oh, eh boleh tanya ya? Mba Rani itu punya pacar nggak?. " Yura terang-terangan menanyakan itu pada Devi.
"Mba Rania pun.... "
"Ini minumnya, duh gerah banget sih. " Tiba2 Rania membuka pintu, datang membawa tiga gelas syrup dan satu toples kecil cemilan kering.
"Waaaah segar tuh. Iya sama nih aku juga gerah banget. "
"Mba, tadi kak Yura tanya. Mba Rania punya pacar enggak, kan Mba Rani udah me... "
"Dek, jangan bilang. " Rania langsung menutup mulut Devi dengan telapak tangannya..
__ADS_1
____Iklan sebentar ya readers, author mau ngucapin terimakasih sama readers yang udah mau baca cerita ini. Author berharap kalian semua tetep suka dengan apa yang author tulis, tetep ngasih like, tetep ngasih vote, tetep komen, dan tetep dukung author. Bagi yang ingin chat, silahkan follow akun author ya. Terimakasih banyak 🙏🙏🙏. ____