
Selesai upacara Azam diseret teman-temannya ke kantin dengan alasan minta pajak jadian, hal yang tentu saja dia tolak mentah-mentah. Daripada ngasih makan teman-temannya yang rakus dan kadang suka darmaji (dahar lima ngakuna hiji) alias makan lima ngaku cuma satu, mending juga uangnya diamankan buat ngasih ke yang lebih membutuhkan. Anak yatim gitu, atau fakir miskin.
"Ogah," balasnya malas. Ia hanya duduk tenang di antara banyolan berisik teman-temannya. Mereka memonopoli area kantin seolah itu adalah milik mereka, membuat beberapa anak perempuan yang ingin jajan mundur teratur, entah karena malu atau tidak berani. Padahal tidak ada yang akan menggigit atau pun menggoda.
"Dasar medit, udah mah pelit ngomong, duit juga pelit," komentar salah satu temannya.
Tentu saja Azam tidak peduli, cowok itu hanya memalingkan muka, bersikap bodo amat. Seketika cowok tadi ingin melempar sepatunya ke kepala Azam.
"Eh, yang mana sih pacar kamu, Zam?"
"Kepo."
"Pelit amat, sih. Cuma pengen tahu mukanya doang, kok, gak bakal digebet atau direbut."
"Mau kamu gebet juga dia gak bakal tertarik sama kamu."
__ADS_1
"Asdfghjkl." Cowok tadi kehilangan kata-kata seketika, jika bisa, ia ingin memasukan satu mangkuk sambal ke mulut Azam.
Hanya satu orang yang menganggap hal itu lucu, siapa lagi kalau bukan Akbar. Dia tertawa ngakak sambil memegang perut. Teman-teman sekelasnya memang terlampau kepo, tapi Azam tidak akan membuat kekepoan mereka terobati dengan mudah.
Azam lalu diam saja ketika yang lain mulai membahas topik yang berbeda, mulai dari motor sampai BH tetangga yang terbang karena angin kencang. Maklum awal tahun seperti sekarang memang masih musim hujan, jadi anginnya juga kencang.
"*****, kampret banget ga sih, itu BH warnanya merah menyala, ukurannya gede, tapi yang punya nenek-nenek. Mata suci gue udah ternodai, besok-besok kalo pulang gak mau lagi deh lewat sana."
Teman-teman Azam kembali tertawa, menikmati kesialan yang menimpa salah satu dari mereka.
"Rezeki apaan, ini namanya musibah. Bikin trauma aja."
Obrolan mereka semakin seru, menjadi kelas XII memang membuat Azam dan teman-temannya semakin dekat dan akrab. Hidup memang seperti itu bukan? Terasa nyaman ketika sebentar lagi akan berpisah dan menempuh jalan masing-masing. Nongkrong di kantin seperti sekarang merupakan salah satu cara untuk menikmati kebersamaan mereka di MA yang tidak akan lama lagi. Sebelum ada guru piket yang mengusir, pantang bagi mereka untuk pergi ke kelas.
Yang bergabung di sana memang bukan hanya teman-teman satu kelas Azam, tapi juga kelas XII lainnya. Maklum, karena bukan sekolah favorit jadi jumlahnya tidak terlalu banyak. Kelas didominasi oleh perempuan, meskipun itu jurusan IPS. Bukan karena apapun, tapi karena memang jumlahnya yang hanya sedikit. Satu kelas pun hanya berjumlah 20-25 orang. Dengan satu kelas per jurusan. Jadi penghuni sekolah ini tidak terlalu banyak.
__ADS_1
Obrolan mereka sedikit terhenti ketika seorang gadis menerobos dan jajan tanpa memedulikan mereka. Dia terlihat tidak peduli sekitar dan hanya fokus memilih jajanan. Mereka mengabaikannya sebelum Akbar menyeletuk dan membuat kehebohan.
"Tadi siapa yang nanyain pacarnya Azam? Tuh orangnya."
"Dia?" Seseorang menunjuk Ayu dengan wajah tidak percaya, tidak menyangka selera Azam adalah cewek bar-bar. Memang kebanyakan dari mereka mengenal Ayu karena kecerewetannya yang tiada tara.
"Bukan, elah. Tapi yang di belakangnya."
Akbar menunjuk Ina yang terlihat sedang memikirkan sesuatu cukup jauh dari kantin, gadis itu terlihat sangat fokus dan masuk ke dalam dunianya sendiri. Entah apa yang sedang dia pikirkan, tetapi ketika gadis itu tiba-tiba tersenyum lebar tanpa alasan beberapa dari mereka langsung merasa ngeri. Pacar orang tidak normal seperti Azam memang bukan orang biasa, tetapi sama-sama tidak normal.
###
Halo, maaf aku lama gak update. **
Tugasku lumayan banyak, karena baru masuk semester 4 jadinya aku masih ngerasa riweuh. Aku usahain update lagi kalau senggang, ya. Terima kasih udah setia nunggu kisah Ina Azam, maaf kalo jadi makin kurang feelnya. **
__ADS_1
btw, bab ini reviewnya lama bat, udah lebih dari 3 hari **