CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#31


__ADS_3

"Ah sudahlah lebih baik aku tidur duluan aja." ucap Rebecca memutuskan untuk tidur duluan karena terlalu lama menunggu Stefan bisa bisa dia lumutan.


"Ehh tapi aku tidur di mana, nanti kalau aku tidur di ranjang bagaimana dengan tuan Stef." bingung Rebecca saat akan tidur.


"Bodo amat ah, kalau aku tidur duluan kan mana mungkin tuan Stef marah." Rebecca langsung naik ke atas ranjang.


Lebih baik dia tidur duluan dari pada nanti dia malah di suruh tidur di sofa, kan lebih baik di ranjang, pikir Rebecca.


Sedangkan di dalam kamar mandi, Stefan baru saja menyelesaikan solo karirnya. Dia segera keluar dari dalam kamar mandi dan matanya langsung menangkap adanya Rebecca yang sudah tidur di atas ranjang miliknya.


"Berani beraninya dia tidur di tempat tidurku, niatnya mau menebus kesalahan, tapi ini malah buat kesalahan lagi. Awas aja besok." Stefan pun tak pikir panjang, dia langsung naik ke atas ranjang miliknya tak peduli ada Rebecca di sana.


Entah nanti apa yang akan terjadi di antara mereka, yang pasti hanya mereka yang tahu, oh bukan hanya author yang tahu.


...**...

__ADS_1


Pagi harinya, Stefan terbangun dan pemandangan yang pertama Stefan lihat adalah wajah cantik Rebecca yang terlelap di pelukannya.


"Kenapa dia cantik sekali?" ucap Stefan menatap wajah Rebecca dalam.


"Gak Stef lo harus segera pergi dari sini, sebelum nanti ada yang bangun. Bisa bisa nanti malah gak jadi pulang." lanjut Stefan agar dia sadar kalau terus terusan memandangi Rebecca nanti bisa bisa adiknya bangun dan dia akan bersolo karir lagi, dan itu akan membuang waktunya.


Stefan beranjak pergi ke kamar mandi, tak lama setelah Stefan masuk k dalam kamar mandi, Rebecca pun membuka matanya dan melihat sekeliling tempat tidurnya.


"Oh iya aku kan gak ada di kontrakan, pantesan aja tidurku nyenyak, kasurnya empuk banget sih." gumam Rebecca yang merasa tidurnya sangat nyaman.


"Seandainya saja aku bisa tinggal di tempat seperti ini terus, pasti hidupku akan terasa bahagia, gak perlu lagi memikirkan uang untuk bayar kontrakan." menghayal Rebecca.


Setelah rapi semuanya, mereka semua pun ramai melakukan sarapan pagi. Awalnya Rebecca merasa canggung, tapi karena perlakuan mereka yang sangat baik dan menerima Rebecca membuat Rebecca merasa tidak canggung lagi.


"Ayo makan yang banyak, kapan kapan kalau kamu ada waktu luang kamu datang ke sini lagi ya, main main ke sini meskipun gak ada Stefan." ucap mama Brigitta menyuruh agar Rebecca sering sering datang ke rumahnya.

__ADS_1


"Iya ma, kalau ada waktu pasti Rebecca akan ke sini." balas Rebecca tak lupa dengan senyuman yang sangat manis.


"Tante cantik, nanti kalau ke sini Bliel ikut juga ya." timpal Briel.


"Iya sayang, nanti Tante jemput kalau sama papi kamu di izinkan." balas Rebecca sambil mengelus rambut Briel.


"Boleh kok, iya kan Pi, Bliel bolehkan ikut Tante cantik ke rumah oma lagi?" tanya Briel pada Stefan.


"Hmm." balas Stefan sambil mengunyah makanannya.


"Yeee, tuh kan sama papi boleh." senang Briel.


"Iya iya, udah sini habisin dulu makannya, nanti keburu kesiangan kamu kan harus sekolah." suruh mama Brigitta agar Briel kembali makan sarapannya.


"Iya Oma." balas Briel.

__ADS_1


Mereka pun makan sarapan mereka, dan setelah selesai Stefan pun langsung pamit pulang ke rumahnya karena dia dan Rebecca juga harus pergi ke kantor dan Briel juga harus pergi sekolah.


...***...


__ADS_2