
Bruk.
Briel menubruk tubuh Rebecca yang tengah memasak di dapur, hal itu membuat Rebecca kaget, pasalnya dia tidak tahu kedatangan Briel.
"Mommy papi jahat, papi suruh Bliel buat jauhin mommy," adu Briel pada Rebecca sehingga membuat Rebecca berbalik dan berjongkok menyamakan tingginya dengan Briel.
Rebecca mengusap rambut Briel, dia menyelipkan beberapa anak rambut yang menghalangi kecantikan Briel.
"Kenapa belum sisiran hmm?" tanya Rebecca yang melihat rambut Briel masih acak-acakan.
"Bliel mau mommy yang sisirin, papi jahat, Bliel gak suka sama mereka yang sisirin rambut Bliel," balas Briel.
Tanpa mengatakan apapun Rebecca langsung menyisir rambut Briel supaya rapi.
Rebecca melakukan kegiatannya tanpa mengajak Briel berbicara, padahal biasanya Rebecca akan banyak bertanya ketika dalam fase menyisir seperti ini.
"Apa mommy marah sama Bliel?" tanya Briel karena Rebecca diam saja.
"Dah selesai ayo pergi ke meja makan," ajak Rebecca mengabaikan pertanyaan Briel.
Briel pun menurut saja, dia takut kalau dia banyak bertanya nanti Rebecca akan semakin marah kepadanya.
Saat sampai di meja makan ternyata di sana sudah ada Stefan yang menunggu sarapan.
__ADS_1
"Kalian ini bangun jam berapa sih, masak jam segini belum selesai juga masaknya," tanya Stefan.
"Maaf tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi memang kalau di jam seperti ini biasanya memang belum matang," balas Rebecca.
"Berarti kalian harus bagun semakin pagi dari langsung masak biar tidak menunggu kelamaan seperti ini," suruh Stefan.
"Baik tuan nanti akan saya informasikan kepada pekerja yang lain," balas Rebecca patuh seperti atasan dan bawahannya.
"Hmm" balas Stefan.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan pun sudah matang dan selesai di hidangkan.
"Mommy Bliel mau itu," ucap Briel meminta untuk lauk pada menu makan sarapan mereka.
"Satu aja ya, nanti kalau kurang tambahin," balas Rebecca.
"Tuan mau makan sama apa?" tanya Rebecca menanyakan lauk untuk makan Stefan.
"Terserah," balas Stefan cuek.
Jika biasanya kata terserah hanya di pakai kaum wanita, maka berbeda dengan Stefan yang menggunakannya.
Rebecca pun tetap melayani Stefan dengan baik, karena bagaimana pun itu adalah kewajiban dia sebagai seorang istri.
__ADS_1
Mereka pun makan dengan tenang, selesai makan Rebecca langsung bersiap siap untuk pergi bekerja, dia tidak akan mengantarkan Briel pergi ke sekolah, karena dia adalah ibu tiri Briel jadi dia tidak perlu harus repot repot memikirkan Briel, toh Stefan juga tidak memikirkan nya.
Selesai bersiap Rebecca pun langsung berangkat dan ternyata Briel belum juga berangkat sekolah bersama papinya.
"Mommy ayo," pangil Briel memanggil Rebecca agar segera masuk kedalam mobil Stefan.
"Hufft...." hela nafas Rebecca sebelum mendekati mobil Stefan.
"Maaf saya gak bisa ikut, saya ada kepentingan lain," ucap Rebecca menolak ajakan pergi bersama satu mobil untuk mengantarkan Briel ke sekolah.
"Mommy kok gitu, Bliel pengen di antar mommy sekolahnya, terus sama papi juga," pinta Briel.
"Maaf tapi memang saya gak bisa, saya harus berangkat bekerja sekarang juga," balas Rebecca.
"Papi, ayo dong ajak mommy, Bliel pengen di antar mommy sama papi," rengek Briel pada Stefan yang sedari tadi tidak menatap ke arah Rebecca.
"Ayo cepat naik," suruh Stefan dengan wajah dinginnya.
"Sekali lagi maaf, saya memang tidak bisa ikut," balas Rebecca menolak ajak itu lagi.
"Kamu ini kenapa sih, masak nganterin anaknya pergi sekolah aja gak mau malah mementingkan pekerjaan yang tak jelas itu apa." Stefan menatap Rebecca.
"Saya bekerja untuk kehidupan saya sendiri, sedangkan anda sendiri bilang kepada saya kalau saya hanya ibu tiri jadi setelah saya pikir pikir kenapa saya memikirkan perasaan anak anda, jadi dari pada mengantarkan anak anda pergi ke sekolah lebih baik saya pergi bekerja," balas Rebecca yang sudah tidak ada rasa takut lagi.
__ADS_1
"Dan apa tadi anda bilang, saya lebih mementingkan perkejaan dari pada mengantarkan anak saya pergi sekolah? Apa tuan Stefan yang terhormat ini tidak berfikir kalau anda juga sering mementingkan pekerjaan dari pada anak sendiri," lanjut Rebecca menyindir.
...***...