Biarlah Aku Berdosa

Biarlah Aku Berdosa
Bab terakhir


__ADS_3

Hanya butuh waktu tiga hari untuk mempersiapkan pernikahannya. Haris menuruti permintaan Rania untuk mengadakan acara nikahan secara sederhana.


"Qobiltu nikakhaha watazwijaha linafsi bilmaghril madzkur." Lancar terucapkan sekali tarikan napas oleh Haris.


"Sah? sah?" Sang penghulu menyerukan dengan lantang.


"SAH!" serempak para saksi menjawab.


"Wuuuuuhuuuuy." Saking senangnya Haris berdiri dan berteriak. Membuat malu sekalian gemas bagi Rania.


Haris duduk kembali setelah melepas ketegangan selama lima belas menit itu membelenggu nya. Memasangkan cincin pernikahan dijari manis Rania, begitu juga sebaliknya.


"Terimakasih mas." Rania mencium punggung tangan Haris. Haris mengecup puncak kepala Rania.


Akhirnya mereka bersatu...


Semua rekan sahabat Rania dan Haris datang. Livia dan Candra menjadi pasangan paling harmonis kala itu dengan menggendong bayi kembar mereka. Yura dan Kevin pun datang, ada Tiara dan Apri juga dengan menggendong baby Fikri. Lengkap sudah kebahagiaan Rania. Bisa bersatu dengan Haris tanpa masalah lagi.


"Semoga kau bahagia. Maafkan aku." Seorang laki-laki memantau kebahagiaan mereka dari kejauhan.


Setelah berfoto ria, satu persatu tamu berpamitan pulang.


Hari itu berlalu begitu cepat.


Hingga malam tiba.


Haris dan Rania sudah pindah ke rumah baru Haris. Dan sebagai hadiah pernikahan, Haris sudah menyiapkan juga ruko yang lumayan luas untuk tempat Rania melanjutkan bisnisnya. Sedangkan bisnis ditempat tinggalnya tetap dikelola Zuhra.


Setelah makan malam..


"Devi bobo ya, sudah malam." Rania mengelus rambut Devi yang masih duduk dikursi meja makan.


"Devi bobo sama mba sama kakak kan?" rajuknya sangat manja.


"Jangan sayang, nanti Devi dikata-katain sama temen disekolah. Kan Devi udah gede." Haris merayunya.

__ADS_1


Rania tersenyum geli menatap Haris.


"Iya kak.Terimakasih ya kak, kamar Devi bagus deh."


"Iya.Ya sudah yuk kita kekamar."


"Bobo sini.Jangan rewel ya Devi kan sudah gede." Rayu Haris lagi.


"Iya kak."


"Selamat malam cantik." Haris melebarkan selimut ditubuh Devi, mematikan lampu utama lalu mematikan lampu tidur.


Tak berapa lama, Rania dan Haris keluar dari kamar Devi menuju kekamar mereka.


Didepan pintu, Haris mengangkat Rania dan mengunci pintu kamar.


"Mau sampai jam berapa sayang?." Goda Haris sambil menidurkan Rania di ranjang.


"...?" Rania terkekeh malu dan menyembunyikan wajahnya dibawah bantal.


"Mas aku malu."


"Kita harus melakukannya." Haris tergelak, menindih tubuh kecil Rania.


Rania membalikkan badannya, menatap dalam mata Haris.


"Mas aku sudah tidak segel, apa ka..."


"Usst, jangan bahas selain aku, kamu dan pernikahan kita. "


Rania mengangguk paham.


"Jadi aku boleh mendapatkannya sekarang?" Haris mulai menciumi wajah Rania.


"Kamu ganas juga ya?" gelakan kecil dari Rania.

__ADS_1


"Aku ganas?" Menatap tajam.


"Aaaaaaaaa pelan-pelan!" pekik Rania kemudian.


Haris terus menciumi tubuh Rania, satu persatu membuka kaos dan bawahan yang dipakainya.


"Harum." Haris terus menghujani tubuh Rania dengan ciuman.


Foreplay yang mereka lakukan cukup lama. Sampai akhirnya Rania mengijinkan Haris melakukan keinginannya.


Berulang kali sampai Haris merasa kasihan melihat Rania sudah menguap terus.


Rania tidur dalam pelukan Haris.


Kita akan bahagia selamanya. Haris mengecup kening Rania sebelum akhirnya dia juga terlelap.


Pukul 01.40 dini hari.


"Mas...geli..." sayup-sayup mata Rania terbuka karena merasakan geli.


"Hmmmm.. "


"Tidur saja kalau kamu masih ngantuk, biar aku yang beraksi." seringai tipis muncul diujung bibir Haris melihat wanitanya berusaha bangun dari rasa kantuk.


Meskipun Rania tidur, tapi Haris tetap melanjutkan hasratnya. Rania memasang senyumannya selama Haris menyetubuhi nya untuk yang kesekian kalinya.


Rania memaklumi, bagaimanapun juga selama ini Haris mengejarnya. Dan sekarang yang dikejar sudah didapat, pastilah rindunya akan ia tuangkan semuanya malam itu bersama menyatunya nafsu.


Terimakasih pecinta Rania dan Haris. Hmm harusnya aku kasih title Rania dan Haris saja ya, eh tapi ya sudahlah yang penting kalian nyambung membaca cerita ini. Hanya cerita fiktif, maaf jika ada kesamaan nama dan cerita tapi ini murni hasil hayalan author IKKA FAHRIE sendiri.


 


Mohon maaf jika novel ini sangat unfaedah tapi author harap kalian sedikit terhibur. Jangan lupa favoritin novel kedua author dengan judul Siksa Rindu. Sepertinya bakalan melow melow juga. Sudah ya readers sayang, sekian author umumkan jika Biarlah Aku Berdosa resmi TAMAT malam ini. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏 Terimakasih readers tersayang 😘😘😘.


 

__ADS_1


__ADS_2