
Tidak ada pilihan lain kecuali pergi meninggalkan Haris dan memberikanmu kebebasan untuk mendekatinya. Yura maafkan aku..
Setelah makan malam selesai. Rania mengantar Devi ke kamarnya lalu turun lagi dan memulai percakapannya dengan om dan tante.Duduk diruang keluarga.
"Tante, om, sepertinya Rania harus kembali ke x (nama kota) . "
"Kenapa Ran? kamu tidak betah disini?. " Tante langsung khawatir.
"Bukan begitu, tapi tante, Haris terus saja mengejarku. Padahal Yura menyukainya. Dan aku harus pergi agar Haris bisa membalas perasaan Yura. "
"Tapi kalau kamu pulang, bagaimana nanti kamu bertahan disana? mungkin saja Diki akan kembali ganggu kamu. "
"Tidak akan, Diki sudah menikah, lagi pula dia tidak cinta sama aku tan. "
"Kalau begitu tante ikuti saja apa yang menurut kamu baik. Yang terpenting tetap jaga diri dan lindungi Devi juga. "
"Iya tante. Terimakasih selama ini sudah menyayangi kami. "
"Jangan sungkan Rania. Kamu dan Devi sudah tante anggap anak sendiri. Ya kan pa? . " Om mengangguk.
"Sebenarnya om juga ingin kamu disini saja biar rumah ini ramai."
"Sebentar lagi rumah ini pasti ramai karena bayi kembar mba Livi akan segera lahir . "
"Iya juga, pesan om kamu jangan mudah percaya lagi sama lelaki yang kamu kenal nanti mengingat sudah dua kali dikecewakan. "
"Siap om. Rania akan urus dulu sekolahnya Devi. Setelah beres baru kami pulang. Maaf ya om, tante, merepotkan kalian terus. "
"Tidak Rania, om dan tante justru senang dan bangga kamu tumbuh dewasa menjadi wanita tangguh dan mandiri seperti ini. "
"Terimakasih. " Rania memeluk tante. Setelah dirasa cukup percakapan malam itu. Merekapun pergi kamar untuk beristirahat.
**SKIP biar cepat tamat
__ADS_1
_______________________
Satu minggu kemudian, di kafe**.
"Kenapa Rania tidak pernah masuk kerja ya?. Hey Yura, kamu tau kabar Rania tidak?. " Kevin mulai mencemaskan Rania yang sudah satu minggu tidak masuk kerja.
"Tidak.Aku tidak pernah melihatnya. Lagian aku sudah blok nomor dan akun sosmednya supaya tidak bisa lagi menghubungiku. "
"Kejam juga kamu ya. " Kevin tertawa.
Yura membulatkan matanya menatap Kevin.
"Jangan galak-galak sama bos kamu Yura. Marahnya sama Rania kenapa marah sama aku juga. " Kevin tergelak melihat wajah cemberut Yura.
"Apaan deh kamu mas. " Masih menyibukkan diri mengelap piring.
"Coba aku minta alamat rumah Rania. "
"Nih." Menyodorkan ponselnya.
"Biasanya juga sendiri. "
"Jangan galak-galak cantik. " Kevin mencubit dagu Yura. Lalu berlari menjauh dari amukan Yura .
"Loh Rania, kemana saja kamu?. "
"Mas kevin. Apa mas sibuk sekarang? Aku mau bicara sebentar. " Hampir saja bertabrakan dengan Rania didepan pintu.
"Ini aku mau kerumah kamu. Kenapa gak pernah masuk kerja?. "
"Maaf, aku... "
"Kita ngobrol didalam saja. " Kevin menarik tangan Rania masuk kafe, Yura melihatnya langsung memalingkan wajah.
__ADS_1
"Yura.... " lirih Rania ketika melewati Yura.
Tidak ada balasan dari Yura, wajahnya dasar-dasar saja.
"Mas.Aku mohon pamit. Aku akan kembali ke x (nama kota) . Terimakasih selama ini sudah membantu ku bertahan hidup. "
"Lah kenapa? kamu tidak betah lagi disini? . Gajinya tidak cukup?. "
"Ah tidak seperti itu mas, aku tidak enak saja tinggal disini menumpang hidup dirumah om dan tante. "
"Kalau begitu tinggallah diapartemenku saja Rania. "
"Terimakasih mas tapi di sana aku punya rumah, sayang jika tidak dirawat. "
"Baiklah.Hmmm semoga kamu bahagia disana ya. Jangan putuskan komunikasi sama kita. " Kevin kecewa karena semenjak dari pasar malam itu dia mulai ada rasa sama Rania.
Rania melirik Yura. Meskipun mendengarkan namun Yura tidak memberikan komentar apa-apa seakan tidak mengenali Rania lagi.
Rania berdiri dan mendekati Yura.
"Maafkan aku Yura. Aku tidak pernah punya niatan mau merebut Haris dari kamu. Sekarang aku akan pergi, semoga kamu tetap semangat mengejar cintanya. Aku yakin Haris akan luluh seiring berjalannya waktu. "
Yura sedih, menangis, menatap Rania dengan penuh sesal.
"Aku ingin mendengar kamu memaafkanku Yura, agar aku pergi tanpa masalah. Aku minta maaf. " Mata Rania ikut berkaca kaca.
"Aku juga minta maaf Rania. " Memeluk Rania,baju belakang Rania Basar karena air mata Yura. " Jika kepergianmu karena masalah kita, aku mohon urungkan saja. Aku minta maaf sudah menyakiti hatimu. Hiks. "
Meraih pundak Yura untuk dipeluk, " Tidak Yura, aku sudah dewasa dan ingin hidup dengan mandiri dan rencananya akan membuka toko online. Jangan nangis, kita masih bisa telfon kalau kangen. "
"Aku memaafkanmu Rania. Janji akan menghubungiku lagi. " Yura menangis sesenggukan, meskipun marah tapi tidak bisa benci dengan Rania.
Setelah urusan di kafe selesai. Rania menjemput Devi disekolahnya sekalian meminta surat pindah. Begitu semuanya selesai, Rania pergi ke terminal. Namun saat mau naik bus, Livi dan Candra menariknya. Niat ingin mengantar Rania sampai dirumahnya namun Rania menolak.
__ADS_1
Akhirnya hari itu tiba, dimana Rania sudah kembali kerumahnya. Memulai rencana bisnis online nya...