
Hari semakin siang, sedari tadi Stefan dan Rebecca tengah menemani Briel bermain di depan televisi karena permintaan Briel.
Meskipun mereka tenggelam bersama dalam satu ruangan, nyatanya sedari tadi mereka berdua belum ada pembicaraan sama sekali, mereka akan berbicara kalau Briel yang mengajak berbicara.
"Papi sama mommy kok dari tadi diam aja sih?" tanya Briel yang mulai menyadari kalau sedari tadi kedua orang tuanya itu saling diam.
"Enggak kok, papi sama mommy ngobrol kok, mungkin Briel gak denger," balas Stefan sedangkan Rebecca hanya diam saja.
"Masak sih, kok Bliel gak dengel ya?" balas Briel.
"Ya kan Briel dari tadi fokus main, jadi ya gak denger waktu papi sama mommy ngobrol, iya kan mom?" Stefan menatap Rebecca.
"Iya sayang, Briel fokus main lagi yuk," balas Rebecca tapi dia tidak menatap Stefan, dia lebih memilih menatap Briel.
"Gak mau, Bliel udah bosen mainnya," balas Briel.
Briel beranjak bangun dan langsung meminta Rebecca untuk memangku nya.
"Papi kita ke lumah oma yuk," ajak Briel pada Stefan yang duduk di samping Rebecca tapi berjarak banyak.
__ADS_1
"Kenapa Briel tiba tiba minta main ke sana hmm?" balas Stefan, dia mendekatkan diri pada Rebecca dan Briel.
Hal itu membuat Rebecca risih, dia jadi salah tingkah karena sudah duduk berdekatan dengan Stefan.
Mungkin kalau tidak ada Briel di pangkuannya dia sudah beranjak pergi dari sana.
"Kan kita udah lama gak main ke sana, Bliel kangen sama Oma sama Tante," balas Briel.
"Ya udah nanti kita main ke sana ya," balas Stefan yang memang tidak bisa menolak permintaan anaknya itu.
"Kok nanti sih Pi, ayo sekalang kita pergi, mumpung sekalang papi sama mommy gak kelja, kan biasanya kalian sibuk kelja," balas Briel yang meminta untuk pergi ke rumah Oma nya sekarang.
"Tapi sayang, ini udah mau sore loh, nanti sampai sana kita kemalaman," balas Stefan.
"Sayang...."
"Ya udah ayo Briel siap siap sama mommy, kita pergi ke rumah Oma sekarang." Rebecca memotong ucapan Stefan sehingga membuat Stefan menatap Rebecca penuh tanya.
"Kasian kita jarang ada waktu buat Briel, giliran sekarang ada waktu sebisa mungkin kita turuti permintaannya," ucap Rebecca yang mengerti arti tatapan Stefan.
__ADS_1
"Kamu gak papa kan pergi kesana?" tanya Stefan.
"Kenapa tidak, Oma juga orang tua saya, saya juga kangen sama Oma," balas Rebecca.
"Ayo sayang kita siap siap," lanjut Rebecca mengajak Briel untuk siap siap pergi ke rumah orang tua mantan istri Stefan.
"Yeee jadi pelgi ke lumah oma, telimakasih mommy, Bliel sayang mommy."
Emuahh.
Briel memberikan kecupan di pipi Rebecca karena Rebecca sudah mengabulkan permintaannya untuk pergi ke rumah Oma nya.
"Kok cuma mommy, papi gak di cium juga nih?" sindir Stefan yang merasa iri karena hanya Rebecca saja yang mendapatkan kecupan dari Briel.
"Gak mau, papi tadi gak mau turutin pelmintaan Bliel, ayo mom kita ke Kamal," balas Briel dan langsung menarik tangan Rebecca pergi ke kamar.
Stefan yang melihat interaksi antara Briel dan Rebecca pun tersenyum, dia baru menyadari ternyata keluarganya bisa menjadi hangat kembali kalau dia mau menerima semuanya dan menjalani nya.
"Ternyata dia memang sangat baik, kemana saja selama ini aku ada wanita sebaik dia tapi malah aku perlakukan dengan buruk," batin Stefan menyesal, karena tidak memperlakukan Rebecca dengan baik.
__ADS_1
Stefan pun pergi ke kamarnya untuk bersiap juga pergi ke rumah mertua dari istri pertamanya.
...***...