CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#40


__ADS_3

"Gimana caranya aku bangunin mas Stef ya, kok aku jadi takut gini." gumam Rebecca takut membangunkan Stefan.


Selesai memasak tadi Rebecca langsung membersihkan dirinya dan bersiap dengan pakaian kantoran untuk bekerja sebagai sekertaris Stefan hari ini.


Setelah siap Rebecca pun membangunkan Stefan karena hari sudah semakin siang tapi Stefan tak kunjung bangun juga.


"Apa aku biarkan saja dia biar bangun sendiri, ehh tapikan aku mau jadi istri yang baik." lanjutnya bingung.


"Ayo Rebecca kau pasti bisa." lanjutnya lagi menyemangati dirinya.


"Mas, mas Stef ayo bangun ini udah siang." ucap Rebecca membangunkan Stefan.


"Eugh... apaan sih saya masih ngantuk." gumam Stefan yang malah membenarkan posisi tidurnya mencari posisi yang nyaman.


"Ayo mas bangun, ini udah siang kira harus ke kantor." ucap Rebecca lagi pantang menyerah.


"Aaa...." Stefan menarik tangan Rebecca hingga membuat Rebecca jatuh di atas tubuh Stefan.


"Kalau saya bilang ngantuk itu ya ngantuk, kamu masih mengerti bahasa manusia kan?" tekan Stefan menatap Rebecca tajam.


"Ma-maaf mas, tapi kamu harus kerja ini udah jam enam." gagap Rebecca takut menatap mata Stefan.


"Aah... sudah sana, nanti saya bangun sendiri." Stefan mendorong tubuh Rebecca hingga membuat Rebecca hampir saja terjerembab ke lantai kalau saja tidak berpegangan pada meja.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, aku udah menyiapkan air hangat buat mas mandi dan pakaian mas juga sudah aku siapkan." balas Rebecca yang akhirnya mengalah.


"Hmm." balas Stefan yang sudah kembali memejamkan matanya.


"Sabar Rebecca, ini masih awal." ucap Rebecca sambil berjalan menuju kamar Briel untuk membangunkannya.


Ceklek.


"Briel sayang, anak mommy udah bangun ternyata." ucap Rebecca saat melihat ternyata Briel sudah duduk di atas ranjang princess miliknya.


"Iya mom, kan aku harus pergi ke sekolah." balas Briel.


"Pinternya anak mommy, ya sudah ayo kita mandi terus habis itu kita sarapan biar Briel gak kesiangan nanti." ajak Rebecca membantu Briel turun dari ranjang.


"Mau, mau mom." balas Briel antusias.


"Yuk." mereka berdua pun pergi ke kamar mandi yang ada di kamar Briel.


Rebecca memandikan Briel dengan penuh kasih sayang, dan setelah selesai dia juga membantu Briel untuk memakai seragam sekolahnya.


"Mom papi udah bangun belum?" tanya Briel saat Rebecca tengah mengikat rambutnya.


"Belum sayang, sepertinya papi ngantuk banget makanya gak mau bangun waktu mommy bangunin tadi." jawab Rebecca.

__ADS_1


"Iiih papi kebiasaan deh, biasanya juga seperti itu terus mom, makanya Briel harus bangun pagi pagi biar bisa bangunin papi." balas Briel yang sudah hafal dengan kebiasaan papinya.


"Ayo mom kita pergi ke kamar mommy, kita bangunin papi." ajak Briel setelah Rebecca selesai mengikat rambutnya.


"Iya sayang ayo." balas Rebecca menuntun Briel.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju kamar Stefan untuk membangunkan Stefan, tapi saat mereka sudah sampai di sana malah tidak mendapati adanya Stefan di atas ranjang.


"Sepertinya papi kamu sudah bangun sayang, mungkin sekarang lagi mandi." ucap Rebecca kepada Briel.


"Iya mom seperti begitu, ya sudah ayo kita tunggu papi di bawah mom." ajak Briel.


"Iya sayang ayo, tapi nanti mommy tinggal Briel lagi ya, mommy harus menyiapkan keperluan papi kamu." balas Rebecca.


"Oke mom." balas Briel.


Mereka berdua pun keluar dari kamar Stefan, tanpa mereka berdua ketahui setelah mereka menutup pintu kamar Stefan keluar dari kamar mandi.


"Cih." decih Stefan yang tadi sempat mendengar apa yang Rebecca katakan kepada Briel.


"Tanpa dirimu saya juga bisa menyiapkan semuanya sendiri." ucap Stefan menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup rapat.


Stefan pun mencari pakaian untuk dia kenakan ke kantor hari, dia tidak memakai pakaian yang sudah Rebecca siapkan, dia mencari pakaian yang lain sendiri.

__ADS_1


...***...


__ADS_2