
"Iih... papi gak boleh gitu, Tante cantik tenang aja, Bliel akan selalu bela tante kok, kalau nanti papi Bliel potong gaji Tante, nanti bakal Bliel uang Tante yang lebih besal dali pada gaji di pelusahaan papi." Briel tak terima dengan sangsi yang akan Stefan berikan kepada Rebecca.
"Emang kamu punya uang?" tanya Stefan menatap mengejek kepada anaknya.
"Punya, kan uang Bliel di tabungan banyak jadi nanti bisa Bliel kasih ke Tante cantik aja." balas Briel.
"Cih, uang siapa itu?" decih Stefan yang tahu uang mana yang di maksud anaknya itu.
Maksud dari uang tabungan Briel itu adalah uang dirinya yang dia kasih buat Briel agar dia bawa sebagai pegangan kalau suatu saat Briel pergi tanpa dirinya.
"Tuan, tidak baik bicara seperti itu kepada anak kecil." tegur Rebecca yang merasa cara bicara Stefan sangat tidak pantas di gunakan untuk berbicara dengan anak anak.
"Tuh papi dengelin tante cantik, tidak baik berdecih sepelti itu kepada anak kecil sepelti Bliel." timpal Briel menyetujui ucapan Rebecca.
"Kamu...." Stefan malah semakin memberikan tatapan yang lebih menyeramkan dari pada tadi.
"Ma-af di tuan, saya hanya mengingatkan anda saja." Rebecca langsung menundukkan kepalanya kembali takut menatap Stefan.
__ADS_1
"Papi gak boleh sepelti itu, Bliel malah sama papi, ayo Tante kita pergi ke kamar Bliel main boneka." Briel menarik tangan Rebecca agar bangun dari posisi duduknya, dan setelah itu dia langsung menarik Rebecca pergi dari sana meninggalkan Stefan.
"Loh sayang, anak siangnya papi balikin lagi lho." ancam Stefan kepada anaknya.
"Bialin, Bliel nanti bisa minta ke tante cantik buat bawa si cantik ke sini." balas Briel menoleh kebelakang menatap Stefan, dan setelah itu dia melanjutkan langkahnya lagi menuju kamarnya.
"S1al," umpat Stefan dan setelah itu dia segera memasukkan anak singa yang tengah tiduran di dekatnya kembali ke dalam kandang, agar nanti tidak mengganggu para pekerja yang lain.
...**...
Rebecca main di dalam kamar Briel bersama Briel hingga dia lupa waktu dan Briel pun sampai sudah ketiduran di atas ranjang miliknya yang bergambar princess.
Mungkin karena dia tidak ada kerjaan sampai akhirnya dia mengantuk, dan tanpa terasa akhirnya Rebecca pun ikutan tiduran di samping Briel dengan tangan yang memeluk Briel membuat tidur Briel semakin terasa nyaman seperti berada dalam dekapan seorang ibu.
Ceklek.
Stefan membuka kamar anaknya untuk melihat keadaan anaknya yang tengah bermain dengan sekertaris barunya itu, tapi yang ada malah bukan canda dan tawa yang datang dari permainan anaknya, melainkan adalah pemandangan yang sangat indah di pandang oleh mata.
__ADS_1
"Mungkin kalau kamu masih ada, Briel akan selalu mendapatkan pelukan seperti ini dari kamu." gumam Stefan.
Stefan berjalan mendekati ranjang Rebecca, dan saat dia sudah ada di sana, dia bisa melihat senyaman apa tidur Briel yang berada dalam dekapan Rebecca.
"Apakah kamu nyaman bersamanya?" tanya Stefan kepada anaknya, tapi tak ada jawaban dari Briel karena memang Briel sedang tidur.
Cup.
Stefan memberikan kecupan di kening Briel, dan saat dia akan menjauhkan wajahnya dari hadapan wajah Briel, dia malah melihat pemandangan yang sangat indah.
Glek.
Stefan menelan ludahnya kasar, karena melihat kedua bola milik Rebecca yang ada di hadapan wajah Briel.
"S1al," umpat Stefan dan setelah itu dia langsung berlari keluar dari dalam kamar Briel sebelum nanti dia malah kelepasan.
Briel dan Rebecca pun masih tetap tidur dengan nyenyak tanpa merasa terganggu dengan kehadiran Stefan.
__ADS_1
...***...