Biarlah Aku Berdosa

Biarlah Aku Berdosa
Tentang Diki


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Zuhra berangkat menuju toko tempatnya bekerja. Rania memberikannya kunci cadangan karena menurut Rania sendiri Zuhra dapat dipercaya.


Sesampainya disana, Zuhra masuk dan mulai memisahkan baju-baju yang sudah dipesan secara online. Selagi menunggu Rania datang, Zuhra dengan cepat membungkus baju-baju yang telah dipilih tersebut.


Dan tidak berapa lama, Rania datang. Banyak sekali hal yang ingin Rania bahas hari ini mengenai Diki. Rania menyayangi Zuhra layaknya adik sendiri, dia tidak ingin Zuhra dicampakkan oleh Diki suatu saat nanti. Karena yang Rania tahu Diki sudah beristri.


"Kak Rania? . " Sapa Zuhra dengan senyum ramahnya.


"Hai Zuhra, wah kamu datang jam berapa sih sudah selesai banyak sekali?. "


"Pagi dong, kak hari ini aku semangat banget. Kemarin pacar aku bilang mau lamar aku kak. " Senyum Rania seketika luntur.


"Pacar kamu laki-laki yang kemarin yah?. "


"Iya kak. Eemmmmm senangnya... kak akhirnya hidupku tidak akan sia-sia karena dia akan menikahiku. " Zuhra kegirangan sampai tertawa tidak terkontrol.


"Zuhra." Rania mendekat, menggenggam tangannya.


"Kenapa kak?, " Zuhra menatap dalam mata Rania yang berkaca -kaca.


"Aku mau bilang sesuatu, ini kenyataan tapi semoga saja dia sudah berubah. " Rania menarik tangan Zuhra untuk duduk.


"Ada apa kak?. " Wajah Zuhra ikut menegang.


"Nama laki-laki itu Diki?. " Zuhra mengangguk.


"Kamu pernah kerumahnya?. " Zuhra mengangguk lagi.


"Dijalan Arjuna?. " Lagi-lagi Zuhra mengangguk, bingung juga kenapa Rania tahu.

__ADS_1


"Diki itu mantan suami aku Zuhra. Dia laki-laki br*ngs*k sudah menghancurkan hidup ku.Hiks." Rania akhirnya menangis, menekan dada yang tiba-tiba terasa sakit.


"Apa maksud kak Rania?. " Mata Zuhra ikut berkaca -kaca.


"Kita pernah menikah. Aku dan Diki. Beberapa bulan menikah, dia mencampakkan aku begitu saja karena pacarnya diluar negeri kembali ke tanah air. Dan lagi yang membuat ku merasa sangat sakit, dia menikahiku sebab dendam. Aku sudah sangat mencintainya waktu itu tapi dia dengan tega membuangku dan menikah dengan pacarnya itu. Zuhra....percaya atau tidak, menurutku Diki itu br*ngs*k.Wajah tampan, tubuh perfect dan kehidupan mewahnya memang sangat mudah untuk memikat wanita. Mung.... "


"Cukup kak. " Ucapan Rania terpotong, Zuhra menangis sesenggukan dipangkuan Rania.


"Aku juga sering melihat dia berduaan dengan wanita lain, mungkin dia itu wanita yang kak Rania maksud. Beberapa kali juga aku menemukan pakaian wanita dirumah kak Diki tapi dia selalu bilang itu pakaian sepupunya. "


"Apa sekarang kamu masih mau bersamanya?. "


"Bantu aku lepas dari Diki kak. Aku mohon... "


"Kita cari kebenarannya dulu biar kamu bisa yakin untuk melepaskannya. " Rania mengusap air mata Zuhra, mereka berpelukan saling menguatkan.


"Kita bisa mulai kerja lagi dan nanti siang kita pergi mencari tahu ya?. " Zuhra mengangguk, mereka berdua bergegas membereskan paket pesanan untuk hari ini.


Tiara menangis saat meminta pertanggung jawaban dari Diki. Sampai saat ini Diki tidak membuktikan janjinya akan menikahi Tiara. Selama ini juga Diki telah memanfaatkan Tiara seperti dia memanfaatkan Zuhra dan Rania untuk memuaskan nafsu nya.


"Aku sampai hamil pun kamu masih alasan saja!! . Apa salahnya si menikah?. " Tiara menarik baju belakang Diki dan meneriaki nya supaya tidak pergi.


"Diam!!!! . Aku sudah bilang kamu sabar. Aku pasti akan nikahin kamu!!!. "


"Sabar sampai kapan harus sabar?!!!. Aku sudah hamil sekarang!!!! . "


"Kalau begitu gugurkan saja bayinya. Aku tidak mau punya anak! . " Diki berlenggang dengan santainya meninggalkan Tiara yang kalut akan keadaan.


"Diki kamu benar -benar br*ngs*k!!!. " Maki Tiara lagi dengan suara yang mulai serak.

__ADS_1


Tiara berjalan keluar dari apartemennya. Pergi tanpa tau arah. Mengenang bagaimana dulu Diki mencintainya dan berjanji hidup bersama selamanya.


"Apa kamu lupa janji itu sayang?. " Lirih Tiara sambil sesekali menyeringai.


Langkahnya lunglai, rambut terurai berantakan, mata sembab. Entah Tiara sadar atau tidak posisinya sekarang ada ditengah jalan. Dari arah berlawanan, sebuah mobil melintas. Untungnya pelan, sehingga bisa berhenti jarak jauh setelah melihat wanita didepannya.


"Hai kenapa kamu ditengah jalan seperti ini?. "


"...... " hanya diam dan terus melangkah.


"Tunggu. Apa kamu sedang punya masalah?. ".Tiara tetap diam.


" Nona tunggu. " Tiara malah terjatuh, dan tangisnya pecah saat laki-laki itu mendekat.


"Aku bantu ya?. " Mencoba meraih tangan Tiara. Dan menatihnya masuk kedalam mobil. Dengan penuh hati-hati mengajaknya bicara dan memberi sebotol air mineral.


"Siapa namamu? . "


"Tiara." Menjawab lirih masih dengan tatapan kosong.


"Nama yang cantik. Kenalin aku Apri. " (Ternyata si Apri 😂) .


Tiara mengulurkan tangan kanannya dan Apri dengan senangnya membalas.


"Kamu seperti sedang sedih?. " Tiara mengangguk.


"Kalau begitu aku antar kamu pulang ya?. Bahaya kalau lagi sedih keluar rumah, bisa jadi target kejahatan. " Tiara menggeleng.


"Kenapa? . Masalah keluarga ya?. " Lagi-lagi Tiara diam. Pipi yang sudah kering mulai basah lagi.

__ADS_1


"Jangan nangis lagi, aku minta maaf. " Tiara menoleh, menatapnya. Mendorong Apri dengan kuat lalu membuka pintu mobil, berlari. Apri sangat panik karena Tiara lari menuju jembatan diujung jalan..


__ADS_2