Biarlah Aku Berdosa

Biarlah Aku Berdosa
Malam yang sia-sia 2


__ADS_3

"Aduh kalian ini laki-laki kenapa ikutan takut sih!. " Bentak Yura kepada Kevin dan Haris.


"Aduuuhhh, awas minggir!!!. " Ucapnya lagi, dengan sok berani Yura berjalan paling depan. Haris meraih tangan Rania. Kevin sendiri berjalan paling belakang. Baru beberapa langkah, samar2 ada sosok hitam berjalan didepan lorong, berlarian dari satu kamar kekamar lain.


Rania mulai meremas tangan Haris, Yura tetap melangkah tanpa ragu.


"Aaaaaaaaaa tolong! tolong!! Lepaskan!!!! "


Teriakan Kevin membuat Yura berhenti, Rania sudah sangat ketakutan sehingga reflek memeluk Haris. Ternyata ada tangan buntung yang mencengkram pundak Kevin. Kevin pun memberontak mencoba melepaskan tangan itu, Yura yang sudah sangat gemas akhirnya menghampiri Kevin dan dengan keberaniannya melemparkan tangan itu yang sebenarnya adalah tangan mainan.


"Mas keviiiiiinnnnnn!!!!! , sini sama aku!!!! " Dengan kesalnya Yura menggandeng lengan Kevin, lalu menyeretnya kedepan.


Sepertinya Yura tidak ngeh kalau aku dan mas Haris bergandengan tangan. Batin Rania.


Perlahan mereka mulai berjalan lagi, Yura tidak menyangka kalau Kevin yang berbadan perfek itu adalah seorang penakut.


"Mas Kevin!!! Sana gandengan sama Rania! Aku mau sama kak Haris ku!!!. " Yura menghempaskan lengan Kevin, lalu berbalik menatap Haris dan Rania dibelakang. Untungnya Haris sudah melepaskan tangan Rania sebelum Yura menoleh.


"Kak Haris... Ayo kita didepan! Nyebelin banget si mas Kevin!!. " Yura memeluk lengan Haris lagi.


Kevin yang benar-benar ketakutan tidak bisa mengatakan apapun, langsung saja memeluk Rania. Haris geram sekali sampai-sampai matanya membulat.


"Mas, ayo jalan, kita harus segera keluar. " Rania menyingkirkan tubuh Kevin dan sempat melirik wajah Haris. Paham kalau Haris sangat benci melihat ini.


Perlahan, mengendap-endap supaya tidak bersuara, dan tinggal tiga meter lagi sudah terlihat pintu keluar dengan sedikit pancaran cahaya lampu.


Yura memakai kesempatan kali ini untuk memeluk Haris, mata Rania yang melihatnya sudah mulai berkaca-kaca. Sangat sakit, hatinya terasa hancur.


Tiba-tiba Rania merasa ditarik, saat menoleh ternyata Kevin sedang mematung dibelakangnya dengan menarik tangan Rania.


"Ayo jalan mas. " Ucap Rania lirih, heran saja kenapa Kevin malah berdiri diam dengan wajah pucat seperti itu.


"Ka ka... kaki... II ituuuu... " ucap Kevin terbata -bata. Rania melirik tangan Kevin yang menunjuk ke bawah.


"Aaaaa aaaa aaaa Aaaaa????????!!!!!. " Rania menjerit sangat keras, membuat Yura dan Haris yang sudah agak jauh kembali berlari menyusul Rania dan Kevin.


"Tarik!!! , tarik!!!!. " Yura menarik lengan Kevin, Rania dan Haris pun ikut menariknya.

__ADS_1


Kevin terlihat pasrah saat kakinya dicengkram oleh hantu nenek-nenek, lalu datang lagi hantu suster ngesot mendekat. Ikut membantu nenek-nenek menarik kaki Kevin. Rania, Yura dan Haris semakin kuat menarik lengan Kevin.


Dalam kegelapan, Yura meraba-raba saku dijeans nya mencari ponsel. Akhirnya Yura bisa menyalakan lampu senter dari ponselnya. Lalu menyoroti kedua hantu itu. Terdengar tawa khas kuntilanak yang sangat keras membuat mereka sedikit takut.


