CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#64


__ADS_3

Rebecca masuk dan langsung menemui manager Gilang yang kebetulan sudah datang ke cafe.


"Selamat pagi pak," sapa Rebecca pada Gilang.


"Pagi juga Becca," balas Gilang.


"Sepertinya kamu sudah sangat siap untuk bekerja ya, ayo saya antar ketemu yang lain," lanjut Gilang mengajak Rebecca untuk menemui karyawan yang lainnya.


Rebecca pun mengikuti langkah Gilang menuju bagian dapur, tempat dimana banyak karyawan cafe tengah menyiapkan menu sebelum buka.


"Selamat pagi semuanya, di sini saya mau memperkenalkan karyawan baru, ayo silahkan," ucap Gilang menyuruh Rebecca untuk memperkenalkan dirinya.


"Halo semua, perkenalkan nama aku Rebecca, kalian bisa pangil aku Becca. Dan mohon dukungan dan bantuannya, semoga kita bisa berteman," ucap Rebecca memperkenalkan dirinya.


"Halo, salam kenal juga Becca, aku Yuri, aku di sini sebagai kasir pelayan," ucap wanita yang kemaren mengantarkan Rebecca bertemu Gilang, dan ternyata nama wanita itu adalah Yuri dan dia posisinya sebagai kasir di cafe itu.


"Halo aku Dodi," lanjut yang lainnya yang bernama Dodi.


Mereka pun saling berkenalan, dan setelah itu Gilang memberitahu apa saja tugas Rebecca di sana, dan ternyata sama seperti Yuri, Rebecca di tempatkan di kasir.


Mengingat kalau Rebecca lulusan sarjana, jadi tanpa berpikir dua kali Gilang menempatkan nya di sana.

__ADS_1


"Ya sudah silahkan kalian kembali bekerja, dan semoga kalian bisa menjadi partner kerja yang baik," ucap Gilang setelah acara perkenalan Rebecca selesai.


"Baik pak," balas semua karyawan yang ada di sana.


"Becca nanti seragam kamu minta sama Yuri ya," ucap Gilang sebelum pergi kembali ke ruangannya.


"Baik pak," balas Rebecca.


Semua karyawan pun kembali ke tempat kerja mereka masing masing, termasuk Yuri yang langsung mengajak Rebecca pergi menuju tempat kasir.


Sebelum mulai bekerja, Yuri menyuruh Rebecca untuk ganti seragam terlebih dahulu, dan setelah itu dia mulai mengajak Rebecca untuk menyiapkan meja dan kursi sebelum cafe buka.


Sementara itu di posisi Pricilla, dia saat ini masih juga berurusan dengan laki laki yang tanpa sengaja dia tabrak mobilnya.


Entah apa yang harus Pricilla lakukan agar masalah ini tidak berlarut-larut karena dia juga harus segera pergi bekerja.


"Saya gak mau dengar kamu gak punya uang ya, pokoknya saya minta ganti rugi sama kamu," ucap lelaki itu.


"Tapi saya benar benar tidak punya uang tuan," balas Pricilla.


"Sini mana dompet kamu," pinta laki laki itu agar Pricilla memberikan dompet miliknya.

__ADS_1


"Buat apa tuan, saya benar benar tidak ada uang sebanyak itu di dompet saya," balas Pricilla.


"Udah mana sini cepat dompetnya," pinta laki laki itu membuat Pricilla mau tak mau akhirnya memberikan dompetnya.


Lelaki itupun menerimanya, dan entah apa yang dia cari di dalam dompet profil.


"KTP kamu saya ambil, saya sedang buru buru pergi kerja jadi ini sebagai jaminannya biar kamu gak kabur," ucap laki laki itu mengembalikan dompet Pricilla setelah dia mengambil KTP milik Pricilla.


"Loh pak itu KTP saya, mana bisa seperti itu," protes Pricilla.


"Pricilla, nama yang cantik. Saya Julian dan sini mana nomor telepon kamu biar nanti saya hubungi," Balas lelaki itu yang tak lain adalah Julian, asisten Stefan di perusahaan.


Karena di kejar jam kerja juga, akhirnya Pricilla pun dengan cepat menyerahkan nomor telfonnya pada Julian.


"Ingat ya jangan kabur, saya bisa mencari kamu bahkan sampai ke ujung dunia pun," ucap Julian sebelum akhirnya dia kembali masuk ke dalam mobil sambil membawa KTP milik Pricilla.


"Si*l, apes banget sih gue, uang dari mana coba kalau sebanyak itu," gerutu Pricilla menyesali nasibnya yang si*l pagi ini.


Pricilla pun segera pergi dari sana menuju tempat kerjanya sebelum dia terlambat, bisa bisa nanti dia dapat masalah lagi kalau sampai telat.


...*** ...

__ADS_1


__ADS_2