
"Kenapa si kamu murung terus belakangan ini?. " Kevin berjalan mendekati Yura yang menyandarkan kepalanya diatas meja.
"Mas, ternyata cinta bertepuk sebelah tangan itu sakit ya. "
" Kamu mengalaminya?. " Yura mengangguk.
"Kak Haris, aku menyukainya. Dulu kita berteman, sampai sangat akrab dan dia menganggapku adiknya. Tapi semuanya berubah saat aku mengatakan kalau aku cinta sama kak Haris. " Yura mulai menyembunyikan wajah dibalik lipatan tangannya.
"Cerita saja. Aku tau kamu butuh teman Yura. Jangan sungkan, pundakku kuat kok kalau cuma disandarin sama kamu. "
Yura mengangkat kepalanya. Kevin benar, Yura butuh sekali teman saat ini untuk tempatnya berkeluh kesah.
"Sini.. " Kevin melebarkan tangannya, awalnya Yura ragu tapi saat ini Yura benar-benar butuh sandaran.
Hangat. Pertama kali yang dirasakan Yura saat lengan besar Kevin meraih tubuh mungil Yura untuk dipeluk.
Yura menyimpan wajahnya didada bidang Kevin. Menangis sejenak disana sampai Kevin merasakan kaos yang dikenakannya basah.
"Cerita saja.. " Kevin menempelkan dagunya dipuncak kepala Yura.
Yura mengangkat wajahnya. Kini mereka terduduk dilantai dan Yura bersandar di lengan Kevin.
"Cerita saja Yura mumpung kafe kita sepi. "
"Saat itu Rania aku ajak bertemu kak Haris, aku bilang ke Rania kalau aku menyukai kak kak Haris sampai aku menyuruh Rania mengatakan perasaanku ke kak Haris. Sampai waktu yang cukup lama aku terus mengejarnya, ternyata Rania adalah calon istri yang selalu kak Haris ceritakan. Hiks. " Kevin masih diam, mendengarkan isi hati Yura.
"Karena merasa dikhianati karena Rania tidak cerita sejak awal, aku marah, dan Rania pergi dari sini. Berharap kak Haris akan melupakan Rania, tapi ternyata rasa cinta kak Haris kepada Rania sangat besar. Bahkan sudah dengan sekuat apapun aku memindahkannya tidak akan bisa. Sepertinya aku harus sadar mulai saat ini." Menarik napas sebentar.
__ADS_1
"Kak Haris terus saja mengejar Rania. Dan tidak bisa berpaling darinya. Pagi tadi kak Haris menemuiku, dia bilang akan menjemput cintanya. Dan memberiku pilihan. Mau tetap dianggap adik atau tidak usah saling mengenal lagi. Aku jadi sadar kalau mau dipisahin bagaimanapun yang namanya jodoh akan tetap bertemu. Aku rindu Rania mas, aku menyesal sudah menuduhnya merebut kak Haris dariku. Padahal yang sebenarnya kak Haris memang miliknya. " Tangis Yura pecah dan Kevin membiarkannya. Mungkin dengan seperti itu sakit hati Yura akan sembuh.
Kevin berbalik, memeluk Yura. Terasa nyaman seperti kak Haris memeluknya dulu sebagai adik.
"Aku siap menggantikan Haris dihatimu Yura. "
Mendengar itu, Yura langsung menatap Kevin. Kevin merasa gemas ternyata Yura sangat cantik, dan sekarang tambah menggemaskan karena hidungnya merah seperti jambu air.
"Jangan menangis lagi. Ada aku, " Kevin tersenyum secerah mentari siang itu. Menghangatkan hati Yura yang seakan membeku.
"Mas Kevin, apa maksudnya?. "
"Aku cinta sama kamu. " Ucap Kevin menegaskan.
"Mas Kevin?. " Memandang bingung.
"Peluklah aku sebagai Haris. Jika saatnya tiba nanti, kamu pasti akan sadar kalau aku Kevin, bos yang mencintai Yura. " Senyum Yura melebar kala mendengar kata-kata yang menurutnya sangat romantis.
Dan pelukan itu berakhir saat jam makan siang, satu persatu orang yang ingin makan siang berdatangan. Kevin dan Yura saling membantu. Berawal dari siang itu, cinta mereka berdua mulai bersemi.
Setelah makan siang, Rania dan Zuhra siap menjadi detektif. Mencari informasi kehidupan Diki yang sekarang. Zuhra mengajak Diki bertemu di sebuah taman.
Saat Rania dan Zuhra sampai ditempat itu dan mendekati Diki, tampak sedikit kaget kalau Zuhra datang bersama Rania.
"Kak Diki. " Sapa Zuhra.
"Hai. Ini pemilik onlineshop tempat kamu bekerja kan?. " Sempat nya Diki basa -basi.
__ADS_1
"Iya. Kakak tidak mengenalnya?. " Seketika Diki menunjukkan sifat aslinya yang langsung memaki Rania dan Zuhra.
"Oh jadi perempuan murahan ini sudah menceritakan? . Hah, kamu percaya dia Zuhra? . Dia ini wanita kesepian yang iri melihat kemesraan kita. " Diki berdiri dari duduknya, menatap Rania dengan sinis.
"Ayo sayang kita pergi dari sini. " Diki menarik lengan Zuhra tapi dihempaskan begitu saja oleh Zuhra.
"Jangan sentuh aku lagi!. "
"Kamu mau jadi wanita kesepian seperti dia?!. Hah jangan sok cantik. Kalian ini sama-sama wanita murahan gak punya harga diri. "
"Kamu mem..... "
"Sudah Zuhra jangan ladeni laki-laki gila ini. " Rania menarik tangan Zuhra setelah dirasa cukup membuat Zuhra percaya.
"Sudah, lebih baik kita lepas dari laki-laki seperti itu dari pada tersakiti seumur hidup. " Rania merangkul Zuhra dan pergi untuk mengantarkannya pulang.
Ketika melintasi jalanan yang sama dimana mobil Apri dan Haris terparkir, Apri sadar kalau yang sedang menaiki motor itu adalah Rania.
"Ris, itu Rania Ris. " Tunjuk Apri dari dalam mobil.
Tiara yang sedang minum pun ikut terkejut karena teriakan Apri.
"Iya itu Rania!. " Haris langsung keluar dari mobil dan mencegat motor Rania.
"Rania... " Seru Haris. Rania memberhentikan motornya.
"Mas Haris?? . " Rania bingung..
__ADS_1