
Selesai makan malam, mereka semua langsung berkumpul di ruang tengah. Rebecca merasa sangat canggung karena semua orang fokus menatap dirinya.
"Oh iya kalian belum kenalan ya, becca sini duduk samping mama biar mama kenalin ke tantenya Briel." ucap mama Brigitta menyuruh agar Rebecca berpindah duduk dari di samping Stefan menjadi di sampingnya.
"Iya ma." Rebecca pun hanya menurut saja, dia terlalu kikuk saat berada di dalam keluarga itu, apalagi Stefan hanya diam saja tak ada sekalipun mengajaknya berbicara.
"Nah ini namanya Beatrice adiknya Bella, kami biasa memanggilnya Ica." ucap mama Brigitta memperkenalkan adiknya Bella.
"Halo Ica salam kenal ya, aku Rebecca." ucap Rebecca memperkenalkan dirinya dan hanya mendapatkan balasan anggukan kepala saja dari Beatrice.
"Dia emang seperti itu kalau sama orang baru, jadi kamu harap maklum ya. Nah kalau di sampingnya itu namanya Nino suaminya Beatrice." lanjut mama Brigitta memperkenalkan suaminya Beatrice yang bernama Nino.
"Salam kenal kak, aku Nino." ucap Nino memperkenalkan dirinya dengan ramah kepada Rebecca.
"Iya salam kenal juga aku Rebecca." balas Rebecca tak kalah ramah juga.
__ADS_1
"Nah kalau kedua wanita ini, yang muda ini namanya Rose dan yang ini ibunya Rose namanya Risma, kamu bisa memanggilnya Tante Risma karena dia teman mama." lanjut mama Brigitta lagi memperkenalkan kedua wanita yang sedari tadi menarik perhatian Rebecca.
"Halo kak, Tante salam kenal aku Rebecca." ucap Rebecca memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah kepada mereka berdua yang hanya di balas tatapan malas saja oleh mereka berdua.
"Sepertinya mereka tidak suka dengan kehadiranku." batin Rebecca menatap mereka berdua.
"Rose, jeng Risma ini kenalin Rebecca." mama Brigitta memanggil mereka berdua agar merespon ucapan Rebecca.
"Iya salam kenal juga." balas mereka dengan malas.
"Stefan gak di gunain kan di sini, kalau begitu Stefan mau ke atas dulu. Briel ayo ikut papa." pamit Stefan yang merasa dia sedari tadi emang tidak di hiraukan keberadaannya.
"Loh Stef kamu mau kemana?" tanya mama Brigitta saat melihat Stefan beranjak dari tempatnya.
"Mau ke kamar ma, Stefan capek mau istirahat sebentar sambil menunggu kalian berbincang bincang." jawab Stefan.
__ADS_1
"Aku mau ke atas dulu, nanti kalau kamu cari aku tanya saja sama mama di mana kamar aku." ucap Stefan kepada Rebecca dan di balas anggukan dari Rebecca.
Tanpa berpamitan kepada adik ipar dan juga kedua tamu mama mertuanya, Stefan langsung berlalu pergi mengendong Briel untuk dia bawa ke kamar.
Setelah kepergian Stefan, di ruang tengah itu menjadi hening, hingga mama Brigitta memecahkan keheningan itu barulah suasa berubah.
"Loh ini kok malah pada diam sih, kan kita di sini mau ngobrol ngobrol." ucap mama Brigitta memecahkan keheningan.
"Habisnya tante ngeselin sih, Tante kan sudah janji mau kenalin Rose sama tuan Stefan, tapi ini kok malah tuan Stefan bawa wanita lain sih, mana udik banget lagi." balas Rose memandang Rebecca dengan tatapan yang sangat merendahkan.
"Benar jeng, kamu ini gimana sih. Kamu bilang kalau menantumu itu gak punya wanita, tapi ini kok tiba tiba bawa wanita lain sih. Kan kita berdua merasa tidak di hargai di sini." timpal ibu Risma.
"Maaf jeng Risma, nak Rose, Tante gak tahu kalau Stefan sudah punya wanita, Tante kira dia masih sendiri." Balas mama Brigitta.
"Pokoknya saya gak mau tahu ya jeng, kita harus tetap melanjutkan perjodohan ini, harga diri saya seperti di injak-injak di sini." balas ibu Risma menggebu-gebu.
__ADS_1
"Loh loh, kok jadi begini?"
...***...