
Rebecca sampai di rumah Stefan, dia langsung di persilahkan masuk oleh pembantu yang bekerja di rumah Stefan.
"Tuan Stefan ada di atas non, bentar saya panggilkan dulu." ucap pembantu Stefan.
"Baik bi, aku tunggu di sini." balas Rebecca ramah.
Pembantu Stefan pun pergi untuk memanggil Stefan yang berada di kamarnya yang ada di lantai atas, sedangkan Rebecca dia memilih untuk duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Stefan datang.
Tok tok tok.
"Tuan di bawah ada yang mau mengantarkan berkas berkas anda." ucap pembantu Stefan setelah mengetuk pintu kamar Stefan.
"Suruh masuk ke kamar saya aja bi, saya masih mau mandi." jawab Stefan dari dalam kamarnya.
"Baik tuan." balas pembantu Stefan dan langsung pergi kembali ke lantai bawah untuk menyuruh Rebecca agar langsung masuk ke dalam kamar Stefan.
"Gimana bi, mana tuan Stefannya?" tanya Rebecca saat pembantu Stefan sudah kembali menghampirinya.
__ADS_1
"Nona langsung di suruh masuk ke dalam kamarnya, soalnya tuan Stefan masih mau mandi." jawab pembantu Stefan.
"Oh gitu ya bi, ya sudah aku ke atas dulu ya bi."
Rebecca pun naik ke lantai dua di mana ada kamar Stefan. Tidak ada pemikiran yang jelak di otak Rebecca, yang ada di pikiran Rebecca hanya dia memberikan berkas Stefan dan setelah itu dia segera pulang ke kontrakannya.
Saat berada di lantai dua, Rebecca kebingungan mencari letak kamar Stefan, bodohnya dia tadi tidak bertanya terlebih dahulu di mana kamar Stefan berada.
"Aduh ini mana kamarnya ada banyak lagi, ini yang mana ya kamar tuan Stef." bingung Rebecca menatap satu persatu pintu kamar yang jumlahnya ada banyak.
"Biasanya pintu kamar tuan rumah itu yang dekat dari tangga, nah iya berarti yang itu kamar tuan Stef." tebak Rebecca.
Tok tok tok.
"Masuk." langsung tanpa menunggu lama, dari dalam kamar Stefan dia menjawab ketukan pintu Rebecca.
Ceklek.
__ADS_1
"Permisi tuan." Rebecca menyembuhkan kepalanya ke dalam kamar Stefan dan tidak mendapati adanya orang di dalam sana.
"Lah, kok sepi?" heran Rebecca.
Rebecca pun memutuskan untuk masuk saja ke dalam kamar Stefan, saat sudah masuk sempurna ke dalam kamar Stefan dia bisa mendengar ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi, mungkin itu Stefan sedang mandi, pikir Rebecca.
"Kamar tuan Stefan besarnya juga." gumam Rebecca menatap seluruh kamar Stefan yang sangat luas nah megah.
Di atas kepala ranjang ada foto besar Stefan yang memakai jas dan kaca mata hitam membuat Stefan terlihat semakin tampan dan sexy.
"Gilak, tuan Stefan ganteng banget." kagum Rebecca pada Stefan yang berada di dalam foto.
Rebecca pun terus menelusuri isi kamar Stefan, hingga tanpa sadar dia masuk ke walk in closed. Matanya melotot dan bibirnya terbuka lebar saat dia melihat isi walk in closed milik Stefan.
"Gilak ini pasti harganya tidak ada yang goceng." Rebecca menatap satu persatu jam tangan yang ada di barisan tengah walk in closed.
"Ngapain kamu di sini?"
__ADS_1
Deg.
...***...