
"Azam? Kamu baik-baik aja? Maaf aku gak bermaksud nyebarin, aku cuma bilang sama satu orang, seriusan. Maafin aku."
Balasan dari Azam datang lima menit kemudian, balasan yang membuatku ingin menendang pantatnya ke antartika.
"Gpp."
Duh, dia udah kayak cewek aja. Aku jadi inget pas Soni curhat tentang ceweknya yang lagi ngambek, pas dichatt jawabannya persis sama kayak Azam gini. Apa pacarku ini juga termasuk tipe yang suka pakai kode-kodean? Jiah, pacarku. Aku jadi malu sendiri pas ngucapinnya. Hehe.
Kalau udah gini, aku gak tahu harus balas apa lagi. Ternyata gini rasanya jadi cowok pas ngadepin ceweknya yang marah dan suka pakai kode morse. Duh, kenapa peranku sama Azam jadi kebalik, sih? Harusnya kan aku yang pakai kode. Udah mah nembak kebalik, masa sekarang karakternya juga? Kalau gini bisa-bisa aku jadi cowoknya Azam, dan dia jadi cewekku. Duh, apaan sih, jadi ngelantur gini.
Untungnya balasan Azam ada lanjutannya, tapi sekatika aku jadi meragukan dia.
__ADS_1
"Akbar yang nyebar."
A Akbar yang itu? Yang kelihatan ramah dan baik hati? Seriusan dia juga ember bocor? Aku kok gak percaya. Masa dia sebelas dua belas sama Ayu, sih? Gak mungkin.
"Seriusan? Kok aku gak percaya."
"Lihat aja ignya."
Aku pun segera membuka Instagram dan mencari akun @m.akbar_. Di sana ada satu postingan terbaru foto A Akbar yang sedang merangkul Azam sambil tersenyum lebar, sedangkan cowok di sebelahnya memalingkan wajah menolak menatap kamera. Foto Azam emang mahal banget, ya.
Captionnya singkat tapi ngena, "Yah, @khazzam udah gak jomlo lagi."
__ADS_1
Ada banyak banget komentar di foto itu, tapi tak satu pun yang dibalas. Untunglah, A Akbar enggak ember kayak Ayu. Berarti fix ini yang nyebar anak-anak di kelasku.
Sekarang aku bingung harus lanjut berkirim pesan sama Azam lagi atau enggak, seriusan, dia pemati obrolan banget. Aku harus balas apa coba?
Setelah menimbang-nimbang beberapa saat, aku memutuskan untuk tidur saja. Meskipun aku ingin merasakan bagaimana chattan sama pacar sampai begadang kayak di novel-novel yang aku baca, aku masih harus menyiapkan mental untuk besok.
Ah, aku jadi malas masuk sekolah. Besok pasti bakal jadi bahan ledekan habis-habisan. Wahai mental, bersiap-siaplah dan perkokoh pertahananmu! Besok kita akan berperang dengan para makhluk dari dunia bawah.
Aku segera mengirim pesan pada Azam, mengabarkan bahwa aku akan tidur duluan yang langsung dibalasnya dengan kata oke.
Sebaiknya aku nikmati masa-masa bahagiaku sekarang, sebelum mood hancur karena harus adu bacot besok. Sungguh sebuah keajaiban aku bisa jadian sama Azam, bisa chattan sama dia, bisa ngobrol untuk pertama kalinya sama dia. Ini benar-benar menyenangkan dan terasa seperti mimpi.
__ADS_1
Sosok yang kupikir tidak akan pernah terjangkau, kini benar-benar ada di dekatku. Perjalananku masih jauh, entah nanti bagaimana akhir hubunganku dengan Azam, aku akan menyerahkan semuanya pada waktu. Sekarang aku hanya akan mencoba bahagia, menikmati apa yang ada di hadapanku. Berbagi suka cita akan indahnya cinta pertama. Kisah yang mungkin tidak akan pernah kulupakan di masa depan nanti. Entah itu akan menjadi kenangan indah atau buruk, kisahku dan Azam akan dimulai besok. Malam ini aku pasti akan bermimpi indah.