Biarlah Aku Berdosa

Biarlah Aku Berdosa
menemui titik terang


__ADS_3

Rania terperanjat saat melihat jam dinding menunjukkan pukul 07.40. Ini hari pertamanya masuk kerja, dan sekarang dia bangun kesiangan.


Subuh tadi padahal sudah bangun, sudah menyiapkan bekal untuk Devi tapi malah ketiduran lagi. "Akh jadi telat kan nih?!. "


Segera Rania berlari ke kamar mandi, bersiap siap lalu dengan kencang melajukan motor metik pemberian om nya. Sebagai modal dia bekerja agar tidak kasian jalan kaki.


Om dan tante juga hari ini pergi ke rumah Livi, kangen sudah beberapa hari tidak bertemu.


Beberapa hari yang lalu Rania mendatangi sebuah kafe yang di bilang tante membutuhkan karyawati, dan benar, Rania langsung di terima. Dia mulai bekerja satu minggu semenjak pendaftaran.


Tidak butuh waktu lama agar sampai di kafe modern ala2 anak muda jaman sekarang. Sesampainya disana dia mohon maaf kepada pemilik kafe itu, cowok ganteng dengan perawakan gagah itu sudah menghadang Rania di depan pintu masuk.


Dengan lengan yang ia lipat di dada, membuat nyali Rania menciut ingin mendekatinya.


"Hei, sini kamu. " seru laki2 itu setengah berteriak, membuat Rania yang sedang memarkirkan motor.


"Maaf Pak. Saya terlambat. " ucap Rania dengan perasaan khawatir, kalau2 dia tidak di beri kesempatan untuk bekerja disini. Rencananya seminggu kedepan adalah hari uji coba. Nah ini hari pertama aja telat.


"Kenapa kamu terlambat?. " tanyanya dengan tatapan tajam, Rania memejamkan matanya. Dan meremas jari jemarinya sendiri.


"Sa ya... "


"Udah ayo masuk!. " tiba2 laki2 itu meraih tangan Rania lalu menariknya masuk kafe.


Hampir saja Rania terjungkal karena mengimbangi langkah panjang laki2 itu. Sehingga dia harus sedikit berlari.


"Hari pertama kerja. Lap semua meja dan semua benda yang ada di kafe. " ucapnya dengan menunjuk semua penjuru ruangan. Rania membelalakkan matanya.


"Setelah semua bersih, tugas kamu selanjutnya mengantarkan makanan atau minuman yang di pesan oleh pembeli ke rumahnya. "


"Ha apa aku jadi pengantar? Bukannya kemarin aku jadi pelayan disini?. " gumam2 sendiri.


"Tidak, kamu jadi pengantar makanan online. Jam kerja kamu dari jam 07.00 pagi (harus sampai di kafe) sampai jam 05.00 sore ,mengerti?." laki2 itu menekankan kata MENGERTI hingga wajahnya sangat dekat dengan wajah Rania.


"Iya saya mengerti pak. " Rania mengerjapkan matanya beberapa kali, hingga laki2 itu menjauh darinya dan masuk ke ruangan nya.

__ADS_1


"Eh siapa nama bos baru ku itu? galak amat si. " celoteh Rania sambil menaruh tas di loker yang sudah di sediakan untuk para karyawan.


"Hai? kamu karyawan baru ya?. " sapa seorang gadis berparas cantik.


"Iya, kenalin aku Rania. " Rania mengulurkan tangan padanya.


"Aku Yura. Senang bisa berkenalan denganmu. " dia membalas uluran tangan Rania dengan senyuman ramah.


"Ah tentu, aku lebih senang bisa berkenalan denganmu, Yura. " Rania pun tersenyum.


"Mulai hari ini kita berteman ya. " ucap Yura.


"Iya, terimakasih Yura. "


"Sama2."


"Rania!!. " seru seseorang memanggilnya.


"Itu di panggil mas Kevin, dia pemilik kafe ini. " Yura menunjuk laki2 yang berdiri di depan pintu ruangan dengan ujung matanya.


Yura mengangguk sembari tersenyum saat Rania pergi.


"Ada apa pak?. "


"Jangan panggil pak. Aku masih muda. Panggil mas Kevin!. " ucapnya masih dengan nada tinggi.


"Ba baik mas Kevin. Ada apa pak, eh mas manggil saya kemari?. "


"Ini smartphone untuk kamu kerja. Boleh kamu bawa pulang selama kamu bekerja disini, ini jaket khusus karyawan disini dan ini bonus untuk kamu. " Kevin menyerahkan paperbag kepada Rania.


"Terimakasih, saya akan bekerja dengan baik disini. "


"Gak usah janji2, buktikan saja seminggu kedepan. "


"Iya mas. Saya boleh keluar?. "

__ADS_1


"Hmm silahkan. "


Rania pergi dari ruangan Kevin lalu meletakkan pemberian itu ke lokernya. Rania mencari cari Yura, baru beberapa menit kenal Rania sudah merasa nyaman. Yura sangat ramah dan cantik.


"Sudah Rania?. "


"Eh.Sudah." Rania terkejut saat Yura menepuk pundaknya dari belakang.


"Kamu jadi pelayan atau pengantar?. "


"Pengantar.Aku kira aku jadi pelayan, tapi ya sudahlah nggak apa dari pada nganggur dirumah. "


Di mulai pagi itu, Rania dan Yura saling akrab dan saling menolong. Rania jadi betah bekerja di sana meskipun Kevin galak tapi ada Yura yang selalu membuatnya bertahan.


Haris sendiri sudah aktif masuk ke kantor sekarang. Dia sudah bersemangat lagi menjalani kehidupannya. Dan kantor papanya yang hampir bangkrut itu telah diselamatkan oleh Haris dan Apri yang bekerja sama dengan sangat baik. Hingga perlahan, perusahaan papanya itu mulai bangkit kembali.


"Wah kamu sungguh membanggakan Ris, papa sangat berterimakasih padamu. "


"Iya pa sama2. Terimakasih juga sudah mendukung kami. " Haris menepuk pundak Apri yang sedang merapikan dokumen di ruang miting.


"Ya sudah, sebagai rasa terimakasih papa untuk kalian, papa akan traktir makan siang kali ini. "


"Boleh.Yuk Ris. "


"Maaf pa, siang ini Haris ada janji dengan seseorang. Kalian berdua dulu ya. "


" Oh begitu, kalo Apri ada waktu?. "


" Ada kok om, kita pergi dulu ya Ris. "


"Silahkan, hati2 ya kalian. "


Kemudian Apri dan pak Faisal keluar dari ruang miting, Haris juga keluar dari sana lalu mereka berpisah saat Haris menuju parkiran.


"Apa kamu sudah menuju tempat janjian kita?. " Haris menelfon seseorang.

__ADS_1


"Ya aku segera kesana. " Haris menyimpan ponsel disaku celananya, lalu dengan cepat melajukan mobilnya..


__ADS_2