CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#21


__ADS_3

Hari sudah sore, Rebecca sudah bersiap untuk pulang ke kontrakannya. Dia sedang menunggu Stefan pulang, karena dia sungkan kalau harus pulang duluan sedangkan tuannya belum.


"Kok belum pulang?" tanya asisten Julian yang melihat Rebecca masih berada di dalam ruangannya.


"Ini saya mau pulang, tapi lagi nunggu tuan Stefan dulu, gak enak soalnya kalau mau pulang duluan." jawab Rebecca.


"Pulanglah, sepertinya tuan Stefan masih lama pulangnya." suruh Julian karena dia tahu kalau Stefan sepertinya ada lembur.


"Apakah tidak apa apa?"


"Tidak apa apa, udah pulang aja nanti biar saya yang urus, lagian ini juga sudah waktunya pulang." balas asisten Julian.


"Ya sudah kalau begitu saya pamit pulang dulu," Rebecca pun mengambil tasnya dan langsung pergi dari sana.


Sedangkan asisten Julian dia pergi ke dalam ruangan Stefan karena ada sesuatu yang akan dia berikan kepada tuannya.


Tok tok tok.


Tak lupa sebelum masuk dia selalu menyempatkan diri untuk mengetuk pintu ruangan Stefan.

__ADS_1


"Masuk." terdengar sahutan dari dalam yang membuat asisten Julian langsung membuka pintu ruangan itu.


"Selamat sore tuan." sapa Julian saat sudah membuka pintu ruangan Stefan.


"Hmm, ada apa?" balas Stefan.


"Ini ada undangan makan malam dari ibunya nyonya Bella." ucap Julian memberitahukan kedatangannya kepada Stefan.


Stefan yang sedari tadi fokus menatap laptop dan berkas berkas yang ada di mejanya pun seketika mendongakkan kepalanya menatap Julian.


"Kapan?" tanya Stefan.


"Saya sudah tahu apa tujuan mereka, pasti mereka ingin menjodohkan ku lagi." balas Stefan yang sudah tahu dengan apa yang akan ibunya Bella yang tak lain adalah mertuanya perbuat.


Ya, Stefan masih menjalin tali silaturahmi yang baik dengan keluarga almarhum istrinya, terlebih lagi dia sekarang sudah tidak mempunyai orang tua, jadi hanya ibu almarhum istrinya lah yang dia punya sebagai pengganti orang tuanya.


"Apakah tuan akan menerima perjodohan ini?" tanya Julian penasaran.


"Kau tahu gimana aku Jul." balas Stefan.

__ADS_1


"Saya sarankan lebih baik anda harus memperkenalkan teman wanita anda tuan, agar mereka tidak lagi menjodohkan tuan dengan wanita pilihan mereka." saran Julian.


"Temen wanita? Kau kan tahu sendiri aku tidak punya teman wanita." balas Stefan.


"Tuankan orang kaya, kenapa anda tidak menyewa seseorang saja untuk satu malam menemani anda datang ke acara makan malam itu." Julian memberikan ide kepada Stefan.


Stefan diam memikirkan ide yang Julian berikan, sepertinya itu bukan ide yang buruk, pikir Stefan.


"Ya sudah nanti akan aku pikirkan, sekarang kau harus membantuku untuk menyelesaikan ini semua." perintah Stefan agar Julian membantunya mengerjakan beberapa berkas yang masih menumpuk.


"Hah, apakah kita nanti akan tidur di sini lagi tuan?" Julian sangat malas kalau harus lembur lagi, dia sudah keseringan lembur jadi dia sangat bosan kalau melihat berkas bekas ini pada malam hari.


Pantas saja dia masih jomblo, orang kerjaannya tiap malam berhadapan dengan berkas berkas bukannya pergi jalan jalan mencari wanita.


"Makannya ayo cepat kerjakan biar cepat selesai, aku juga sudah pengen pulang, pengen ketemu Briel." balas Stefan.


Akhirnya mau tak mau asisten Julian pun menjalankan perintah Stefan, dari pada nanti gajinya di potong.


Lagian kalau ada lemburan seperti ini Stefan juga akan memberikan bonus yang sangat besar, bisa untuk membeli mobil baru.

__ADS_1


...***...


__ADS_2