CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#26


__ADS_3

"Apakah kau tidak ingin mengenakan wanitamu pada mama Stef?" ucap wanita yang kira kira usianya sudah lima puluh tahunan.


Rebecca tebak pasti itu adalah neneknya Briel, mama mertua Stefan.


"Pasti dong ma, sayang ayo kenalin ini mama Brigitta, neneknya Briel." balas Stefan memanggil sayang kepada Rebecca membuat mata Rebecca melotot.


Stefan memberikan kode lewat mata kepada Rebecca agar memperkenalkan dirinya kepada nyonya Brigitta.


"Ah iya nyonya, saya Rebecca se...."


"Kekasihku ma." potong Stefan yang tahu kalau Rebecca akan bilang kalau dia sekertaris Stefan.


"Wah benarkah, kamu cantik banget sayang, nama kamu juga cantik sama seperti orangnya." puji nyonya Brigitta sambil menatap Rebecca lembut.


Huh, Rebecca dapat bernafas lega sekarang, karena ternyata mama mertua Stefan tidak seperti apa yang dia kira. Rebecca membayangkan kalau mama mertua Stefan itu orang sosialita yang jahat dan sangat judes, tapi nyatanya tidak seperti itu.


"Nyonya bisa saja, nyonya juga cantik kok." balas Rebecca membalas pujian nyonya Brigitta.


"Ehh jangan panggil nyonya dong, panggil mama aja ya biar sama seperti Stefan." balas nyonya Brigitta melarang Rebecca memanggilnya nyonya.


"Iya nyo, ehh ma." kikuk Rebecca.


"Gak papa nanti kalau sudah terbiasa mama yakin kamu juga akan nyaman kok, ayo Stef ajak Rebecca masuk, kita makan malam sekarang." ajak mama Brigitta.

__ADS_1


"Baik ma." balas Stefan.


"Tuan, ini apa maksudnya?" tanya Rebecca sambil berbisik agar tidak ada yang mendengar suaranya.


"Sudah, ikuti saja apa yang saya lakukan." balas Stefan berbisik juga.


"Papi, Tante kok Bliel di tinggal sih." teriak Briel karena dirinya merasa tidak di anggap dari tadi.


"Ah iya papi lupa, sini Briel jalan di tengah." pangil Stefan agar Briel jalan di tengah tengah antara dirinya dan Rebecca.


Dengan senang hati Briel jalan di tengah mereka berdua dengan kedua tangannya yang di gandeng oleh Rebecca dan Stefan.


"Tante, nanti makannya Bliel minta suapi Tante ya." pinta Briel mendongakkan kepalanya menatap Rebecca.


"Terimakasih Tante cantik." senang Briel.


Stefan hanya diam saja, hingga mereka sampai di ruang makan terlihat di sana sudah ada beberapa orang yang tengah menunggu kedatangan mereka bertiga.


Entah siapa mereka itu, yang pasti dari arah mata Rebecca ada satu wanita yang memakai pakaian yang lebih sexy dari pada yang dia kenakan saat ini. Rebecca yakin pasti itu adalah wanita yang Stefan bilang tadi.


"Selamat malam semuanya, maaf sudah membuat kalian menunggu lama." ucap Rebecca tidak enak.


Berbeda dengan Stefan yang hanya diam saja dan langsung mempersilahkan Rebecca duduk di kursi yang sudah dia ambilkan dan setelah itu Briel yang duduk di samping kiri Rebecca dan dia sendiri mengambil tempat duduk di sebelah kanan Rebecca.

__ADS_1


"Iya tidak apa apa sayang, kita juga baru kok." balas mama Brigitta.


Sedangkan yang lainnya hanya diam saja menatap Rebecca tajam.


Di sana ternyata ada lima orang yang menunggu mereka tadi, dan sekarang bertambah tiga jadi penghuni meja makan saat ini ada delapan orang.


"Ayo silahkan di pilih mana yang kalian suka, kita makan malam dulu baru nanti kita ngobrol ngobrol di ruang tengah." ajak mama Brigitta.


"Iya ma/iya Tante/iya jeng." balas mereka semua barengan.


Mereka pun makan dengan tenang, tapi tidak dengan Rebecca yang tidak bisa makan karena dia harus menyuapi Briel yang ingin dia suapin.


"Loh Briel kok gak makan sendiri?" tanya seorang wanita yang usianya terlihat seperti lebih muda dari Rebecca.


"Males Tante, Bliel pengen di suapi Tante cantik." balas Briel setelah menelan makanannya.


"Sini makanan kamu biar aku suapi." ucap Stefan mengambil makanan milik Rebecca dan langsung menyendokkan nasi beserta lauknya untuk Rebecca.


Meskipun bingung, tapi Rebecca tetap menerima suapan dari Stefan. Mama Brigitta yang melihat itu pun tersenyum, dia bahagia kalau orang orang yang putrinya cinta bahagia seperti ini.


Berbeda dengan mama Brigitta yang bahagia, ada dua orang yang menatap tidak suka ke arah Rebecca, apalagi saat Rebecca di suapi Stefan.


"Awas aja nanti aku bakal merebut Stefan darimu." batin wanita yang memakai pakaian sexy itu menatap Rebecca tajam.

__ADS_1


...***...


__ADS_2