
Di Madrasah Aliyah 47 Dokar, setiap Hari Sabtu seluruh siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ekskul Pramuka. Jadi semua siswa harus memakai seragam cokelat. Tentu saja kata wajib ini tidak mutlak, walau sudah diwanti-wanti ikut ekskul ini, masih saja ada anak yang lebih memilih kabur.
Ekskul Pramuka biasanya akan dimulai pukul setengah dua siang, tepat ketika matahari sedang panas-panasnya. Tetapi karena mata pelajaran hanya sampai pukul satu, banyak siswa yang memutuskan untuk kabur. Mereka selalu punya akal bulus untuk melewati meja piket di depan gerbang.
Tentu saja anak-anak cowok kelas XI MIA 1 termasuk ke sana. Malah kelas ini dijuluki sebagai kelas tukang bolos. Hal yang membuat Ina tidak senang adalah kelasnya selalu dijelekkan dan dihubungkan dengan anak IPA yang katanya pada rajin. Padahal kan penghuni kelas IPA juga manusia biasa, remaja normal yang suka melakukan kenakalan semacam pulang sebelum waktunya.
__ADS_1
Di hari biasa anak-anak cowok di kelas Ina akan menghilang setelah sholat dzuhur karena memang guru yang mengajar kadang tidak masuk lagi. Tapi berbeda hari ini, karena kebagian sebagai petugas upacara untuk hari Senin nanti, anak perempuan di kelas XI MIA 1 dengan sengaja menjaga pintu keluar kelas agar tidak ada yang kabur.
Hari ini mereka akan melakukan latihan terakhir, sehingga penghuni kelas XI MIA 1 diizinkan untuk tidak mengikuti ekskul Pramuka. Selesai sholat dzuhur, mereka berleha-leha di kelas, ada yang tiduran di atas meja, stalking akun mantan, bergosip, dan kegiatan tidak berfaedah lainnya.
Sekarang adalah jadwal Bahasa Arab, karena gurunya sangat sibuk dan merangkap sebagai dosen juga di salah satu Universitas swasta di daerah Tawang, jadilah pelajaran ini cukup terabaikan. Tidak ada guru pengganti karena guru yang satunya lagi juga memiliki jadwal di kelas lain. Hasilnya, kemampuan Bahasa Arab mereka jongkok. Tidak mengerti sama sekali. Jika masa ujian tiba, mereka akan mengandalkan anak-anak pesantren yang kemampuan berbahasa Arabnya tidak perlu ditanya lagi.
__ADS_1
Setelah suara sirine berhenti, terdengar suara orang yang mulai berhitung. Hitungannya dari satu sampai sepuluh. Ini adalah waktu tambahan bagi para anggota Pramuka untuk segera ke lapangan dan merapikan barisan. Hitungan ini juga bisa menentukan nasib, jika datang saat hitungan belum selesai kamu masih aman. Tapi jika hitungan sudah selesai baru datang, maka siap-siap saja untuk melaksanakan hukuman setelah acara apel selesai. Laki-laki harus push up dan perempuan harus squat jump, jumlahnya ditentukan oleh seberapa lama mereka terlambat. Terlebih saat melakukan hukuman mereka harus kompak, kalau tidak, hitungan hukuman akan kembali ke awal.
Setelah apel biasanya Pradana akan menjelaskan materi apa yang akan dilakukan hari itu, juga acara meminta izin para anggota yang tidak bisa mengikuti kegiatan. Selama acara itu para siswa harus berdiri tegak di bawah teriknya matahari, jadi tidak heran kebanyakan anak Pramuka kulitnya lebih gelap.
Ina sendiri tidak terlalu tertarik dengan Pramuka, jadi dia tidak mengikutinya. Biasanya dia akan kabur bersama teman-temannya atau kalau sedang tidak malas akan ikut berbaris untuk izin pulang. Tapi lebih seringnya Ina akan menunggu acara apel selesai, karena di waktu itu akan ada jeda lagi. Semua siswa akan kembali ke kelas masing-masing untuk mengambil tas dan nanti akan berkumpul di ruangan kelas yang sengaja tiga kelas disatukan. Jadi ada ruangan khusus di mana biasanya digunakan untuk acara besar semacam rapat orang tua, ada tiga kelas yang pembatasnya bisa di kesampingkan sehingga ketiga kelas ini akan terlihat seperti satu ruangan besar.
__ADS_1
Setelah semua siswa masuk ke kelas, gerbang akan dibuka untuk mengizinkan orang-orang yang sudah izin untuk pulang. Ina biasanya akan berbaur di saat ini untuk ikut pulang.