
Hari pertama menjadi reseller baju online. Rania merasa sudah lumayan rame untuk pemula.
Dua bulan kemudian bisnisnya berkembang pesat.
Sehingga Rania merasa kewalahan dan membutuhkan satu orang untuk membantunya. Baru tiga jam memasang pengumuman lowongan kerja, langsung ada yang mendaftar.
Rania memang tidak memberikan syarat khusus yang terpenting wanita yang memang berniat kerja.
Akhirnya seorang gadis menemui Rania diruko kecil miliknya tempat nya bekerja mengepak baju yang dibeli dari onlineshop nya.
"Permisi kak?. " Sapa gadis itu.
"Iya, ada yang bisa aku bantu?. " Balas Rania ramah seperti biasa.
"Perkenalkan nama ku Zuhra, aku lihat didepan kalau disini butuh karyawan ya kak?. "
"Oh iya, apa kamu minat Zuhra?. "
"Iya kak, aku baru saja lulus SMA, dan sebelum masuk kuliah aku ingin mencari kerja sampingan. "
"Boleh, oh ya nama ku Rania." Rania senang bisa mendapatkan rekan kerja yang cantik dan pandai seperti Zuhra.
Beberapa hari mereka kenal, Zuhra langsung paham saja tentang apa yang harus dia kerjakan.
Sikap Rania yang ramah membuat Zuhra merasa sangat akrab dengannya. Zuhra pun tidak segan-segan bercerita tentang hubungan asmara nya. Dan Rania juga sangat menyayangi Zuhra seperti adik kandungnya.
"Kak Rania belum punya pacar ya?. "
"Belum.Ada apa Zuhra? . "
"Ah tidak. Kak...sepertinya aku salah bergaul dengan laki-laki. Dia terus saja memintaku untuk menuruti nafsunya. " Tiba -tiba saja Zuhra menceritakan hubungannya dengan sang pacar tanpa merasa canggung. Malah Rania yang malu menanggapi Zuhra karena terlalu bar-bar ceritanya.
"Zuhra, katanya kamu mau kuliah. Jangan sampai masa depan kamu hancur karena menuhin nafsu kekasihmu. " Sedikit saran dari Rania.
__ADS_1
Zuhra menangis.
"Kak, aku sangat cinta sama dia. Dia dewasa dan sangat perhatian. Selalu membuatku nyaman. Mama dan papa selalu bertengkar dirumah dan aku selalu mencarinya ketika aku sedih. "
"Tapi kamu harus berhenti Zuhra. Sayangi tubuh kamu sendiri. " Rania ikut sedih mendengar kisah pilu Zuhra.
"Aku sudah menolak tapi selalu mengancam akan meninggalkanku. Aku takut tidak akan ada lagi laki-laki yang mau sama aku kak kalau dia benar-benar pergi. Aku sudah kotor kak. " Tangis Zuhra semakin keras. Rania memeluk untuk menenangkannya.
Sudah hampir empat bulan ini Rania tidak mengabari Yura. Dan hari itu Rania merasa sangat rindu.
mengirim ke Yura, " Yura, apa kabarmu?."
Yura membalas, " baik Rania, kamu sendiri apa kabar?. "
mengirim ke Yura, " Baik juga, aku kangen kamu Yura?. Apa kabar dengan hubunganmu?. "
Yura membalas, " Dia tidak merespon. Sepertinya percumah saja. Aku mulai putus asa. "
mengirim ke Yura, " semoga secepatnya dia mencintaimu. Yura, sekarang onlineshop ku sudah berkembang. Aku sangat bahagia disini, aku juga memiliki teman yang membantuku disini namanya mirip denganmu. Zuhra. "
mengirim ke Yura, " benarkah? wah senangnya. Ehm Yura sudah dulu ya aku mau jemput Devi. Peluk rindu dariku Yura 🤗. "
Yura membalas, " aku memelukmu dari sini Rania 🤗. "
Setelahnya Rania hendak menjemput Devi disekolah. Dari hasil jerih payahnya Rania sudah bisa membeli motor metik, dan memudahkan dia bepergian.
Tak sengaja Rania melihat Zuhra berdiri di halte bus.
"Zuhra, kamu sedang apa disini? katanya mau masuk kuliah?. "
Mati aku ketahuan sudah berbohong!.
"Kak ini aku nunggu temen. "
__ADS_1
"Temen atau pacar?. "
"Hehe."
Tak berapa lama datang sebuah mobil mewah menuju tempat Zuhra berdiri.
"Kak aku duluan ya. " Segera Zuhra masuk kedalam mobil itu.
Yang mengemudikan membuka kaca pintu mobil.
"Rania!. "
"Diki!. "
Zuhra bingung. Mereka saling kenal.
Tanpa menunggu, Diki langsung melajukan mobilnya. Seakan jantung Rania terhenti saat melihat laki-laki itu
"Kak Diki kenal kak Rania?. "
"Tidak, hanya pernah bertemu di sebuah kafe. "
"Oh begitu. " Zuhra percaya begitu saja.
"Kamu siapanya dia?. " Tanya Diki balik.
"Aku bekerja dengannya, kak Rania membuka toko online. "
"Sudah lama?."
"Empat bulanan mungkin. "
"Oh. Sayang, aku ingin. Kita kerumahku ya hari ini. "
__ADS_1
"Kak, apa tidak sebaiknya kita berhenti melakukan itu. Aku takut kan kita belum menikah..