Biarlah Aku Berdosa

Biarlah Aku Berdosa
Yura wedding


__ADS_3

Waktu yang ditunggu sudah tiba. Yura dan Kevin duduk diatas pelaminan. Melihat para tamu undangan yang sedang menikmati jamuan yang telah disediakan.


Diperjalanan.


" Kak Haris, kakak janji jangan buat mba Rania menangis lagi. Awas aja!" Devi dengan wajah gemasnya seperti sedang mengancam Haris.


Haris dan Rania tertawa melihat ekspresi Devi.


"Apaan si kamu dek?" Rania tertawa, Haris meliriknya.


Siang itu Rania tampak sangat cantik dalam balutan dress putih kombinasi brukat yang dikenakannya. Hampir sama dengan gaun yang dikenakan Devi hari itu.


"Mas lihat jalannya dulu." Goda Rania.


"Aku tidak tahan berpaling darimu."


"Gombal.Cepetan sih aku tidak sabar ingin bertemu Yura."


"Iya sebentar lagi sampai kok."


"Pasti banyak makanan lezat kan kak Haris?" Devi begitu senangnya membayangkan aneka makanan yang ada di pernikahan nanti.


"Aduh dek, kamu ini."


"Iya cantik, tapi kamu harus jaga pola makan. Biar gak tambah semok aja!" canda Haris.


"Kak Haris nih." Devi cemberut.


"Hahahaha." Mereka tergelak sebelum akhirnya sampai di gedung megah tempat resepsi Yura dan Kevin berlangsung.


"Kita sampai, ayo turun." Haris membukakan pintu mobil untuk Rania dan Devi.


"Rania menggandeng lengan Haris dan tangan kiri Haris menggandeng tangan Devi." ( Sudah seperti ayah ibu dan anaknya saja).


"Itu Rania!." Seru Yura dari atas pelaminan.

__ADS_1


"Tenang sayang, biarkan mereka yang kesini." ucap Kevin meraih tangan Yura yang hampir berlari untuk menghampiri Rania.


"Yura...aaaa cantik sekali." Mereka berpelukan, terlihat sangat bahagia.


"Selamat ya, semoga pernikahan kalian langgeng." Haris memberikan selamat, berjabat tangan dengan Kevin.


"Terimakasih, kalian segera menyusul deh takutnya banyak guncangan yang ingin memisahkan kalian lagi." Kevin tergelak karena melihat wajah Rania yang ditekuk.


"Jangan dong. Kita inikan pasangan sejati. Lihat saja meskipun badai seringkali datang tapi tetap bisa bersatu." Haris memamerkan kemesraan.


"Ah kamu pikir kita iri melihat kalian peluk-peluk begituan?" Kevin mendekati telinga Haris, "nanti malam aku akan mendapatkan lebih dari ini." Bisik Kevin. Seketika Kevin dan Haris tertawa.


Rania dan Yura menatap bingung.


"Hei Devi. Aduh sampai Devi terlupakan. Sini dong cantik sama kakak pengantin." Yura meraih tangan Devi lalu menciumnya.


"Kakak cantik." Balas Devi.


"Terimakasih sayang. Ya udah kalian silahkan makan dulu, pasti lapar kan sudah menempuh perjalanan jauh."


Rania hanya tersenyum malu, lalu Haris, Rania dan Devi pergi untuk menyantap hidangan.


Sendirian, Zuhra sedang melamun di balkon kamarnya. Meratapi nasib nya. Sampai saat ini Zuhra masih enggan membuka hati lagi untuk laki-laki.


Dan kenangan pahit bersama Diki akan dia kubur dalam-dalam dihatinya. Satu-satunya yang membuat Zuhra bahagia adalah Rania, tapi mungkin sebentar lagi Rania juga akan meninggalkannya.


Menatap cerahnya langit siang itu, Zuhra berharap akan segera bisa membuat hatinya pun secerah langit diatas sana.


Satu kesalahan tidak akan pernah dia ulang lagi kedepannya. Kesalahan sebagai gadis labil yang egois, akan dia lupakan seiring berjalannya waktu.


Zuhra berencana akan serius dengan kuliahnya. Menggebu kembali cita -cita dihatinya ingin menjadi dokter.


Kembali ke acara pernikahan.


Setelah pestanya usai, Rania berpamitan.

__ADS_1


"Yah padahal kan aku pengennya kalian menginap dulu. Pasti lelahkan kalau harus langsung kembali." Rajuk Yura.


"Kita menginap dirumah sepupuku kok." Rania menggenggam erat tangan Yura.


"Gak menginap disini aja?."


"Nanti mengganggu malam kalian." Jawab Haris singkat.


"Apa si kak Haris." Yura memukul lengan Haris.


"Kamu sudah menikah, jangan menyentuh laki-laki sembarangan. Lihat tuh telinga Kevin keluar asap. Haha." Haris menggoda lagi.


"Gila kamu." Kevin juga tergelak.


"Ya sudah. Rencananya kapan kalian akan menikah?"


"Papa si nyaranin secepatnya, tapi belum jelas harinya."


"Semoga besok deh langsung saja hehe."


"Jangan."


"Kenapa Rania?"


"Aku e..."


"Apa si sayang. Kamu gak mau nikah sama aku?"


"Maulah mas." Pipi Rania terasa panas. Lagi-lagi Haris memeluknya.


"Kami pergi ya. Jaga adikku dengan baik." Haris menatap Kevin serius. Seraya berjalan menuruni pelaminan.


"Dah?" Yura melambaikan tangannya, Devi dan Rania membalas.


Segera, Rania dan Haris mempersiapkan acara pernikahan mereka..

__ADS_1


__ADS_2