Biarlah Aku Berdosa

Biarlah Aku Berdosa
Demi Yura


__ADS_3

Sesampainya ditempat kerja, Rania terus masuk karena Yura dan mas Kevin sepertinya sudah datang terlebih dahulu.


"Rania." Seru Yura menyapanya saat Rania masih diambang pintu.


"Hai Yura.... " balas Rania dengan diiringi senyuman.


"Gimana?. " Yura mendekat. Langsung memberikan pertanyaan itu dan membuat Rania mengernyitkan alisnya.


"Apanya?. "


"Iiih nanti sore, masa udah lupa. "


"Eh iya. " Wajahnya berubah murung.


"Semalam aku sudah nelfon Haris kok. "


"Aaaaa??? kak Haris bilang apa?. " Yura koprol sendiri.


"Yura ,sepertinya kamu musti ketemu Haris. Meskipun aku sudah bilang, tapi Haris belum menanggapi, entah malu atau apa." Rania mencoba memberikan alasan.


"Yah. Memangnya kamu bilang gimana?. "


"Pagi - pagi udah ngerumpi aja. " Suara Kevin mengagetkan Rania dan Yura.


"Maaf mas. " Rania menundukkan kepalanya.


"Iya maaf mas. Kita nggak ngerumpi kok cuma ngobrol aja. Ehe. "


"Sama aja. " Rania menyenggol lengan Yura.


"Kalau sedang bekerja jangan banyak bicara, nanti pekerjaan kalian diambil orang. " Kevin pun pergi lagi masuk ke ruangannya.


"Yura, kita bersih-bersih dulu ya. Nanti lagi bahas Haris nya. " Rania berjalan menuju loker, menaruh tas kecilnya didalam sana. Lalu mengambil sapu dan mulai bekerja.


Yura pun melanjutkan membersihkan gelas dan piring. Sampai waktu sudah berjalan agak siang. Rania dan Yura mulai kerepotan melayani pelanggan.


Lebih kewalahan lagi saat orderan online Rania pun ikut ramai, akhirnya Kevin turun tangan membantu mereka.


"Mas, sepertinya kita butuh satu karyawan lagi. " Yura memberikan masukan.

__ADS_1


"Benar.Apa ada saudara atau temanmu yang mau bekerja?. "


"Sepertinya tidak. "


"Kalau begitu nanti kita pasang lagi lowongan pekerjaannya didepan. "


"Iya mas. "


Selagi Rania mengantar pesanan, Yura dan Kevin disibukkan dengan melayani para pembeli. Karena sudah masuk jam makan siang, kafe itu semakin ramai saja, karena kebanyakan yang datang pekerja kantor disekitar kafe.


Rania yang sedang mengendarai motornya, tidak bisa berhenti memikirkan Yura. Dihati kecilnya, masih ada tumpukan harapan untuk bersama Haris lagi. Namun disisi lain Rania sayang dengan Yura sebagai sahabatnya. Karena melamun, Rania melajukan motornya hingga kejauhan dari tempat yang dituju. Alhasil dia harus putar balik, lumayan jauh sampai menyita banyak waktu.


Mengikuti arahan gooling map, akhirnya Rania sampai di tempat yang ia tuju. Menyerahkan pesanan itu kepada yang memesan lalu bergegas kembali ke kafe.


"Yura, mas Kevin. Kalian kenapa?. " Rania merasa terkejut saat melihat Yura dan Kevin terduduk lemas dilantai. Dengan keringat yang masih mengalir di pelipis mereka, dan juga wajah yang terlihat kelelahan.


"Rania... Kamu kemana aja?. " Yura bertanya dengan sisa nafas yang masih tersengal.


"Aku habis antar orderan kan. " Balas Rania dengan ekspresi bingung.


"Kita berdua kelelahan melayani pelanggan, tadi rame sekali. " Kevin andil menjawab.


"Hehe maaf deh tadi aku nyasar tau. "


"Ambilin minum. " Kevin terlihat masih ngos-ngosan.


Segera Rania mengambil dua botol air mineral lalu memberikannya pada Yura dan Kevin.


"Eemm segarnya. Makasih. " ucap Kevin.


"Makasih Rania. " Ucap Yura kemudian.


"Iya sama -sama. " Rania mendekat, ikut duduk dan bersandar pada tembok disebelah mereka.


Kevin berada ditengah Yura dan Rania.


Kevin melirik Yura kemudian berganti melirik Rania.


"Gadis ini cantik juga. " Gumam Kevin pada Rania.

__ADS_1


"Mas?. " Kevin terperanjat saat curi- curi pandangnya ketahuan oleh Rania.


"Emm ya kenapa?. " Menjawab dengan gugup.


"Kenapa melihatku begitu?. "


"Siapa yang melihatmu?. Aku melihat jepit rambutmu!. " Jawab Kevin mencoba mengelak.


"Oh." Pipi Rania merona.


"Jangan kepedean deh. " Kevin mengacak rambut Rania yang sudah diikat rapi, lalu bergegas bangun dan masuk ke ruangannya.


"Eh Rania, sepertinya mas Kevin curi-curi pandang deh sama kamu. " Yura yang sedari tadi memperhatikan merasa geli melihat tingkah bos muda nya itu.


"Masa si? lalu kenapa?. "


"Mungkin si bos mulai suka sama kamu hehe. "


"Ngawur!. " Rania berdiri, dua jam lagi jam kerja selesai. Karena tidak ada orang yang makan lagi, Rania dan Yura duduk santai sambil makan. Kebetulan masih ada sisa capcai yang tadi Yura masak jadi mereka makan dengan capcai sosis spesial itu.


"Yura, masakan kamu enak. " Puji Rania.


"Kamu selalu bilang begitu Rania. "


"Memang benar. "


"Hmmm ada yang makan nggak ngajak-ngajak ini. " Kevin tiba-tiba muncul, membuat Yura dan Rania menoleh.


"Mas, makan... " Yura.


"Makasih aku tidak lapar. " Lalu Kevin pergi lagi.


"Dih ngapain nyindir begitu si kalau nggak lapar?!. " Gerutu Yura.


"Hehehe sabar Yura. " Rania tergelak.


Mereka pun segera menghabiskan makan siangnya. Lalu bersiap -siap membereskan kafe dan bersiap untuk pulang.


Setelahnya, Yura dan Rania hendak pulang. Kevin memanggil mereka..

__ADS_1


__ADS_2