Biarlah Aku Berdosa

Biarlah Aku Berdosa
Yura Kevin dan Tiara Apri


__ADS_3

Satu tahun berlalu.


Yura dan Kevin berencana akan melanjutkan hubungannya kejenjang pernikahan. Setelah berjuang keras melupakan rasa cintanya pada Haris, akhirnya Yura bisa menerima Kevin menempati hatinya.


Rania mengangkat panggilan di ponselnya, telpon dari Yura.


"Rania. Maafkan aku tidak sempat menemuimu, tapi semoga kamu berkenan hadir di pernikahan ku dengan mas Kevin. " Begitu kata Yura membuat Rania membulatkan mata terkejut tapi bahagia.


"Jadi selama ini kamu sama mas Kevin?. Duh Yura, aku tidak menyangka. Pasti, pasti aku akan datang. Yura....peluk jauh dariku. "


"Iya Rania. Kak Haris juga bilang dia akan menjemputmu dihari H nanti. Janji padaku ya kalian segera menyusul. "


"Pasti. Eh apa?. Aku gagal fokus. " Rania salah tingkah.


"Sudah jangan pura -pura lagi. Aku kan sudah bersama mas Kevin. Kak Haris memang milikmu Rania. " Canda Yura membuat Rania merona.


"Baiklah Yura. Setahun belakangan ini hubunganku dengan mas Haris membaik. Kami juga berencana akan menikah. Jadi... "


"Ran. Aku tau semuanya. Kamu pikir kak Haris tidak mau berbagi kebahagiaan denganku? hahah. " Rania dan Yura tergelak lebar siang itu. Tidak sadar kalau ternyata Zuhra dan dua karyawan barunya menatapnya heran.


"Eh sudah ya, aku lagi ditoko. Jadi gila kan aku kalau sama kamu. Sekali lagi selamat Yura, aku pasti akan datang. " Rania mengusap setitik air diujung matanya. Air mata bahagia.


" Sampai jumpa Rania. Jangan lupa. Lusa!. "


"Iya iya, bye. "

__ADS_1


"Bye... tuttt. " Panggilan terputus. Rania kembali menyelesaikan pekerjaannya. Dan Yura kembali mempersiapkan pernikahannya.


Dilain tempat.


Dengan melaju kencang, Apri mengemudikan mobilnya. Butuh waktu dua jam lagi untuk sampai dirumah Tiara.


Semenjak pertemuan pertama, Apri dan Tiara terus berhubungan jarak jauh.


Epilog:


Pagi itu setelah sarapan dirumah Rania,Apri mengantarkan Tiara pulang. Papa dan mamanya sangat mengkhawatirkannya karena tidak pulang dan juga Diki tidak bisa dihubungi.


Apri sudah menyuruhnya bercerita yang sebenarnya agar tidak terjadi masalah yang lebih runyam. Dengan keberanian yang sudah dikumpulkannya selama dalam perjalanannya, Tiara bercerita, semuanya, tentang Diki.


Tiara sangat ketakutan waktu itu, tapi seperti mendapatkan secercah cahaya dalam kegelapan, Tiara langsung bangkit dari keterpurukan.


Meskipun fisik Apri sama sekali bukan tipe lelakinya tapi saat itu Tiara hanya butuh perhatian, dan Tiara mendapat kenyamanan dalam diri Apri.


Sampai akhirnya Orang tua Tiara memperbolehkan Apri melanjutkan niat baiknya tapi setelah Tiara melahirkan.


Dan sejak saat itu, Tiara dan Apri LDR sampai waktunya Tiara melahirkan. Apri selalu disampingnya. Memberikan dukungan. Dua bulan setelah melahirkan, Tiara dan Apri melangsungkan pernikahan.


Tapi lagi-lagi harus LDR karena Apri masih harus menyelesaikan urusan perusahaan papanya Haris. Sampai pada akhirnya Haris diberikan kepercayaan untuk meneruskan perusahaan papanya karena Haris dirasa sudah cukup sama kemampuannya dengan Apri.


Dan sekarang, Apri sudah terbebas dari siksa hubungan jauh. Dan bisa memulai hidup baru yang harmonis dengan Tiara dan bayi laki-laki mereka.

__ADS_1


"Sayang... " Seru Apri sesampainya dirumah Papa mertuanya.


Tiara menghampiri Apri dengan senangnya sambil menggendong bayinya yang berusia tiga bulan.


"Lihat dede papih sudah pulang. " Ujar Tiara sambil cipika cipiki dengan Apri.


"Mana nih jagoan papih? , utututu udah gendut aja sayang. " Apri ingin menyentuhnya tapi langsung ditahan oleh Tiara.


"Eits cuci dulu tubuh papih, nanti dede kena virus. "


"Virus? nih virus cintanya papih buat mamih, muach. " Apri mencium paksa Tiara, dan mereka tertawa bahagia.


"Mana mama sayang? . " Tanya Apri setelah selesai mandi.


"Arisan kali, mas... terimaksih ya, aku benar-benar sangat beruntung bertemu denganmu waktu itu. "


"Sama-sama...terimakasih juga sudah mau berjuang untuk dede. "


"Mas nama anak kita Fikri. Jangan dede-dede terus dong. "


"Iya dede Fikri ya... mana sini papih gendong. " Tiara pun memberikan dede Fikri kepada papih nya.


Kebahagiaan yang tidak ada duanya adalah berkumpul dengan keluarga. Meskipun bergelimang harta, tapi percuma saja jika ingin melihat atau menggendong sang buah hati saja harus menunggu satu bulan, dua bulan bahkan sampai satu tahun. Lebih baik bersama, merasakan suka atau duka.


___ Aduh kenapa masih banyak bab ya, padahl perkiraan author masih dua bab lagi eh ternyata masih ada lagi. Ya sudah deh semoga readers tersayang tetap suka ya bagaimanapun akhir ceritanya dan tetap dukung author ___

__ADS_1


__ADS_2