"Plis lepasin mas Kevin! Dia bos kita, kalau dia mati ketakutan disini bisa-bisa kita kehilangan pekerjaan. " Ujar Yura meracau tidak jelas.


Tiba-tiba pintu keluar terbuka karena waktunya habis . Dan para hantu bohong-bohongan itu pergi bersembunyi dikamar terdekat.


Secepat mungkin Yura, Haris, Rania berlari. Kevin pun langsung ngacir keluar.


Setelahnya, mereka duduk di sebuah warung membeli minuman.


"Nih minum!. " Haris membawa 4 botol minuman dingin.


"Gila mas Kevin. Mas Kevin laki-laki kan?. " Yura menatap Kevin jengah.


"Sory... sumpah tadi serem banget!!. " Kevin tertawa garing.


"Rania takut tapi tidak se koprol kamu mas!. " Wajah Yura terlihat sangat kesal.


"Emang!. "


Rania dan Haris hanya tertawa melihat kekonyolan Yura dan Kevin.


"Habis ini kita pulang ya?. " Ucap Rania.


"Hah??. " Ucap Yura, Kevin dan Haris bersamaan.


"Baru jam 09.00.Percumah bangetkan... " Yura tidak Terima.


"Capek Ra... "


"Kita main aja lagi. " Kevin mengajukan ide.


"Naik biang lala aja yuk!. " Ajak Haris.


"Hayuk!!! Woah aku senang sekali.... " Yura langsung memeluk Haris manja.

__ADS_1


"Ayo deh. " Rania akhirnya berdiri, dan mereka menuju wahana biang lala.Setelah membeli tiket dan menunggu beberapa orang lain yang ingin naik, mereka duduk disebelah wahana biang lala itu untuk menghabiskan minumnya.


"Silahkan naik. " Perintah laki-laki yang menjaga biang lala itu .


"Ayo kak. " Yura menarik tangan Haris. Disusul Rania dan Kevin. Mereka berempat duduk didalam satu sangkar.


Setelah mesin dinyalakan, perlahan tempat yang seperti sangkar burung itu bergerak. Berputar dengan santai. Yura terlihat sangat bahagia, menyandarkan kepalanya di lengan Haris. Haris melihat keluar, sedangkan Rania menatap Haris kecewa.


Katanya Rania sudah bilang ke kak Haris kalau aku menyukainya. Kenapa si kak Haris diam saja tidak mengkonfirmasi?. Batin Yura.


Dengan pelan kaki Yura menginjak kaki Rania. Rania pun beralih memandangnya.


"Apa?. " Hanya gerakan mulut.


Yura mengedipkan matanya. Namun Rania masih tidak mengerti.


"Eh kalian kenapa?. " Tanya Kevin tiba-tiba.


"Kenapa? , nggak papa? . " Yura salah tingkah.


"Kak Haris. Lihat tuh Rania dan mas Kevin mesra banget. "


Rania membelalakkan mata. Apanya yang mesra?, cuma duduk bersebelahan begini. Gumam-gumam dalam hati.


Haris dan Kevin saling pandang tidak mengerti.


Setelah berputar tiga kali.Biang lala nya berhenti. Merekapun turun, Haris merasa kecewa karena tidak bisa dekat dengan Rania. Begitu pula dengan Yura, merasa kecewa karena kenyataan tidak sesuai harapan.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.


Sungguh malam ini sangat mengecewakan!!! Yura masih saja kesal hingga malam yang larut membawanya pergi ke alam mimpi.


Harusnya Rania yang memelukku tadi, bukan Yura. Batin Haris sebelum dia tertidur.


Sepertinya Yura kesal padaku karena mas Haris tidak menanggapi perhatian yang dia berikan. Rania pun tidak bisa tidur, khawatir kalau-kalau Yura kecewa dengannya.


Apa aku salah pilih teman kencan? , kenapa tidak seperti kencan kebanyakan orang?. Begitu isi hati Kevin sebelum akhirnya dia tidur dalam hangatnya balutan selimut.

__ADS_1


__ADS_2